
Tania kembali ke kantor tanpa sepengetahuan Raka dan juga mba Gista
Tentu aja dengan pakaian kerja dan juga tas laptop nya , tania mendekati meja Raka
Raka yang menyadari ada orang di depan nya itu melihat ke atas
" Loh " Raka terkejut sampai mundur bangku roda nya membuat Tania tertawa
Raka langsung beranjak bangun dia tak percaya kenapa Tania datang
" Kak Dimas ada ? " Tanya Tania
Raka mengagguk dia langsung berjalan ke arah ruangan kakak iparnya itu membuka pintu nya . Dimas yang tersadar ada yang membuka pintu nya . Baru banget Dimas ingin bertanya kenapa . Tapi ketukan pintu membuat Dimas langsung diam
" Kakak " panggil Tania
Dimas beranjak bangun , berjalan ke arah meja tamu. Keduanya pun langsung membahas pekerjaan
Tania mau sebelum mengambil ahli direktur keuangan lagi . Dia ingin melihat satu tahun terakhir ini . Apakah bener masalah yang Dimas bilang itu
Akhirnya Dimas pun meminta mbak Gista untuk mengantar Tania ke ruangan
Berjam jam Tania di ruangan itu . Terlihat panik juga direktur penganti nya . Dari awal melihat laporan . Tania sudah tau pasti ini orang gak beres karena sangatlah berantakan sekali. Tapi Tania ingin memastikan semuanya dan berapa kerugian yang di alami perusahaan
__ADS_1
Tania langsung tersenyum licik , Tania juga meminta Dimas untuk datang ke ruangan direktur keuangan
Ada salah satu laporan yang bermasalah besar . Setelah Dimas datang Tania memberikan nya
Laporan satu merugikan 11 miliar , di laporan kedua 500 juta dan beberapa laporan lain lainnya di bidang restoran, perhotelan . Total semua kerugian 50 miliar
Dimas menatap Tania , apakah ini benar laporan perusahaan nya . Tania tidak mengeluarkan kata kata tapi Tania mengagguk kepalanya
Dimas langsung mengepalkan tangannya dia benar benar bodoh dalam hal keuangan, bisa bisanya Dimas percaya dengan direktur keuangan pengganti Tania
Dimas langsung menghubungi security untuk borgol tangan nya . Karena Dimas akan mengintrogasi siapa tahu ada orang di belakang nya
Dimas juga menghubungi pengacara ayah Bima , kalo sudah seperti ini kayanya Dimas akan jalur hukum
Kecuali dia bisa membalikan uang perusahaan 50 miliar , Dimas akan membiarkan dia pergi
Dimas tidak tahan ingin memukul wajah nya , sombong sekali . Akhirnya Dimas memilih untuk membawa dia ke polisi biar polisi lah yang interogasi lebih lanjut
Dimas langsung pergi ke control room . Dia ingin tahu apa saja yang di lakukan direktur keuangan . Dimas menggeleng kepalanya hidup nya berfoya foya.
" Aku akan bantu kakak , Aku akan bekerja keras di perusahaan ini " jelas Tania
Dimas mengagguk dia akan mempercayai Tania . Selama dulu Tania membantu Dimas bahkan perusahaan nya sangat untung banyak tetapi saat Tania keluar menjadi menurun
__ADS_1
Dimas menutup matanya dengan lengan , gimana bisa Dimas bisa percaya ini semua , kelemahan Dimas adalah dia mempercayai semua orang baik justru hal itu membuat orang lain bisa seenaknya dengan Dimas
***
Beberapa hari kemudian akhirnya Dimas menyerahkan semuanya kepada pengacara Dimas . Dimas hanya terima semua laporan . Direktur keuangan itu juga mengembalikan setengah uang perusahaan tetapi tetap aja Dimas ingin 50 miliar itu kembali . Tapi mana mungkin
Semua akses harta di sita dan menjadi barang bukti di polisi.
Selama kejadian itu juga besok nya Tania mulai bekerja kerja , Tania menata kembali ke awal supaya menjadi rapi lagi
Tania ingin bekerja sesuai dengan yang Tania mau , bukannya setiap orang beda beda dalam melakukan pekerjaan . Dan Dimas juga tidak mempermasalahkan Tania dalam bekerja
Sejenak Tania berfikir dia langsung keluar dari ruangan nya masuk ke ruangan Dimas
" Ada apa Tania ? " Tanya Dimas memberhentikan aktivitas
" Kak boleh tidak , Raka kembali sama aku lagi . Aku butuh Raka buat bantu aku " minta Tania
Tania cocok dengan Raka dalam bekerja , kedua nya juga sama sama pintar mengurus keuangan
" Baiklah , kakak suruh Raka kesini dulu "
Dimas menghubungi Raka lewat telpon kantor . Raka pun segera masuk ke ruangan Dimas
__ADS_1
" Kamu bantu Tania ya , biar nanti mbak Gista yang bantu kakak "
Raka mengagguk , setelah berbicara seperti itu Tania memberikan beras dan laporan. Tania juga meminta Raka membawa laptop nya bekerja di ruangan Tania