First Love 2

First Love 2
118. Mas jadi maling


__ADS_3

Sejak acara resepsi selesai dan jam 8 malam Argo dan Tania masih tetap di dalam kamar karena mereka akan keluar di jam 9 malam


Tentunya mereka melangsungkan acara tertunda selama hampir 5 tahun ini . Ternyata begini rasanya menyerahkan mahkota kepada suami . Sejujurnya Tania sama sekali gak canggung karena mereka sering melakukan nya tapi berbeda dengan hari ini . Karena sudah halal


" Kamu udah siap ? Kunci mobil Abang udah sama aku " ucap Tania


Argo mengagguk dia terus mencerminkan rambutnya supaya keren . Masa udah dandan ganteng memakai jas kemeja putih dan sepatu tertutup rambutnya berantakan . Yang bener aja !


Teriakan di depan kamar membuat argo dan Tania terdiam saat mereka membuka gagang pintu


" Kaya suara anak anak ya di depan ? " Tanya argo


" Hem "


Saat keduanya keluar benar aja . Keempat keponakan itu sedang main petak umpat


" Mas jadi maling " ucap dara


Hal itu membuat argo dan Tania mengucapkan istighfar . Apa gak bisa main yang lain . Bisa bisanya anak seumuran Vania dan dara bisa tau tauan maling


" Uncle ..." Teriak Dafa


Dafa terlebih dahulu berlari mendekati uncle nya


" Uncle mau kemana ? Kakak ikut ya "


Argo dan Tania saling tatap . Gimana bisa mereka mau bulan madu di restoran masa keponakan ikut


" Mau antar Tante Tania ke rumah sakit , udah main aja sana . Jangan ikut " tolak argo


" Yah uncle ! Sombong "


Dafa langsung meninggalkan uncle dan pacar besarnya itu . Dafa melanjutkan lagi main polisi dan maling malingan nya


Keduanya suami istri itu langsung ke area parkir keluar dari area hotel . Jalanan tiba tiba saja macet hal itu membuat argo dan Tania sangatlah sabar

__ADS_1


" Kamu niat kuliah dimana ? " Tanya argo membuka suara


" Paling LSPR atau UPH " jawab Tania


Argo mengagguk dia megenggam tangan sang istri


" Yang penting kamu melanjutkan pendidikan kamu disini , aku nemenin kamu . Bukannya aku gak mau kita LDR tapi kita itu sudah menikah aku gak mau kejadian kita sebelum menikah tiba tiba masa lalu aku datang dan masa lalu kamu juga datang . Aku mau kita bareng bareng " jelas argo


" Iya Abang , tania juga gak mau pisah sama Abang . Karena Tania sudah menjadi istri Abang . Jadi Tania harus ikutin yang Abang mau "


" Cakep ! Pintar banget sih istrinya aku "


Cup


***


Setelah sarapan bersama , orang tua membicarakan bisnis nya . Dan seketika Dimas ingat dulu Tania itu menjadi direktur keuangan


Dimas kagum dengan hitung hitungan Tania . Setelah obrolan orang tua selesai Dimas barulah berbicara


" Kamu ada niat kembali ke Melbourne kah ? " Tanya Dimas kepada Tania


" Mau focus jadi ibu rumah tangga sambil kuliah atau mau di tambah lagi ?" Tanya Dimas


Dimas menatap argo juga Tania . Jujur Dimas gak enak meminta Tania untuk menjadi direktur keuangan lagi


" Pengen nya sih ada kesibukan lain selain ibu rumah tangga dan kuliah . Pengen praktekin juga jurusan aku ke lapangan kerja " jelas Tania


Dimas mengagguk


" Kenapa ? Ada apa ? Gua tau Lo minta sesuatu sama Tania " ucap argo sambil tersenyum kepada sepupunya


" Kalo boleh sih , Tania balik lagi sama gue . Gue butuh dia banget " ucap Dimas


Tania justru mau banget , tapi gimana dengan argo

__ADS_1


" Selagi dia bisa bagi waktu antara menjadi istri dan mahasiswi . Gua gak masalah " ucap argo


Tania tersenyum senang


" Jadi aku di bolehin ? " Tanya Tania kegirangan


Hal itu membuat semua di meja makan menatap Tania yang sedang bahagia


" Eh maaf " ucap Tania tersadar karena begitu bahagianya


" Kamu jangan senang dulu , urus pindahan kamu . Kalo semua sudah selesai pindah lalu kamu sudah dapat kampus . Baru aku izinin " jelas argo


Tania langsung memeluk sang suaminya


" Makasih Abang " ucap Tania


Dimas tersenyum akhirnya Tania kembali bekerja di perusahaan lagi . Selama ini Dimas sangat sibuk . Dimas lebih percaya mengurus keuangan adalah keluarganya sendiri . Selama ini Dimas kurang yakin dengan orang baru . Apakah dia korupsi atau ....


Dimas gak mau menyalahkan yang ada malah suzon kepada orang lain . Setelah acara sarapan selesai mereka kembali ke kamar masing masing untuk kembali ke Jakarta


Saat semuanya ingin kembali masing masing ada moments untuk foto keluarga di depan hotel. Entah kenapa Dimas dan Tania sangatlah dekat


Menunggu keempat anak anaknya yang gak mau kembali ke Jakarta karena asik memberi makan domba akhirnya para orang tua membiarkan anak anaknya melakukan memberi makan terlebih dahulu dari pada mereka selama perjalanan terus ngambek


Dimas cerita kepada Tania direktur keuangan yang sekarang, beberapa bulan lalu sempat terjadi masalah karena ada penurunan tapi saat itu Dimas tidak datang ke kantor karena ada meeting di luar


Dan Dimas di beri tahu oleh mbak Gista masalah terjadi di kantor . Tania hanya mendengarkan di pikiran Tania terus berfikir gimana cara menyelesaikan masalahnya


" Mungkin nanti sebelum pegantian aku direktur keuangan , aku mau liat semua laporan keuangan satu tahun belakangan ini kak " jawab Tania


" Iya , biar nanti kamu di bantu oleh Raka seperti kemarin lagi " balas Dimas


Keempat anak anak nya itu sudah selesai memberi makan domba dan juga pada bosan bermain di taman . Akhirnya setelah Caca dan Aldo mengajak keempat anak anaknya itu pulang barulah mereka langsung menaiki mobil


" Nanti aku kabarin kak kalo aku udah selesai sama semuanya . Aku kembali ke kantor "

__ADS_1


" Kakak tunggu " jawab Dimas


Dimas melambaikan tangannya karena mereka akan pisah mobil masing masing . Dimas berempat , diva berempat . Ayah Bima bertiga dengan supir . Papa rayhan ber 5 dengan Supir, Dinda, Rifky . Sedangkan Tania dan argo berdua karena mereka melangsungkan tinggal di rumah yang sudah di beli


__ADS_2