
Kring ...kring
( halo )
( tania kamu ke ruangan saya sekarang ) ucap Dimas
( iya kak ) jawab tania
Tania menaruh gagang telpon dia segera memakai sepatu nya , pergi ke ruangan Dimas di sebelah ruangan nya
Di dalam ruangan itu juga ada raka yang sedang berbicara kepada Dimas
" Kamu wakilin meeting sama orang moderlan ya , cuma tawar harga aja ko . Jam 2 nanti kamu kesana di temani raka . Kamu baca dulu berkas nya untuk menjaga jaga aja takutnya mereka mengetest kamu " jelas Dimas
Tania mengangguk dia menerima berkas nya
" Nanti sama raka juga , dia nemenin kamu " ucap Dimas lagi
Tania mengangguk setelah Dimas Selesai berbicara barulah tania dan raka segera keluar
Sesampainya tania dan raka di salah satu restoran mewah di Jakarta. Mereka berdua di sambut baik oleh partner kerja nya
Sudah berumur , dan kalo di lihat dari wajah nya sekitar 40 ke atas lah . Pikir tania
Tania menyambut nya dengan ramah begitu juga dengan raka . Walupun tadi sempat caggung karena pertama kali jalan setelah tania tahu raka belum bisa move on
" Saya direktur keuangan, perkenalan nama saya Tania Januar Radani " ucap nya sambil tersenyum
" Kamu Adik nya Aldo Januar Radani ? " Tanya Mas deni
" Betul , saya kebetulan adik yang paling bontot hehe "
Tania mencoba mencairkan suasana di dalam restoran private ini . Mereka pun menyuruh tania dan raka untuk duduk
Menyegarkan tenggorokan untuk memperlancar presentasi nanti . Tanpa berkata kata meeting pun di mulai . Mendadak serius
Krek
Saat pintu di paksa buka . Tania dan raka menoleh . Bukannya kalo lagi meeting seperti ini engak ada yang boleh masuk atau pun menganggu
Pak Deni beranjak bangun , begitu juga dengan tania dan Raka
" Perkenalkan ini anak saya , Rey kenalin ini tania . Tania kenalin ini rey " ucap Pak deni
Tania menyambutnya . Begitu juga dengan rey
Mereka kembali duduk , acara tawar menawar pun langsung di tentukan . Tatapan rey kepada tania membuat raka sangat sangat kesal
__ADS_1
Walupun raka lagi berusaha buat move on tapi tetap aja raka engak suka ada laki laki lain selain keluarga nya yang menatap tania seperti itu
Saat pak deni sudah mulai menandatangani surat nya , begitu juga dengan tania sudah menandatangani. Meeting pun selesai
Mereka makan siang bersama
" Oh iya , tania sendiri , gimana apa masih kuliah atau sudah lulus. Kalo menurut dari latar nya masih umur 20 an ya " ucap rey
" Saya masih kuliah sedang melanjutkan mendirikan magister , dan ya betul saya masih berumur 22 . Masih muda bukan ? " ucap tania sambil tersenyum
Pak deni dan rey tersenyum, ternyata tania anak yang ramah dan smart nyambung di ajak ngomong . Tiba tiba rey menatap tangan kanan tania memakai cincin di jari manis nya
" Pakai cincin di jari manis , supaya di kira sudah menikah ya " ucap rey sambil tersenyum
Tania tersenyum meremehkan , sudah sering sekali dia berhadapan dengan pria pria yang hanya melihat cover kecantikan tania
" Memang saya sudah menikah , saya sudah memiliki suami "
Seketika ruangan itu mendadak hening
" Haha mampus ! " geram raka ketika dirinya melihat wajah rey sudah pucat
Rey menatap tania tak percaya , umurnya engak jauh beda bahkan rey ingin meminta papa nya untuk menjodohkan rey dengan tania . Rey juga melihat raka . Seperti nya laki laki yang di hadapan nya ini meremehkan rey
Drt ...
Makan siang berlanjut , Seketika engak ada obrolan tapi kadang mas deni lah yang membuka obrolan dengan menanyakan pendidikan tania maupun raka
Mas deni baru tahu raka masih awal awal masuk kuliah, kirain sama hal nya dengan tania sedang pendidikan s2
Rey kembali masuk lagi entah emang orang . Melanjutkan makan lagi sama hal nya dengan tania,raka dan papa nya
" tania itu adik nya aldo loh rey " ucap deni
Tania mengangguk tersenyum
" berarti adiknya Rifky juga ya ? "
" Iya , mas rifky " jawab tania
Mas deni dan rey mengangguk , tapi tak lama kemudian dia membuka suara lagi
" Dulu saya sama rifky satu kampus , temen nongkrong. Tapi suatu Seketika dia pindah karena patah hati "
Tania dan raka menoleh
" Patah hati ? " Gumam tania
__ADS_1
Jujur tania baru tahu kalo mas nya itu pindah karena patah hati , yang tania tahu mas nya pindah karena salah jurusan
Tadi nya rifky masuk fakultas bahasa lalu ke Universitas Pelita Harapan fakultas bisnis . Karena papa rayhan meminta kepada anak anaknya untuk masuk sekolah bisnis aja
" sedikit cerita , dulu temen nongkrong aja di kampus, Rifky memang orang nya terbuka dia bilang suka sama cewek ini dari SMA bahkan dia Tanya tanya sama temen nya cewek itu nanti mau kuliah dimana . Akhirnya rifky juga ikut lah kuliah di tempat itu . Tapi setelah rifky kejar dan Ga dapat . Dan cewek itu juga sudah punya kekasih . Akhirnya rifky pindah karena dia bilang biar move on "
Tania cukup serius mendengarkan cerita rey
" Siapa ya nama nya , lupa deh . Bentar inget inget dulu " ucap rey
Yang di anggukin tania
Hening
" Oh ya , diva . Diva andini "
Raka dan tania terkejut , itu nama kakak ipar mereka
" Kak diva . Istrinya mas aldo sekarang " ucap tania
Rey sama hal nya dengan deni terkejut, kenapa jadi sulit begini . Rifky yang suka dengan diva tapi kenapa jadi aldo yang jadi pemenang nya
" Pertemuan kita kali ini membahas bisnis dan juga gosip ya hehe " ucap mas deni
" Maaf ya mas , eh om " ralat tania
Mas deni menggeleng kepalanya
" Gapapa , Supaya kita saling silaturahmi aja . Kalo bukan begini rey engak akan tahu kalo kamu itu adiknya rifky juga "
" Betul pa" jawab rey
" Iya om " jawab tania
Makanan begitu saja semua habis , tapi rey sudah lama engak mendengar kabar teman nya itu
" Rifky gimana sekarang , sudah lama engak ada kabar dia ? "
" Alhamdulillah sehat , sekarang lagi ngurus bisnis keluarga aja sih , sama menjaga kak dinda . Istrinya mas rifky "
Rey mengagguk, sampai akhirnya mas deni mendapatkan telpon dari orang lain dan dia harus segera pergi . Begitu juga dengan tania dan raka dia harus kembali ke kantor . Jam pukul 4 sore . Seharusnya tania dan raka harus pulang
" Biar aku aja yang bawa berkas nya " ucap raka
Tania mengangguk dia segera berjalan terlebih dahulu menenteng tas dan juga kunci mobil yang dia genggam. Selama perjalanan itu juga mereka hanya diam . Karena sama sama capek . Bahkan raka sangat mengantuk dan terus menguap
perjalanan menuju kantor memakan waktu 1 jam , padahal jarak mereka hanya dekat sekali maklum lah jam segini orang pada pulang kerja
__ADS_1
mereka sampai di kantor hanya menaruh berkas lalu segera pulang , beberapa karyawan yang masih berada disini mungkin karena lembur . melihat ruangan Dimas juga sudah terkunci bahkan sudah di matikan lampu nya oleh mba gista sendiri