
Saat ini Dimas dan Caca sedang menunggu giliran mereka akan mengecek kandungan Caca
Saat suara komputer giliran nomor Caca . Dimas membantunya membangun dan membawakan tas milik istrinya itu
Di tanya tanya keluhan , dan Alhamdulillah gak ada keluhan sama sekali hanya mual di awal awal hamil aja
Caca terbaring lalu dokter memberikan gel di perut Caca
" Seperti nya kembar nih buk , pak "
Caca menatap Dimas begitu juga dengan Dimas
" Kembar dok ? " Tanya Dimas terkejut
Dokter dan suster mengagguk mereka melihat dua titik di dalam kandungan Caca ini . Dimas akhirnya bertanya memastikan lagi apakah kembar . Tentu Dimas senang anaknya itu kembar tapi kok bisa kembar
" Bisa juga saudara ada yang kembar " ucap dokter
Keduanya main lihat lihat
" Ada dim . Sepupu aku . Dia kembar perempuan "
Dimas mengagguk , dokter itu mulai memberi resep kepada Caca setelah itu mereka segera keluar
Caca terus mengelus perutnya. Caca ternyata bisa hamil kembar . Astaga.
" Jangan kasih tahu siapa siapa dulu ya sayang sebelum mengetahui jenis kelamin nya " ucap Dimas
Caca mengagguk dia mencium pipi Dimas . Caca sangat bahagia sekali . Begitu pun dengan Dimas selama menunggu obat nya Dimas sudah membayangi anak nya itu kembar dan di ajak sama Dimas main ke taman di jaga kakak kakak nya
**
Sedangkan argo yang saat ini mengantar Tania ke bandara . Terlihat bener bener kesel karena Tania bersama Alex temen laki laki Tania di kampus sana . Karena Alex kurang mampu untuk pulang kampung akhirnya Aldo yang biayai kepulangan Tania dan temennya itu
__ADS_1
Keduanya berpelukan saat Tania ingin segera masuk kesana karena beberapa jam lagi dia akan terbang ke negara study
" Awas ya macam macam ! Ingat bulan depan aku kesana " ancam argo kepada Tania
Tania mengagguk dia mengecup pipi argo lalu dia mulai melepaskan pelukan dan pamit untuk masuk . Biasanya Tania yang selalu menangis tapi sekarang ini malah argo yang sedih karena Tania kembali ke Australia
" Dadah " tania melambaikan tangannya saat paspor Tania sudah di cek oleh penjaga bandara
Argo juga melambaikan tangannya sambil tersenyum
*
Sepulang dari rumah sakit Dimas mengajak Caca untuk kerumah orang tua Caca . Sekalian Caca ingin memberikan uang bulanan untuk mama dan ayah
Di perjalanan itu juga Dimas berhenti di salah satu toko kue . Rasanya kurang lengkap kalo kerumah mertua membawa buah tangan
" Mama lagi ada orderan sayang . Kita takutnya ganggu gak ya ? " Tanya Dimas saat sudah parkir mobil di depan gerbang karena lahan parkir nya di pakai mobil box untuk mengantar makanan
" Engak kok , yaudah yuk masuk dim . Tolong kamu bawa kue ya dim " ucap Caca
" Mama bagi bagi ya " ucap mama Caca setelah menerima kue dari Dimas
Dimas dan Caca mengagguk . Dimas membantu ayahnya sedang mengikat box makan dan masukan ke dalam mobil. sedangkan Caca bantu orang orang memasukan lauk ke dalam box makanan itu
" Dari mana kamu , rapi , gak ke kantor ?"
" Lagi pengen kesini aja ayah . Caca kangen sama mama dan ayah nya "
Ayah Caca tersenyum . Dimas mengoper box itu kedalam mobil . Karena di dalam mobil sudah ada orang yang siap menyusun nya
" Berapa box ayah ? Kok banyak banget ? "
" Banyak dim , dari perusahaan A 200. Dari acara arisan 150 " ucap ayah
__ADS_1
Dimas menggeleng kepalanya pantes aja hari ini banyak orang ternyata sangat banyak orderan hari ini . Kalo begini Dimas gak bisa leha leha . Dia harus membantu mama dan ayahnya
Selama makanan itu belum rapi . Dimas , ayah dan ketiga laki laki yang di tugasnya mengantar dan mengangkat ngobrol sambil minum kopi dan juga merokok
" Udah kamu istrirahat di kamar ca . Udah cukup kamu bantu mama " bisik Dimas saat Caca berada di dapur membuatkan Dimas teh
Caca hanya diam dia sebenarnya gak tega mama masih banyak orderan . Tapi Caca gak merasa capek dan lelah saat melihat begitu banyak pekerjaan
" Dengar aku gak ? " Tanya Dimas kali ini menatap Caca
Caca mengangkat kepalanya dia menatap orang orang yang sedang-sedang memasukan lauk
" Tapi aku mau bantu mama "
" Kamu itu lagi hamil kembar ca . Aku tahu kamu itu capek banget . Lihat keringat kamu . Kalo kamu masih susah di bilangin kita pulang " ancam Dimas
Caca mengagguk dia membawakan teh Dimas ke halaman depan . Sekalian Caca membisiki mamanya kalo Caca pergi ke kamar atas untuk istrirahat
Tak lama kemudian Dimas datang dia membawa makanan yang mama mertuanya siapkan untuk Caca
Melihat Caca sedang menangis sambil di tutupi bantal . Membuat Dimas selalu ingat . Caca itu selalu nangis saat hamil Dafa atau dara ketika Dimas melarangnya
" Ayo makan dulu . Mumpung masih hangat "
Hiks hiks
Dimas mengelus punggung Caca menenangkan istrinya itu . Setelah itu Caca bangun dia membuka mulutnya untuk Dimas siapkan
" Mereka pasti lagi senang , karena mama kamu masak enak untuk mereka berdua " ucap Dimas membuka suara keheningan
Caca hanya diam dia menikmati masakan buatan mamanya yang masih hangat . Memang nomer 1 masakan mamanya itu . Gak pernah mengecewakan
" Nambah ya , kamu lelah tadi bantu mama "
__ADS_1
Caca mengagguk " ayam nya dua ya hehe "
Dimas menggeleng kepalanya bener bener sih Caca masa iya minta ayam nya dua dan lauk nya sebanyak tadi belum juga kenyang . Dimas akhirnya keluar dan turun kebawah mengambil makanan lagi