First Love 2

First Love 2
Bodyguard


__ADS_3

Dimas maupun Tania gak bilang keluarga kalo mereka akan kembali ke Indonesia . Beberapa jam di pesawat tepat jam 12 siang mereka tiba di Indonesia


Tiba tiba mata Dimas dan Tania menatap orang bertubuh besar dan tegas


" Bos " panggil salah satu sosok pria tegas itu


Dimas menggeleng kepalanya di belakang itu ada ayah Bima dan papa rayhan


" Dimas ! Tania ! Kamu kelewatan ya " ucap papa rayhan sedikit marah kepada mereka berdua


Papa rayhan menunjukan berita Dimas yang di godaan oleh orang Mark dan berita gagal Dimas bekerja sama dengan Mark juga masuk berita jepang . Jangan salah ternyata papa rayhan bisa mengerti bahasa jepang sedikit sedikit


" a i itu " ucap tania berusaha ingin menjelaskan


" bisa bisanya kamu pergi bertiga tanpa bodyguard , buat apa kamu bayar mahal mahal untuk jagain kamu dari jauh , jaga keluarga kamu dari jauh tapi kamu pergi aja gak di bawa " ucap ayah Bima


Dimas melebarkan matanya , ayah nya tahu dari mana kalo diam diam Dimas menyuruh mereka untuk menjaga Caca, dafa dan dara . Tak hanya itu Dimas juga menyuruh mereka untuk menjaga keluarga tercintanya seperti diva dan keluarga kecil nya itu


Dimas gak suka di ikutin apalagi di buntutuin kemana mana dengan orang orang di belakang nya.  Dimas merasa gak bebas mau ngapain aja . Begitu juga tania dia ga suka ada yang ikutin karena tania sudah terbiasa hidup sendiri


Akhirnya papa rayhan mengajak ketiganya untuk ke kantor , kedua orang tua itu ingin tahu cerita selama Dimas dan tania bersusah payah disana


Dimas dan tania menceritakan tentang selama di Jepang sana , Dimas di jebak datangin wanita cantik dan di bohongin oleh Mark,  lalu cari partner baru


" Kamu ga perlu menjadi orang yang ngemis ngemis gitu . Seharusnya kamu kembali ke Jakarta ga perlu di perjuangkan.  Masih banyak orang di dunia ini yang mau bekerja sama dengan kita " ucap papa rayhan


Kalo Dimas pikir pikir memang juga sih sampai segitunya Dimas dan tania perjuangkan perusahan nya . Tapi di akhir tania menjelaskan dia bekerja sama dengan dua perusahan . Hingga akhirnya papa Rayhan dan ayah Bima menatap kagum dengan dua anaknya ini


" Mulai hari ini ayah mau kamu manfaatkan bodyguard kamu Dimas.  Kamu itu orang terpenting, kita gak tau siapa aja yang jahat sama kita apalagi ini dunia pebisnis . Jangan nolak ayah Dimas,  ayah yang begini aja masih bisa di tipu apalagi kamu . Masih muda , bisnis dimana mana "


" iya ayah " jawab Dimas sambil menunduk kepalanya


Hening


" Yaudah kamu pulang temui Caca sama anak anak , jelasin yang sesungguhnya seperti apa sama Caca. Untuk sekarang biar ayah yang gantiin kamu "


Dimas beranjak bangun dia mencium tangan Ayah Bima dan juga papa rayhan . Keduanya segera pulang di antar oleh masing masing supir kantor dan di belakang itu juga ada bodyguard


Drt..


( ...... )

__ADS_1


Panggilan di matikan , bodyguard itu mengarahkan supir untuk berhenti di pinggir jalan


" pak bos , istri anda di rumah sakit "


Dimas menoleh ke arah bodyguard nya


" CEPAT KERUMAH SAKIT !!! " bentak Dimas kepada dua orang di depan nya itu


Dimas langsung menghubungi mama , atau dafa . Sama sekali dua orang itu gak ada jawaban . Akhirnya Dimas menghubungi mama mertuanya


Dan benar Caca lagi berada di rumah sakit,  saat ini istrinya itu lagi persiapan untuk melahirkan


( masih lama kan ya ma lahirannya ? ) Tanya Dimas


( kemungkinan sore atau malam dim , kamu dimana? Kenapa Caca mau melahirkan kamu belum juga pulang ) omel sang mertua


( Dimas lagi di jalan mau kerumah sakit ma, tunggu Dimas sebentar)


( mama mikir kamu masih di Jepang,  yaudah hati hati dim . Kabarin mama kalo sudah di rumah sakit . Nanti mama jemput )


( iya ma, terima kasih ya mah , tolong titip Caca dulu sebentar sampai Dimas datang ) ucap Dimas sopan


Di sela sela Caca sesak nafas Dimas berusaha untuk membantu menenangkan dengan alat. Berkali kali Dimas memasangkan dan melepaskan


" sudah cukup 4 aja , aku gak tega ngeliat kamu yang " ucap Dimas


" katanya mau 6 atau 8 " goda Caca sambil tertawa


Dimas tersenyum dia menjewer telinga istrinya,  sudah tau Dimas lagi takut banget . Dimas selalu takut kalo detik detik Caca mau lahiran


" Aku mikirin yang , anak kita kembar , yang satu nangis pasti yang satunya lagi nangis juga . Apa bisa kita ngurus keduanya yang ? " Tanya Dimas


Caca menatap Dimas , Caca juga berpikir seperti itu apa bisa Caca ngurus kedua anak kembarnya


" Bismillah ya dim " balas Caca sambil megenggam tangan suaminya


Keduanya berlatihan jalan supaya bayinya itu lebih cepat untuk keluar dan dokter bilang supaya Caca ga sakit nantinya


Hingga akhirnya mama Lisa membawa makan siang untuk Caca dan Dimas.  Ruangan itu hanya memperbolehkan Dimas dan Caca aja masuk selebihnya gak boleh


Jadinya keduanya hanya bisa makan berdua, sambil ngobrol . Dan tak lupa Dimas selalu terbuka oleh Caca.  Apapun itu mau buruk ataupun baiknya

__ADS_1


" Pasti kamu menikmati tubuh sexy nya ya ? " goda Caca sambil terkekeh


" mana ada ca , aku itu takut banget , apalagi pas aku tiduran . Dia megang ini aku . Ya aku reflek bangun lah "


Caca menggeleng kepalanya


" kok dia jahat banget ya dim , padahal kalian itu baru aja kenal "


" Yah gitu lah dunia bisnis sayang , tapi gapapa sayang . Aku selalu anggap yang begitu itu pengalaman aku . Semoga kedepan nya aku lebih hati hati lagi nyari partner "


Caca mengaguk dia mengelus kepala suaminya itu . Caca juga mengarahkan Dimas untuk duduk di atas ranjang . Caca ingin memeluk suaminya


" gimana liburan anak anak di rumah mama kamu , kok aku gak ada kabarnya sayang "


Caca menyentil telinga suaminya


" gimana mau ada kabar , kamu itu susah tahu di kabarin . Mentang mentang lagi di luar negeri "


Hahaha


" Yaudah gimana ceritain sayang , kamu bertele tele "


Huh !


Caca menceritakan selama tinggal di rumah orang tuanya , kedua anaknya itu lebih suka di rumah orang tuanya karena mereka di bebaskan makan permen, eskrim , tanpa bantu bantu . Tapi inisiatif mereka adalah membantu nenek nya lagi ada orderan . Seperti dafa yang ikut karyawan mama mengantar orderan dan pulang nya di berikan uang oleh nenek nya .


Hal hal seperti itu yang membuat dafa jadi betah di sana . Begitu juga dengan dara ikut kepasar dengan nenek dan kakek nya pulang pulang dia di berikan jajanan


" boleh aku tidur dim ? " Tanya Caca


Dimas membantu Caca untuk merebahkan tubuhnya tak lupa menarik selimut sampai leher nya , Dimas mengecup perut Caca


" dek, cepat keluar ya , ayah pengen ketemu "


Dug


Seketika Dimas dan Caca melebarkan matanya . Kedua anaknya itu merespon ucapan Dimas


Dimas tersenyum dia mengecup lagi dan terus menerus Dimas ajak ngobrol . Hingga akhirnya dengkuran halus Caca terdengar


" bisa bisanya di saat aku lagi deg deg an begini kamu malah tidur sayang" gumam Dimas sambil mengelus rambut panjang Caca

__ADS_1


__ADS_2