
Dafa duduk di ruang tamu dengan pakaian cukup rapi , mama dan ayahnya sedang siap siap untuk mengambil rapot kenaikan kelas dafa
Dafa menatap oppa Bima yang saat ini makan kue cincin , memang oppa nya itu suka sekali makan kue pasar
" Mau ? " Tanya oppa Bima
Dafa mengagguk dia mengambil kue itu lalu dia masukan kedalam jarinya
Dafa terkekeh melihat kue cincin yang selalu dia masukan ke jari jarinya, di lihat mama dan ayahnya sudah rapi dafa terbangun dia membisiki oppanya meminta uang 5 rb
" Dimas sama Caca ngambil rapot dafa dulu ya yah , titip dara sebentar Ayah " ucap Dimas sambil mencium tangan Ayah Bima
Ketiga nya mencium tangan Ayah Bima. Lalu ketiganya menaiki mobil menuju sekolah dafa
Sesampainya disana Caca, Dimas juga dafa berhadapan dengan walikelas dafa
Walikelas dafa juga memberitahukan nilai nilai dafa yang cukup naik di mata pelajaran bahasa inggris. Karena mereka tahu dafa itu sangat lemah sekali dalam bahasa Inggris tapi kalo masalah matematika dafa sudah di luar kepala
Dafa tetap dengan peringkat nya , setelah itu walikelas dafa juga memberitahu selama dafa berada di kelas
Dafa adalah anak aktif dalam mata pelajaran, anak yang paling jahil kepada teman temannya dan juga baik . Dafa selalu baik kepada teman temannya setiap temen nya tidak membawa bekal makan istirahat pasti dafa membagi nya. Walikelas dafa juga sangat kagum dengan kebaikan anak murid nya itu
Dimas dan Caca tersenyum anaknya itu gak aneh aneh selama di sekolah. Setelah cukup menjelaskan mengenai dafa naik kelas akhirnya mereka segera keluar dari kelas nya
Dafa tersenyum karena mama dan ayahnya mengandeng dafa keluar dari kelas. Mungkin di seumur dafa beberapa ada yang malu untuk terang terangan harmonis dengan kedua orang tuanya. Tapi engak dengan dafa . Untuk apa dia malu ? Mama nya cantik dan ayahnya ganteng yang paling penting kedua orang tua nya itu pintar dan kaya raya
Dimas mengelus kepala dafa dia bener bener sayang banget sama anak pertamanya . Bahkan sayang nya melebihi ke dara
" Mama sama ayah tunggu sebentar ya . Kakak mau jajan dulu " ucap dafa setelah kedua orang tuanya itu membuka pintu mobil
Dimas dan Caca mengaguk di dalam mobil itu Caca memeluk lengan Dimas juga menaruh kepalanya . Caca melihat lihat lagi nilai nilai dafa rata rata 80 hanya bahasa Inggris lah yang 75 . Gapapa banget dafa mendapatkan nilai segitu
Dulu Caca boro boro 80 an malah ada yang 40 di bahasa Indonesia
Dafa telah masuk dan duduk di bangku belakang Caca hanya melihat saja anaknya itu sedang asik makan batagor tanpa menawarkan kedua orang tua nya itu . Kalo dafa menawarkan jelas Caca akan memintanya
Sesampainya nya dirumah dafa memamerkan hasil rapot nya kepada oma dan oppa , ayah Bima hanya tersenyum cucunya itu sangat pintar sekali peringkat pun juga tak berubah masih sama dengan semester kemarin
" Mau hadiah apa ? Karena kakak semangat belajar dan kemarin saat ujian kenaikan kelas kakak terpaksa masuk padahal lagi sakit . Hebat "
Dafa tersenyum gemas , Caca bisa melihat itu . Ah sejak kapan anak nya itu sudah menjadi bujangan . Sebentar lagi akan menginjak kaki di kelas 5 lalu ke 6 di sekolah menengah pertama dan berikutnya sma lalu kuliah
Arghhhh
Secepat itu kah dafa beranjak dewasa , Caca gak bisa memeluk atau mencium seperti dafa masih balita dulu pasti akan gengsi kalo di cium oleh kedua orang tuanya
" Kakak mau liburan oppa , kakak mau naik pesawat yang jauh " pinta dafa
" Gak bisa jauh jauh, mama mau lahiran " ucap Dimas
Huh !
" Kakak mau ke pantai oppa , kakak mau liat pantai " pinta dafa
Ayah Bima memberikan ide
__ADS_1
" gimana kalo kita ke bali , gapapa mama dan ayah gak usah ikut "
Caca dan Dimas melebarkan matanya sedangkan dafa sudah begitu senang
" Gak mau ayah ! Dimas gak bisa kalo dafa pergi " minta Dimas
Dafa langsung cemberut
" gimana kalo ancol aja ya " minta Caca
Ck !
" bosen , dari kakak masih kecil masa main nya ancol . Ga level lah "
Ck ck
Ayah Bima, mama Lisa dan Dimas terkekeh mendengar itu
" seminggu nginep di rumah nenek deh, gimana " ucap Caca
Dafa beranjak bangun dia menjadi semangat
" bener ya mama ? Ayah ? " ucap dafa
Dimas menatap Caca, apa apaan Caca memberi ide seperti itu . Sudah tau Dimas tiap hari bakalan kangen kepada dafa malah di kasih ide begituan
" sehari " ucap Dimas
Dafa menggeleng kepalanya
Huh !
" Yaudah iya dua hari , tapi kakak harus nelpon ayah malam hari " ucap Dimas
Dafa mengangkat jempol nya dia memeluk ayahnya itu
**
Dafa dan dara yang mengetahui rumah Ken ada coklat dia langsung kesana . Tak tanggung tanggung kedua anak itu meminta banyak untuk di bawa pulang . Untung Ken dan tante juga om nya baik . Jadi mereka boleh membawa sebanyak mungkin lagi pula sebanyak ini kalo anaknya yang menghabiskan bisa bisa sakit gigi
Dafa berkeliling memasuki kamar yang kosong di lantai 2 bersama Ken. Kamar kosong itu juga ada ruangan band seperti drum dan juga gitar , piano .
" papa nya mas baru beli ini semua kakak , papa nya mas kan bisa main ini ini ini " ujuk Ken kepada gitar , piano dan drum
Dafa mendekati drum dia memainkan asal asalan sedangkan Ken yang memiliki gitar kecil dari papa nya juga memainkan asal asalan hingga akhirnya aldo datang dia melihat kedua anaknya itu sedang bermain
Aldo mengajarkan dafa bermain drum . Aldo juga menawarkan dafa mau gak belajar alat musik di kamar ini
Hal itu membuat dafa cepat mengaguk dia sepertinya menyukai musik selain dia menyukai sepak bola
Hingga diva datang sambil membawa sapu lidi
" BERISIK !!!! " Ucap diva membuat ketiga laki laki itu terdiam
Ketiga laki laki akhirnya segera keluar, diva begitu marah karena memang ruangan ini belum kedap suara baru juga beberapa hari lalu aldo mengisi ruangan ini karena biar rame aja rumah nya
__ADS_1
" berenang aja yuk dedek Ken " ajak dafa
Ken mengagguk dia langsung ke dalam kamar mengambil pakaian renang nya, kebetulan juga dafa juga punya pakaian renang yang sama dengan Ken miliki karena baju renang itu diva yang memberikan karena gemas baju kembaran
Diva mengetuk kepala suaminya dia sangat kesel dengan aldo tadi . Sudah tau diva sangat ngantuk dan ingin tidur tapi malah di ganggu dengan suara drum
" ya aku gak tau buy, kalo aku tau kamu mau tidur gak bakal aku mainan drum. Lagi pula kan ruangan itu belum kedap suara nanti baru aku renovasi lagi "
Diva menjewer telinga suaminya. Kalo lagi manja manja begini pasti aldo takut dengan istri tapi kalo ada anaknya pasti aldo akan melawan diva . Aldo gak mau
Anak anaknya itu tau kalo aldo di bawah pengaruh oleh diva
" nakal " ucap diva
" hik sakit sayang , jangan galak galak atuh"
Diva melepaskan jawerannya dia mendekati tubuhnya memeluk lengan suaminya
" Mas dua hari lagi aku lahiran , besok kita kerumah sakit aja yuk . Biar nanti sakit nya disana aja aku gak mau nanti disini malah repot " minta diva
" ok buy, nanti aku bilang sama tante aurel juga mama papa buat titipin Ken sama vania "
Diva mengagguk dia mengecup pipi suaminya . Juga memeluk leher aldo
" Anak anak lagi pada berenang heboh banget , tolong liatin sana mas . Aku ngantuk ah . Malas gerak "
" iya tapi kamu lepasin dulu dong "
Diva melepaskan dia merebahkan dirinya di ranjang. Kamar Begitu adem membuat diva nyaman untuk tidur
Slurppppp
" waduh enak banget mas , sama kakak lagi makan apa tuh "
Dafa dan Ken tersenyum tak lama kemudian ada tania datang, aldo baru tahu sejak kapan adiknya itu datang kesini
" Mas, dari mana aja ! Ngamar terus di meja makan tania bawa bakso "
" Mas makan bakso pah " ucap Ken
Aldo mengaguk dia mencicipi kuah milik adiknya , ternyata enak juga kuah tanpa saos dan sambal
Tania ikut duduk di bawah bersama dua keponakanya itu , begitu juga dengan aldo ikut duduk walupun dia gak ikut makan
" aku nginep disini ya , besok aku ke jepang sama kak Dimas sama mbak gista. Abang ke bandung karena adiknya ulang tahun. Gak mungkin abang ajak aku karena takut kecapean "
Aldo mengagguk
" berapa hari di Jepang ?" Tanya aldo
" seminggu mas "
Aldo mengelus kepala adiknya
" hati hati disana , jaga kesehatan "
__ADS_1
Tania mengagguk dia melahap bakso besarnya itu membuat pipi begitu besar