First Love 2

First Love 2
68. Pasang Gas


__ADS_3

Di tengah asik masak sendirian karena Caca menyuruh mbak mbak menyelesaikan pekerjaan masing masing . Caca juga sanggup kalo buat sarapan sendiri


Teg


Caca melihat kanan kiri . Gak ada seorang satu pun di halaman akhirnya Caca membangunkan Dimas untuk memasangkan gas


" Cepet dong . Dim aku harus buat sayur sama telur kamu . Masang gas doang ko abis itu kamu bisa lanjut tidur "


" Hem "


Masih dengan tutup mata . Caca mulai jail . Menarik tangan Dimas juga menggelitik kaki


" Ah ca ...."


Caca terus menganggu tidur Dimas akhirnya Dimas bangun dia menampakkan wajah kesel nya bahkan Dimas membanting pintu kamar saat mereka berdua keluar


" Kenapa sih masang gas aja harus suruh aku ? "


" Aku takut "


" Jadi menurut kamu . Kalo gas nya meledak terus aku mati . Kamu seneng gitu ? Tanya Dimas sinis


" Yah engak gitu juga . Aku takut masang gas takut meledak "


" Meledak pake karung basah juga gak kenapa kenapa " oceh Dimas


" Kalo gas nya meledak terus kamu duluan yang mati. aku bisa cari yang baru "


Dimas menyudahi masang gasnya dia menatap Caca . Yang di tatap juga takut


" Coba ulangi yang terakhir kamu bilang tadi " ucap Dimas sinis


" Yang mana ? "


" Cari yang baru " ucap Dimas


Caca cengengesan, sampai akhirnya Dimas kesel dia menyentil kening Caca


" Udah tuh . Lanjut masak . Cium dulu disini " ujuk Dimas di pipi


Cup


" Makasih sayang "


" Hem . Aku lanjut tidur ya "


" Iya sayang "


Melihat jam setengah 6 pagi bukannya Dimas ke kamar . Dia melihat ke kamar Dafa dulu . Seharusnya Dafa jam segini sudah mandi dan rapi rapi tinggal menunggu sarapan

__ADS_1


" Mas Ken diam ya "


Dafa sedang mengikat kaki Ken juga tangannya . Hal itu membuat Dimas melihat aja ngapain anaknya itu mengikat kaki Ken


" Aaaaa" teriak Ken


Dafa tertawa terbahak-bahak hal itu membuat Ken terus tertawa juga mengeluh kesakitan


" Ehem " deham Dimas


Dafa langsung melepaskan ikatan nya kaki dan tangan Ken


" Kalo nanti adiknya sakit kamu yang di marahin mama . Kalo bercanda yang bener ya kak "


Dafa menunduk begitu juga Ken . Dimas membuka tas Dafa melihat perlengkapan apa yang di bawa anaknya


" Pakai seragamnya setelah itu turun kebawah nunggu sarapan " ucap Dimas


Dafa mengagguk dia berdiri di depan cermin memakai pakaian batik karena ini hari Kamis . Cukup ganteng Dafa kalo memakai batik seperti orang dewasa . Gak lupa dia memakai parfum yang di berikan oleh om Raka


" Mas Ken bawain tas kakak ya . Ayo kita turun " Ken mengagguk dia membawakan tas nya


Hal itu membuat Dimas menggeleng kepalanya , Daffa seperti bos besar sedangkan Ken . Sudah tahu kakaknya jail masih aja di ikutin


Saat sarapan Dafa telah di siapin dan Dafa makan sendiri. Ken menatap nya dia juga mau . Akhirnya Dafa menawari Ken . Dafa juga yang menyuapkan adiknya itu . Hingga dua kali nambah karena harus berbagi dengan Ken


Setelah selesai makan Dafa seperti biasa nonton tv sambil menunggu susu putih nya hangat


Sepulang dari mengantar kakaknya . Ken juga meminta ingin sekolah juga . Dimas bilang Ken masih kecil paling anak nya itu sekolah di taman kanak kanak


Di antar pulang oleh Dimas kerumah adiknya . Ken langsung menangis memeluk Aldo


" Mas mau sekolah "


Aldo terus mendengar Ken mau sekolah dia ingin memakai seragam dan membawa tas seperti yang kakak nya lakukan tadi . Akhirnya Aldo menunggu diva keluar


Karena engak tega Ken terus menangis meminta sekolah. Aldo akan memasukan Ken sekolah hari ini mungkin besok dia sudah memakai seragamnya


Bunda, papa dan Ken mereka menaiki motor menuju sekolah . Satu gedung oleh Dafa . Di sekolah itu ada TK,SD dan SMP


Setelah selesai memasukan anaknya sekolah dan mendapatkan keperluan yang akan di bawa besok . Akhirnya mereka segera pulang


" Nanti siang kita beli buku sama tas ya mas . Tapi nunggu papa pulang ya . Papa mau kerja dulu "


Ken mengagguk dia mencium pipi papanya


" Semangat kerjanya pah "


" Iya mas Ken . Papa akan semangat kerjanya demi mas Ken sekolah "

__ADS_1


Ken mengagguk


Setelah Aldo pergi . Ken berlari menuju kamarnya , Ken meminta bunda menghubungi Oma Indri


Mereka bercerita terus diva juga bilang kalo Ken besok masuk sekolah . Hal itu membuat mama Aldo sangat bangga kepada Ken karena umur 4 tahun dia sudah ingin sekolah Dan bersemangat belajar


( Adek mana ? )


Ken melupakan adiknya yang masih di rumah oppa Bima


( Mas jemput adek dulu ya Oma )


Diva menahannya saat Ken ingin segera keluar


" Nanti aja jemput nya . Adik kamu masih tidur "


Ken mengagguk dia membuat video call kepada Oma Indri dan oppa Rayhan


( Nanti malam oppa main kesana boleh ya )


( Jangan oppa )


( Kenapa ? Masa oppa gak boleh main )


( Mas mau istirahat karena besok mas mulai sekolah )


Diva menggeleng kepalanya sambil menahan tawa . Di ajarin oleh siapa Ken seperti itu . Sedangkan oppa rayhan juga tertawa


( Jadi kapan oppa bisa main kerumah mas . Masa mau ketemu mas sama adek aja gak boleh )


( Mungkin saat mas Ken libur sekolah )


" Hahaha , astaga mas Ken . Kamu itu kebanyakan main sama Dafa kenapa jadi bicara sama seperti kakak "


Ken tersenyum


( Yaudah oppa nanti malam aja ya . Oppa mau ketemu sama adek Vania bukan mas Ken )


( Boleh , tapi oppa bawa coklat yang banyak ya hahaha )


( Haha gak takut giginya sakit )


( Engak dong oppa . Kan mas minum obat )


Papa rayhan tertawa lagi


( Mas Ken mau main mobil dulu ya oppa )


( Iya , dadah sayang )

__ADS_1


( Dadah oppa )


Diva langsung memeluk anak manis nya itu sejak kapan Ken sepintar itu . Terus dia juga meminta coklat yang banyak . Bisa bisa papa mertua nya membawa satu truk berisi coklat pikirnya


__ADS_2