First Love 2

First Love 2
91. Toko ponsel


__ADS_3

Sebulan dari rencana Dimas dan argo buat . Akhirnya kesampaian juga toko ponsel yang mereka bangun


Grand opening di salah satu mall . Karena mall itu belum ada gray toko ponsel


Karyawan juga sudah memakai pakaian nya masing masing dan bagian pun juga sudah . Karena ini pertama kali buka . Toko itu memberi diskon . Beberapa pengunjung mall datang dan puas dengan pelayanan


Caca dan Dimas tersenyum saat beberapa rekan bisnis nya datang mengucapkan selamat bisnis baru . Begitu juga dengan argo hari ini spesial bunda dan papa nya datang ke usaha baru Dimas dan argo


Setelah acara selesai makan di restoran di bayar oleh papa Dadang . Hal itu membuat Dimas dan argo senang karena di traktir


" Sayang kamu tau gak , tadi karyawan yang memakai pita itu grogi banget pas layani orang " ucap Dimas


" Ya ya , aku perhatiin dia . Mungkin dia juga deg degan kak , aku juga tadi pas kamu dan argo gunting pita deg degan takut gunting nya rusak . Nanti mau pake apa "


Dimas tertawa mendengarnya


" Sobek aja kalo gak ada gunting nya . Kamu ya yang ada ada aja . Masa mikir nya kesana . Itu gunting baru yang "


Caca tertawa . Emang aneh aneh aja kadang Caca mikir nya


" Jangan mentang mentang punya toko hp . Ganti hp terus ya . Kamu kan suka gitu . Hp tergores dikit ganti . Hp kena air dikit ganti "


Ck !


" Kamu ternyata tahu isi kepala otak aku sayang " ejek Dimas


" Gak boleh ya dim . Kamu tetep harus bayar kalo mau hp . Lama lama kalo cara kerja kamu seperti itu bangkrut "


" Iya sayang . Engak lah . Aku juga tahu diri ca "


Caca mengagguk dia menyalakan musik . Siang siang seperti nya enak untuk bernyanyi


" Dafa udah pulang belum ya ? Kita jemput sekalian aja dim . Dia gak bawa sepedah karena ban nya bocor "


Dimas berhenti di pinggir jalan . Sedangkan Caca dia masuk kedalam sekolah Dafa . Dan untung Dafa belum pulang dia masih ngobrol dengan temen temennya


" Dafa ..."


Dafa menoleh dia langsung membawa tasnya dan juga tempat bekal makanan dan minuman . Dafa juga pamit kepada temennya untuk pulang . Tadi Dafa memang berniat jalan kaki pulang bersama temen temennya tapi ketika mamanya jemput yaudah Dafa sama mama nya


" Ayah ..." Panggil Dafa sambil mencium pipi Dimas


" Habis main bola ya ? Bau keringat kamu kak "

__ADS_1


Dafa mengagguk dia memang habis main bola tadi


" Belajar apa aja tadi ? Gimana bisa latihan matematika nya ? " Tanya Caca


" Jangan salah . Tanpa berhitung kakak sudah jago "


Ck !


" Yang bener kamu kak , nanti ayah tanya ya " ucap dimas


Dafa mengagguk , Dafa cukup pintar matematika seperti caca . Untuk bahasa Inggris Dafa kurang mengerti . Dafa keturunan Caca . Pintar matematika kurang di bahasa Inggris


**


Hingga sampai di rumah Caca dan Dimas bertanya tanya ada sepatu asing yang berjejer di depan rumah nya . Biasanya orang rumah itu gak pernah menaruh sepatu atau sendal di lantai karena sudah di siapkan tempat khusus nya


Akhirnya karena sudah terbiasa Dimas tinggal di rumah dengan rasa jijiq Dimas merapikan sepatu orang lain menaruh nya di tempat yang sudah tersediakan


" Oma ,oppa " teriak Dafa baru datang


Seketika di rumah itu langsung saja ramai semenjak kedatangan Dafa baru pulang sekolah sedangkan Dimas dan Caca mereka baru saja masuk


" Loh ..." Ucap Caca terkejut


" Kamu tahu namanya ga dim ? " Tanya Caca kepada Dimas


Dimas menggeleng kepalanya dia beralasan ingat tapi lupa namanya . Hal itu membuat mama ayah dan sepupu Caca tersenyum


" Amir dim, dia sepupu aku rumah nya di solo "


Dimas mengagguk dia ikut duduk di samping Caca . Caca basa basi dari mana sebenernya Amir dan tahu dari mana juga alamat rumah nya . Karena Caca gak mengizinkan mama dan ayah untuk memberi tahu alamat rumah mertua nya itu


Caca sadar beberapa keluarga nya itu mata duitan semua karena itu Caca gak mau mereka mengrong rong kepada keluarga dari suaminya


Dan ga tahu nya Amir itu selalu mantengin sosial media Caca dan Caca pernah meng-upload foto Daffa saat ulang tahun dan disitu juga ada alamat nya . Karena itu Amir mengetahui


Dimas , ayah Bima dan mama Lisa gak masalah ada keluarga Caca datang cuma yang jadi masalah . Caca nya gak enak karena ini bukan rumah Caca


Basa basi datang kesini ternyata ada maksut tertentu , Amir baru saja di pecat dari tempat kerjanya dan kedatangan kesini meminta pekerjaan


Tenyata apa yang Caca pikiran beneran jadi kenyataan , Caca hanya diam hanya ayah mertuanya dan Dimas lah yang berbicara . Sampai akhirnya ayah Bima bertanya pendidikan terakhir Amir apa


" SD "

__ADS_1


Ayah Bima dan Dimas saling tatap , pekerjaan untuk di kantor apa yang lulusan SD , bahkan office boy atau girl aja maksimal SMA / sederajat


" Saya mah apa saja yang penting kerja pak , dim " ucap Amir sambil memohon


Akhirnya ayah Bima mengerjakan Amir sebagai office boy, awal nya Amir meminta selain office boy . Tapi ayah Bima meminta Amir bekerja selama 2 bulan sebagai office boy nanti baru di tingkat kan lagi


" Mama ... Ayah ..." Panggil Dafa saat anaknya itu sudah berganti pakaian


Dafa duduk di pangkuan Dimas dia meminta ayah dan mama nya menemani tidur siang . Akhirnya Caca dan Dimas pamit untuk ke kamar lagi pula dari sampai rumah mereka belum berisitirahat atau seengaknya Menganti baju


" Dim ..." Panggil Caca saat Dimas baru saja keluar dari kamar mandi


Dimas menaruh handuk nya di sandaran bangku meja belajar , berhadapan dengan Caca


" Aku bukannya ngejelekin sepupu aku ya dim . Maksudnya aku kurang yakin sama dia "


Dimas tersenyum miring


" Aku tau apa isi di pikiran kamu , tapi ca . Bukannya dia butuh pekerjaan . Dia jauh jauh loh dari solo ke Jakarta hanya untuk kesini " ucap Dimas


" Aku tahu banget dia gimana dim , semoga ya pikiran aku gak jadi kenyataan sama tingkah dia "


Dimas mengagguk


Saat Dimas dan Caca sudah masuk tiba tiba pintu kamar terbuka , dengan senyum yang manis Ken datang


" Sini " minta Dimas agar keponakan nya itu ikut berbaring


Ken mengagguk dia menaiki ranjang dan tiduran di samping Dafa tepatnya di samping Caca juga


Seperti yang Dimas bilang di mobil dia akan mengetes Dafa matematika, gak susah susah apa yang Dafa pelajari di sekolah akan Dimas bahas .


Jangan salah Dimas itu setiap malam saat Dafa sudah tidur . Dimas selalu ke kamar Dafa . Dia mengecek lagi pakaian seragam Dafa dan mata pelajaran . Dulu ayah Bima selalu seperti itu saat Dimas tidur di malam hari tiba tiba ada yang masuk kamar . Kadang juga kalo Dimas belum menyiapkan seragam pasti ayah Bima akan menyiapkan


Seperhatian itu ayah Bima kepada anaknya dan sekarang sikap itu menurunkan kepada Dimas untuk Dafa


" Sekarang belajar bahasa Inggris " ucap Dimas


" Hoammm" ngantuk Dafa sambil menutup mulut nya


Hal itu membuat Caca dan Dimas tersenyum bahkan Dimas merangkul pundak Dafa . Sedangkan Ken yang sudah tertidur terlebih dahulu mendengar ocehan ayah nya menjadi ngantuk


" Yaudah tidur sekarang nanti sore kamu ada les "

__ADS_1


__ADS_2