First Love 2

First Love 2
96. Pentas


__ADS_3

Argo gelisah Tania bilang semalam dia sedang kurang sehat . Argo juga meminta Tania jangan di matikan panggilannya


Argo terus mendengar Tania mengeluh karena dia sedang meriang . Malam itu juga argo pesan pesawat untuk besok pagi


Akhirnya Tania mematikan panggilannya dia sangat lelah dan tak kuat bermain ponsel . Hal itu membuat argo gelisah berkali kali dia menghubungi tapi gak di angkat lagi


Argo langsung memasukan pakaian nya di koper . Memasukan beberapa obat meriang yang dia punya . Tania bilang dia cocok dengan obat yang beli di Indonesia


Gak bisa tidur karena terus memikirkan Tania . Takut Tania kenapa kenapa disana. Mana sendirian


Berusaha untuk tidur tapi gak ngantuk . Akhirnya argo memutuskan bermain PlayStation di kamar sampai jam 4 pagi


Memutuskan untuk siap siap dan menunggu sholat subuh . Setelah itu argo pamit kepada om dan tante nya kalo argo mau ke Australia pagi ini juga


" Kenapa mendadak banget bang ? " Tanya mama Lisa sambil memberikan selembar roti coklat


" Tania lagi sakit Tante . Semalam aku telpon an sama dia kasihan banget suaranya "


Ck !


" Langsung aja kenapa bang , jangan nunda " ucap mama Lisa


Argo menggaruk kepalanya


" Pengen gitu , tapi papa nya Tania yang meminta Tania untuk lulus dulu "


Ayah Bima dan mama Lisa tersenyum


" Turutin aja deh maunya papa Tania . Sabar aja "


Argo mengagguk setelah di siapkan sarapan dan susu nya . Argo langsung pamit . Di antar oleh supir rumah ke bandara


**


Beberapa hari latihan menjadi model di sekolah , Dafa juga latihan dengan Caca dan Dimas mengingat kedua orang tuanya dulu bekerja di stasiun tv pasti punya pengalaman


Hari ini Dimas dan Caca sebagai orang tua menyaksikan pentas Dafa di sekolah . Dari rumah sudah memakai pakaian yang cukup keren . Tak lupa sepatu dan topi yang sudah di siapkan oleh Caca


Selama perjalanan dari rumah ke sekolah . Dimas selalu menesehati kalo dafa kalah anggap aja ini pengalaman tapi kalo juara itu bonus .


Banyak juga temen temen Dafa yang ikut pentas menjadi model pakaian . Caca dan Dimas sudah duduk di bangku yang telah di siapkan


Pemotretan ini tak akan pernah lupa Caca abadikan . Saat acara telah di mulai penonton langsung bertepuk tangan


" Masih ada yang lebih cakep dari Dafa dim "


" Aku udah bilang anggap lomba ini untuk pengalaman Dafa bukan menang atau kalah nya "


Caca mengagguk dia melihat kanan kiri . Di pojok itu Caca mengenal salah satu pria yang pernah menjadi kan Caca bintang ikan


" Dim temen kamu dim "


Dimas menoleh dia melihat arah tangan caca yang menunjuk . Dan kebetulan juga Rian melihat mereka . Rian pun langsung berjalan mendekati Caca dan Dimas mereka menjabat tangan

__ADS_1


" Ngapain lu kesini ? " Tanya Dimas


" Ini acara gue dari kantor . Kita lagi nyari bintang iklan "


Saat acara telah di mulai satu persatu peserta mulai menaiki panggung berjalan ke arah panggung memberikan senyum yang manis . Sorak sorak penonton untuk peserta


Dafa di giliran paling jauh banget karena tadi Caca yang menempelkan nomor urut Dafa .


Sedangkan Rian dan berserta temennya itu sibuk memotret anak anak peserta model


" Halo , perkenalkan nama aku Dafa " ucap Dafa membuat penonton bertepuk tangan


Dafa berjalan dan memberikan senyum terbaik sesuai yang di ajarkan Dimas . Kedua orang tua Dafa pun tersenyum lebar


Break istrirahat untuk panitia memberikan informasi juara . Kebetulan dapat makan dari sekolah Dafa . Caca menyuapi


" Halo ! " Rian mendekati Dafa


Dafa menatap nya dia mencium tangan rian . Rian juga memperkenalkan dirinya


" Om ini temen ayah kamu "


Dimas dan Caca mengagguk . Rian membanggakan Dafa karena fashion nya sangat bagus , dan Rian juga kagum kepada Dafa tadi di panggung sangat bagus


" Kamu mau jadi artis ? "


Dimas langsung mendorong Rian . Tatapan Dimas kepada Rian


" Gak , anak gue gak boleh jadi Artis " ucap Dimas


" Kamu akan memiliki mainan banyak nanti kalo menjadi artis , kamu bisa masuk tv seperti mama kamu "


Dimas mencekam kerah leher Rian . Membuat perhatian di sekolah menatapnya


" Kakak mau " Jawab Dafa


Dimas menatap Caca dan Dafa . Dimas sangat tajam tatapan itu kepada Caca


" Anak Lo mau jadi artis kenapa gak di bolehin ? "


" Jangan menghasut dia jadi artis ! Dunia entertainment itu sangat kejam !!" Ucap Dimas kepada Rian


Dimas mendorong Rian agar menjauh darinya . Sampai Rian jatuh kena aspal


" Om tunggu kamu jadi artis "


" YAN !!" ucap Dimas sedikit teriak


Rian meninggalkan mereka bertiga . Dimas langsung bicara pelan pelan kepada Dafa kalo ayah gak mau Dafa menjadi artis pokonya dunia entertainment Dimas gak suka


" Masih banyak yang harus kamu kejar , kamu bisa menjadi altet , pembisnis , ayah gak mau kamu jadi artis ! "


" Kakak mau jadi mama masuk tv "

__ADS_1


Caca menatap Dimas . Mereka berdua lebih baik diam dulu nanti di rumah baru akan di bicarakan


Setelah break selesai semua peserta terkumpul di panggung . Memberi jawaban pemenang


Dimas dan Caca saling genggam . Sedangkan Rian sudah sangat tertarik dengan Dafa di panggung itu


" Bismillahirrahmanirrahim " gumam Caca


Panitia memberikan nasihat kepada calon yang tidak menang agar lebih semangat lagi jangan pentang menyerah . Juara 3 dan 2 mulai di berikan hadiah . Kini juara satu yang terus di tahan oleh MC karena membuat penonton penasaran


" Juara satu di menangkan oleh Daffa Arya Prasetya kelas 4b "


Dafa tersenyum dia memegang piala dan juga papan berisi nominal 3 juta rupiah . Dimas dan Caca senang anaknya itu menang dan gak sia sia Dimas dan Caca ajarkan Dafa latihan model


Saat panitia memberi informasi bahwa acara ini di sponsori oleh perusahaan periklanan . Dan panitia juga memanggil orang orang penting untuk berjalannya acara


Dimas sudah tahu arahnya kemana tapi dia diam aja . Rian dan partner kerja mengucapkan terima kasih dan di akhir itu Rian meminta Dafa untuk datang ke perusahaan untuk iklan produk


Para siswa / siswi tentu aja mereka iri dengan Dafa . Sudah juara mendapatkan uang dan di jadikan model iklan . Entah itu iklan apa karena Rian belum mengucapkan


Saat acara selesai Dimas menunggu Rian selesai bicara dengan kepala sekolah Dafa . Dimas ingin menegaskan kalo Dafa gak akan datang ke kantor


Rian memberikan kartu nama kepada Dafa karena Dafa sedang bersama kepala sekolah dan Rian juga . Setelah obrolan mereka selesai Rian menjabat tangan kepada kepala sekolah


Dimas menarik kerah leher Rian . Membawanya ke parkiran . Dimas bener bener kesel dengan temen seperjuangan nya itu . Dimas memberi ancaman kepada Rian dan menegaskan anaknya gak akan jadi artis


Rian hanya tersenyum , setelah Dimas memberi ancaman barulah Dimas meninggalkan rian mengajak Dafa dan Caca pulang


Dafa memegang amplop berisi uang 3 juta dari acara lomba . Dia sangat senang walupun gak tau sebanyak apa yang dia pegang


Sampai di rumah dafa langsung heboh dia cerita kepada opa , Oma, Tante diva dan mbak mbak di rumah kalo Dafa juara satu dan mendapatkan uang


Ayah Bima tersenyum cucu nya memang sangat pintar . Ajaran Dimas dan Caca itu memang tak salah . Ayah Bima memeluk Dafa juga mencium pipi tembem nya


" Oppa hadiah dari oppa belum ? Katanya oppa kalo kakak juara mau kasih pizza , donat "


Ayah Bima tersenyum dia mendengarkan saja apa yang Dafa mau . Setelah Caca meminta Dafa berganti baju karena anaknya itu keringetan


Ayah Bima sudah rapi . Dia ingin mengajak Dafa , Ken , Vania , Dara ke mall


" Aku ikut ah yah " ucap diva


Ayah Bima mengagguk . Menunggu lama lagi karena Vania dara dan diva Menganti baju nya


" Mas Ken juga mau ya oppa . Roti coklat "


" Adek juga ya oppa , pizza "


" Vania juga ya oppa eskrim "


Ayah Bima mengangguk aja . Dia akan membebaskan cucu cucunya mau apa saja hari ini anggap aja memberi hadiah kepada Dafa telah mendapatkan juara


" Hati hati ya " ucap Dimas melambaikan tangannya saat mereka sudah menaiki mobil ayah nya

__ADS_1


Keempat anak anaknya itu melambaikan tangannya dan segera keluar dari area rumah mereka


__ADS_2