
Caca menatap Dimas yang masih bermain game bersama sepupunya itu . Caca hanya diam di depan pintu kamar sambil melipat keduanya tangan di atas dada
" Mau aku yang kesana atau kamu yang kesini ! " Tanya Caca
Dimas mengalah dia menyudahi game nya . Argo memberikan satu kemasan dari kantong celananya itu kepada Dimas . Caca ingin bertanya apa yang di berikan tapi nanti aja di dalam kamar
Keduanya masuk ke kamar melihat Dafa dan dara belum juga tidur . Dafa gak mau tidur di kamarnya karena di tadi melihat kecoa terbang
" Tidurin anak anak dulu sana . Aku mau nengokin sih kembar ! " Bisik Caca
Dimas masuk ke dalam kamar mandi . sedangkan caca menaiki ranjang mulai mengajak keduanya anaknya itu ngobrol tentang hari ini dan dara cerita mimpi tadi tidur siang nya menaiki sepedah bersama Vania . Cukup lama caca menidurkan dara karena Dafa sudah tidur besok sekolah
" Tadi argo kasih apa ke kamu ? " Tanya bersiap siap menganti pakaian
" Gak ada . Mana ada "
" Aku lihat tadi dia ngasih sesuatu sama kamu , apa ? "
" Gak ada Caca . Kamu salah liat kali "
" Aku ngambek ya dim !! " Ancam Caca
Dimas langsung memeluk Caca dia memberi bungkusan obat kuat dari sepupunya
" Biar sama sama puas sayang "
" Tinggal jujur aja pake ngeles segala . Aku gak akan marah kalo kamu itu jujur "
" Em iya sayang "
" Yaudah yuk mau dimana ? " Ajak caca
Dimas terdiam dia tersenyum melihat istrinya sudah tak sabar
__ADS_1
" Tidur cepat ya anak anak . Jangan ganggu ayah sama mama " gumam Dimas
Dimas menarik tangan caca keluar dari kamar . Dia masuk ke kamar Dafa . Karena kamar itu kosong akhirnya mereka jadikan untuk menengok di kembar
" Bulan depan kita bisa tahu dim jenis kelamin apa aja . Aku maunya laki laki dua "
" Aku sih terserah di kasih nya sayang "
***
Keesokan harinya diva mencari Ken dan Vania . Diva sudah bilang tunggu di depan karena bunda mau urus papa untuk berangkat kerja
Diva bertanya sama mbak gak ada yang lihat satu pun . Melihat pintu gerbang terbuka diva mencari penjaga rumah . Dia baru aja keluar dari toilet
" Rio , tadi anak anak keluar kamu lihat ?"
" Saya habis buang air besar Bu "
Diva langsung berjalan ke rumah ayahnya . Dan bener aja . Ken dan Vania baru aja masuk gerbang . Diva mempercepat langkahnya menyusul kedua anak nya itu
Kedua nya menoleh dan berlari ke ruang keluarga , memeluk oppa nya . Nafas diva naik turun . Dia takut banget anaknya itu nyasar main kemana
" Ayah , bener bener ini Ken sama Vania . Aku suruh diam di ruang tamu nonton tv . Aku urus mas Aldo dulu . Aku balik . Mereka malah kesini . Dan gak ada yang tahu mereka keluar " diva menggeleng kepalanya
Sedangkan ayah Bima hanya tersenyum mencium kepala Ken dan Vania yang sama sama tersenyum
" Jangan gitu lagi ya ? Jalanan di luar itu sepi banget . Jangan bikin bunda khawatir "
Keduanya mengagguk . Setelah itu diva kembali lagi kerumah untuk memberi tahu suaminya kalo kedua anaknya itu sudah pintar kerumah ayahnya sendiri .
" Anak anak sudah tahu jalan . Sayang. Mereka kan berkembang disini pasti sudah sangat hapal sekali " ucap Aldo
" Iya tapi aku kesel aja sama Rio . Seharusnya dia jagain gerbang . Bisa bisanya itu Ken sama Vania keluar . Dan pintar banget . Tahu aja kalo orang orang gak lihat mereka . Bisa bisanya pas aku panggil itu anak malah lari . Mungkin mereka pikir takut aku suruh pulang kali ya mas "
__ADS_1
Aldo mengagguk dia melanjutkan lagi suapan sarapan pagi ini berdua dengan diva
" Mas , kapan kita jalan jalan lagi Barcelona mas "
" Nanti ya sayang . Aku lagi banyak pekerjaan "
Diva mengagguk . Diva harus mengerti suaminya itu sibuk bekerja akhir akhir ini
" Gimana dengan sekolah Ken ? " Tanya Aldo
" Lagi belajar menghitung , dan dia sangat pintar membaca iqro mas . Kemarin aku lihat dia sana dafa . Kedua anak itu belajar dengan ayah Bima . Aku dengerin aja kalo Ken sama Dafa itu belajar ngaji "
" Bagus lah "
Hening
" Papa ngajak Vania ke Melbourne "
" GAK. Gak boleh " jawab diva membuat Aldo terkejut
" Ma maf mas haha. Kamu kaget ya denger suara teriakan aku ? "
" Iya " jawab Aldo sambil mengelus dadanya
Diva tertawa . Dia juga kaget reflek tak memperbolehkan anaknya ke sana
" aku gak mau Vania ikut kesana . Papa kamu itu selalu bilang seminggu gak tahunya lebih dari itu "
" Yang ajak Vania itu bukan papa tapi Rifky . Papa telpon aku semalam sekalian tanya kandungan kamu gimana ? "
" Ya tetap aja aku gak mau ah mas . Aku gak mau jauh dari Vania "
" Yaaudah kalo gak boleh "
__ADS_1
Diva mengagguk , bukannya diva ingin jauhkan Vania dari keluarga suaminya tapi diva gak mau jauh jauh dari Vania . Karena setiap malam diva selalu memeluk Ken dan Vania sedang tidur