First Love 2

First Love 2
95. Tidur cepat


__ADS_3

Caca menatap Dimas yang masih bermain game bersama sepupunya itu . Caca hanya diam di depan pintu kamar sambil melipat keduanya tangan di atas dada


" Mau aku yang kesana atau kamu yang kesini ! " Tanya Caca


Dimas mengalah dia menyudahi game nya . Argo memberikan satu kemasan dari kantong celananya itu kepada Dimas . Caca ingin bertanya apa yang di berikan tapi nanti aja di dalam kamar


Keduanya masuk ke kamar melihat Dafa dan dara belum juga tidur . Dafa gak mau tidur di kamarnya karena di tadi melihat kecoa terbang


" Tidurin anak anak dulu sana . Aku mau nengokin sih kembar ! " Bisik Caca


Dimas masuk ke dalam kamar mandi . sedangkan caca menaiki ranjang mulai mengajak keduanya anaknya itu ngobrol tentang hari ini dan dara cerita mimpi tadi tidur siang nya menaiki sepedah bersama Vania . Cukup lama caca menidurkan dara karena Dafa sudah tidur besok sekolah


" Tadi argo kasih apa ke kamu ? " Tanya bersiap siap menganti pakaian


" Gak ada . Mana ada "


" Aku lihat tadi dia ngasih sesuatu sama kamu , apa ? "


" Gak ada Caca . Kamu salah liat kali "


" Aku ngambek ya dim !! " Ancam Caca


Dimas langsung memeluk Caca dia memberi bungkusan obat kuat dari sepupunya


" Biar sama sama puas sayang "


" Tinggal jujur aja pake ngeles segala . Aku gak akan marah kalo kamu itu jujur "


" Em iya sayang "


" Yaudah yuk mau dimana ? " Ajak caca


Dimas terdiam dia tersenyum melihat istrinya sudah tak sabar

__ADS_1


" Tidur cepat ya anak anak . Jangan ganggu ayah sama mama " gumam Dimas


Dimas menarik tangan caca keluar dari kamar . Dia masuk ke kamar Dafa . Karena kamar itu kosong akhirnya mereka jadikan untuk menengok di kembar


" Bulan depan kita bisa tahu dim jenis kelamin apa aja . Aku maunya laki laki dua "


" Aku sih terserah di kasih nya sayang "


***


Keesokan harinya diva mencari Ken dan Vania . Diva sudah bilang tunggu di depan karena bunda mau urus papa untuk berangkat kerja


Diva bertanya sama mbak gak ada yang lihat satu pun . Melihat pintu gerbang terbuka diva mencari penjaga rumah . Dia baru aja keluar dari toilet


" Rio , tadi anak anak keluar kamu lihat ?"


" Saya habis buang air besar Bu "


Diva langsung berjalan ke rumah ayahnya . Dan bener aja . Ken dan Vania baru aja masuk gerbang . Diva mempercepat langkahnya menyusul kedua anak nya itu


Kedua nya menoleh dan berlari ke ruang keluarga , memeluk oppa nya . Nafas diva naik turun . Dia takut banget anaknya itu nyasar main kemana


" Ayah , bener bener ini Ken sama Vania . Aku suruh diam di ruang tamu nonton tv . Aku urus mas Aldo dulu . Aku balik . Mereka malah kesini . Dan gak ada yang tahu mereka keluar " diva menggeleng kepalanya


Sedangkan ayah Bima hanya tersenyum mencium kepala Ken dan Vania yang sama sama tersenyum


" Jangan gitu lagi ya ? Jalanan di luar itu sepi banget . Jangan bikin bunda khawatir "


Keduanya mengagguk . Setelah itu diva kembali lagi kerumah untuk memberi tahu suaminya kalo kedua anaknya itu sudah pintar kerumah ayahnya sendiri .


" Anak anak sudah tahu jalan . Sayang. Mereka kan berkembang disini pasti sudah sangat hapal sekali " ucap Aldo


" Iya tapi aku kesel aja sama Rio . Seharusnya dia jagain gerbang . Bisa bisanya itu Ken sama Vania keluar . Dan pintar banget . Tahu aja kalo orang orang gak lihat mereka . Bisa bisanya pas aku panggil itu anak malah lari . Mungkin mereka pikir takut aku suruh pulang kali ya mas "

__ADS_1


Aldo mengagguk dia melanjutkan lagi suapan sarapan pagi ini berdua dengan diva


" Mas , kapan kita jalan jalan lagi Barcelona mas "


" Nanti ya sayang . Aku lagi banyak pekerjaan "


Diva mengagguk . Diva harus mengerti suaminya itu sibuk bekerja akhir akhir ini


" Gimana dengan sekolah Ken ? " Tanya Aldo


" Lagi belajar menghitung , dan dia sangat pintar membaca iqro mas . Kemarin aku lihat dia sana dafa . Kedua anak itu belajar dengan ayah Bima . Aku dengerin aja kalo Ken sama Dafa itu belajar ngaji "


" Bagus lah "


Hening


" Papa ngajak Vania ke Melbourne "


" GAK. Gak boleh " jawab diva membuat Aldo terkejut


" Ma maf mas haha. Kamu kaget ya denger suara teriakan aku ? "


" Iya " jawab Aldo sambil mengelus dadanya


Diva tertawa . Dia juga kaget reflek tak memperbolehkan anaknya ke sana


" aku gak mau Vania ikut kesana . Papa kamu itu selalu bilang seminggu gak tahunya lebih dari itu "


" Yang ajak Vania itu bukan papa tapi Rifky . Papa telpon aku semalam sekalian tanya kandungan kamu gimana ? "


" Ya tetap aja aku gak mau ah mas . Aku gak mau jauh dari Vania "


" Yaaudah kalo gak boleh "

__ADS_1


Diva mengagguk , bukannya diva ingin jauhkan Vania dari keluarga suaminya tapi diva gak mau jauh jauh dari Vania . Karena setiap malam diva selalu memeluk Ken dan Vania sedang tidur


__ADS_2