
Makan siang itu juga Dimas bersama argo mereka janjian di salah satu mall bahas mengenai bisnis baru mereka . Keduanya sama sama ingin memulai bisnis yang baru bukan hanya toko ponsel aja
Sedangkan Raka tadi mengajak kakak iparnya untuk makan dan sekalian juga traktir tapi malah Dimas menolak nya
Raka mengajak putri untuk makan di luar . Menaiki mobil putri . Raka baru tahu ternyata putri memiliki mobil . Karena Raka gak bisa mengendarai akhirnya dia menjadi penumpang
Mereka makan di salah satu restoran khas Jepang . Keduanya turun dan masuk kedalam itu
" Om Raka ..." Teriak Ken
Raka menoleh dia mengenal suara khas anak kecil itu
" Raka ..." Panggil Aldo
Raka mencari keberadaan yang bersumber suara itu . Raka mengajak putri untuk menyusul mas Aldo
" Mau makan juga . Sini bareng . Mas cuma berdua doang sama Ken " ucap Aldo
Ken mengagguk dia menyuruh om nya itu duduk di samping nya sedangkan putri duduk tepat di samping Aldo
" Ayo pesan pesan . Biar sekalian "
Raka tersenyum mesam niatnya Raka ingin traktir putri, malah Raka yang di traktir sama mas nya . Aldo memanggil pelayan lagi untuk memesankan dua tamu nya itu
" Ken baru pulang sekolah ? Adek Vania mana ? " Tanya Raka sambil merangkul keponakanya
" Di rumah om Raka . Mas kan di jemput sama papa ya pah "
Aldo mengagguk sambil tersenyum
" mas Ken kenalin itu Tante putri , temen nya om Raka " ucap Raka mengenalkan kepada Ken
Ken turun dari duduknya . Memutar bangku restoran menyalimi putri . Membuat putri terkejut karena Ken begitu sopan kepada putri . Ken kembali lagi duduk di samping Raka
Saat makanan Raka dan putri datang mereka memesan ramen . Tiba tiba sumpit putri jatuh . Saat mengambil di bawah . Kepalanya terbentur meja
" Aw ...."
Ck !
" Kamu itu ceroboh banget , begini aja ceroboh apalagi pekerjaan ? "
Raka terdiam menduduk . Kalo Aldo sudah marah membahas pekerjaan membuat Raka takut sekali . Seperti sekarang ini jantung Raka dag dig dug
Makan begitu tenang hanya ada suara garpu Ken dan sumpit Aldo . Tiba tiba gelas yang Aldo punya tumpah oleh putri
Putri dan Aldo langsung bangun . Untung nya hanya basah di meja tak di Pakaian mereka
__ADS_1
" Mbak ..." Ucap Aldo sedikit teriak karena kesal oleh putri
Karyawan pun langsung membersihkan meja yang basah itu
" Kamu bisa gak pelan pelan kalo mau sesuatu. Sudah tiga kali dalam hitungan menit kamu membuat ulah " ucap Aldo tegas
Putri menunduk kepalanya karena dia merasa bersalah . Sedangkan Ken dan Raka juga takut kemarahan Aldo . Mereka tak melanjutkan lagi makan nya
" Awas ya kalo ada lagi yang jatuh . Pernah gak sih makan di restoran . Norak banget "
Kata kata Aldo membuat putri ingin sekali menangis . Dia merasa terhina oleh Aldo dengan kata pernah gak sih makan di restoran . Seolah putri itu orang yang sangat rendahan sekali di mata Aldo
Kali ini putri makan dengan hati hati berusaha tak ceroboh seperti tadi . Mereka berempat makan dengan tenang kali ini
**
Sepulang bekerja malam nya . Para lelaki mengajak untuk Nongkrong di luar hanya minum kopi aja . Diva dan Aldo setuju tapi menunggu kedua anak nya tidur . Begitu juga dengan Dimas karena kedua anaknya sudah tidur jam 9 Caca harus banget sudah menidurkan anak anak nya apalagi Dafa
" Kalo kamu gak mau ikut . Aku ajak selingkuhan aku "
" Silahkan , gue gak ngelarang kan selagi gue bisa sabar . Gue bebasin dim . Jangan jemput gue kalo gue gak mau balik lagi kesini . Gue bebasin juga Lo bawa anak anak . Gue tinggal sama kembar " ucap Caca membuat Dimas diam
Dimas memakai sweater dan juga celana pendeknya dia duduk di samping Caca yang bermain ponsel chatting an dengan sepupunya
" Capek ca orang dari kemaren di ajak ribut Mulu . Tinggal jalan doang ini . Kasian yang lain nunggu "
Dimas memeluk Caca tapi Caca langsung mencegahnya
" Yang , aku sebagai suami kamu . Nurut . Cepat ganti baju kamu . Ikut aku !!"
" Gak "
Dimas menggeleng kepalanya dia mengambil ponsel Caca melempar ke atas ranjang
" Mau ikut atau gue pake sekarang " ancam Dimas
Akhirnya Caca terpaksa ikut bukan karena Caca menolak ajakan Dimas . Karena Caca capek drama terus dengan suaminya
Dimas menunggu sambil melihat ponsel Caca sekalian Dimas transfer uang ke rekening nya untuk jalan nanti
" Ayo dim " ajak Caca
Dimas memberikan ponsel Caca kepada istrinya . Saat Dimas ingin memegang tangan Caca . Caca menepiskan
" Jangan bersikap dingin nanti di depan Aldo diva ya "
" Bodo amat " jawab Caca berjalan terlebih dahulu
__ADS_1
Mereka ketemuan di depan komplek . Sudah ada mobil Aldo dan argo . Langsung aja Dimas mengikuti mobil argo kemana sepupunya itu berhenti
" Kamu harus tahu . Mama itu tadi lihat kita berantem "
" Udah tau " ketus Caca
" Gak ada sopan sopan nya sama suami . Ngomong ketus terus " marah Dimas
" Kamu nya ngehargain aku gak ? Kamu aja gak ngehargain aku . Gimana aku mau hargain kamu ? "
Dimas menatap menoleh kepada Caca sesaat . Lalu menatap arah jalanan lagi . Saat berhenti di lampu merah Dimas menyentuh perut Caca yang sudah buncit
" Kenapa sih orang mau pegang anak aku aja gak boleh " ucap Dimas kepada Caca karena Caca menolak tangan Dimas
" Jangan lama lama , tuh lampu hijau "
Ck !
" Kalo gak mikirin hamil udah gue smakdown lu " ucap Dimas
" Hamil juga gapapa . Biar keluar cepet anaknya "
" Kamu tuh kurang ajar banget ya ca . Aku lagi marah Lo ini sama kamu . Jangan sampai kita pulang sekarang biarin Aldo , diva argo nongkrong bertiga "
Caca terdiam karena suara Dimas begitu tegas . Dimas memberhentikan mobilnya di pinggir dia mengubah duduknya
Dimas memaksa rok Caca untuk membukanya . Lalu Dimas memasukan tangannya kedalam celana istrinya . Walupun Caca menolak tapi Dimas memegang kedua tangan Caca untuk kebelakang
" Dim ...sh..... Gila lu dim "
Dimas tersenyum miring dia memainkan bawah istrinya dengan tangan nya . Membuat Caca terpaksa melebarkan kakinya untuk memperdalam Dimas
Begitu juga dengan Caca . Tangan Caca sudah dilepas oleh Dimas dia sedang meremas rambut suaminya dan mencium kening suaminya , pipi nya yang sangat tembem itu
" Maafin aku ya yang . Aku janji gak akan lakuin itu lagi . Kalo kamu gak mau maafin aku . Aku gak akan lepasin tangan aku "
" Shhh ... Sayang ..."
Dimas mempercepat temponya membuat Caca semakin gila lagi . Padahal dengan jari . Itu sudah membuat Caca berada di puncak
" Dim .... Le...lepas ... Aku ... Ga .... Tahan .... Sa...yang... Dim... Ak..u mo..hon...shhhh mmmmmmh"
" Maafin aku ya sayang ... Aku gak suka hubungan kita seperti ini . Kamu kurang ajar sama aku . Kamu cuek sama aku . Aku butuh perhatian kamu ca . Bukan anak anak kita aja sayang "
" Iya .... Shhhh... Lepas .... Lepas dim .... Jangan bikin gue melayang disini ..."
Dimas melepaskan tangannya dia mencium tangannya yang habis bermain di bawah itu . Dimas juga mendorong kepala Caca . Mereka berciuman dengan ***** . Hanya ada suara kecupan di dalam mobil itu
__ADS_1
Sampai akhirnya dering telpon Dimas berbunyi panggilan dari argo kalo dia sudah sampai di cafe nya