
Sepulang dari kafe , rumah keadaan sepi hanya ada mereka bertiga karena Caca dan Dimas juga baby kembar ke super market
" sini sama om , udah ga usah cengeng gitu nanti mama sama ayah juga pulang " ucap raka merentangkan tangan nya
" Tahu nih " jawab dafa
Ketiga manusia di ruang keluarga lantai satu asik nonton tv sambil di buatkan kentang goreng dan juga panggang kebab oleh pembantu rumah
Tak sadar dari dara ngambek bahkan tadi sempat menangis dia tertidur di pelukan raka.
" Ayah sama mama itu ketemu nya dimana om? " Tanya dafa
Raka terdiam dia menganti posisi pindahin dara di sofa
" Mama Caca sama ayah Dimas itu ketemu nya saat sekolah, mereka awalnya teman terus dekat dan langsung menikah " jelas raka
" Pacaran ya om ? "
" Dekat, bukan pacaran kakak ! " jawab raka
Ck !
" Pacaran om , kan dekat terus menikah , emang nya menikah itu ngapain om ? "
Huh !
Pertanyaan dafa membuat raka berfikir dua kali , raka tau ilmu pengetahuan dafa memanglah tinggi , dan selalu ingin tahu
" Kamu belum waktunya tahu begituan " jawab raka
Dafa mengangguk
" Om raka kapan menikah ? "
Ck ck ! Raka terkekeh kenapa juga urusan menikah makin panjang oleh keponakan nya sendiri
" Nantilah , boro boro menikah , urusan percintaan aja gagal terus . Asal kamu tau ya kak, om ini udah nunggu orang bertahun tahun ya memang sih salah om sendiri , kenapa engak di ungkapkan "
Dafa merangkul om nya
" Sabar ya haha " tawa dafa
Raka menggeleng kepalanya sambil tersenyum
" Ayo cerita lagi om , kakak siap dengerin , mama aja kalo lagi sedih selalu cerita sama kakak "
" oh ya ? Emang mama cerita apa ? " Tanya raka
" Mama cerita sama kakak, kalo mama capek seharian , terus juga mama cerita pengen liburan banyak lagi deh ceritanya "
__ADS_1
Raka tertawa geli , sejak kapan dafa sudah mulai besar seperti ini
" Om itu bisa dibilang cinta pandangan pertama, Pertama kali om lihat dia saat om masih sekolah , entah smp atau sma. Om lupa . Om liat dia cantik , awalnya kagum tapi kelama lamaan om jadi suka "
" Siapa om ? " Tanya dafa memancing
" Kamu kenal , om ga bisa sebutin . Akhirnya kita dekat sebagai saudara . Orang nya baik, cantik , pintar juga . Tapi dia anggap om itu sebagai adiknya "
" Kakak ga bisa bayangin , nama nya siapa om ? " Tanya dafa
" Tania "
" Tante cantik , pacar kakak ? " Tanya dafa
Raka mengangguk
Di belakang itu ada tania, dari tadi mereka mendengarkan
" Harus nya om perjuangin cinta om ya , tapi ya sudahlah mungkin bukan jodoh " ucap raka menyelesaikan ceritanya
Dafa bangkit dari duduk nya dia ingin mengambil eskrim , saat dafa menoleh ke belakang
" Pacar kakak , om , itu tante cantik , Cie cie uhuk uhuk "
Raka beranjak bangun , tiba tiba jantung nya berdetak, sialan juga nih anak kecil bisa ngomong seperti itu . Apa dia dengar semuanya ? Batin raka
Tania memang dengar bahkan dari awal dafa bertanya Dimas dan Caca kenal Dimas. Itu tania udah sampai. Tapi sejak raka ngomong ciri cirinya . Dia sudah mengetahui kalo raka menyukai tania
Dafa berlari ke arah dapur sedangkan tania dan raka kembali duduk
" Jadi selama ini orang yang kamu ceritain ke Aku, orang yang selalu kamu tunggu itu aku ? "
Raka terdiam
" Kamu kan tahu aku udah nikah , aku ..."
Raka menoleh ke arah tania
" Aku ga ada maksud buat hancurin rumah tangga kamu tania , aku juga berusaha buang kamu di hati aku. Dan sabar lah . Kamu pikir gampang "
Hening
" Dan untuk masalah pekerjaan , kamu tenang aja , aku gak bakal bawa perasaan aku bakal profesional dalam pekerjaan "
" maaf ya ka, maaf banget . Jujur aku tahu begini mikirin giman kedepannya kita " ucap tania
" Kamu ga perlu takut , aku kan tadi udah bilang . Aku bisa profesional dalam bekerja"
Tania mengangguk . Dia menjabat tangannya kepada raka . Mereka berdua saling berjabat tangan
__ADS_1
" Yaudah, aku mau pindahin dara ke kamar dulu . Kasian takutnya pada sakit sakit badan nya "
**
Tepat jam 9 malam dafa membawa guling kesayangannya dia beranjak menaiki ranjang milik Caca dan Dimas juga dara
" Kakak tidur sini "
Dimas dan Caca saling pandang
" Kenapa disini ? Kan punya kamar ?" Tanya Caca
" Kakak takut ma "
Ck !
" Ayo sama ayah , ayah temenin tidur "
Dafa mengangguk dia meminta Dimas untuk mengedongnya
" Ulu Ulu dasar manja nih kakak " ucap Caca
Dafa tertawa dia mengulurkan lidahnya mengejek dara . Di dalam kamar itu juga Dimas ikut tiduran dengan dafa
" Ayah , kakak mau cerita "
" apa sayang ? " Tanya Dimas sambil mengelus kepala mungil anaknya
" tadi kakak di omelin sama om raka, kakak jahilin om raka tadi ayah "
" Kenapa di omelin ? " Tanya Dimas
Dafa menceritakan kejadian siang tadi . Raka menyukai tania . Hal itu membuat Dimas terkejut
" Yang bener kak , masa sih ? "
" Bener ayah , terus pas om raka selesai cerita ada pacar kakak , yaudah kakak tinggal aja . Om raka malah kelihatan seneng tapi takut gitu "
" Oh salting " gumam Dimas
" Dari situ baru kakak di marahin . ayah , kata om raka kakak jangan begitu ya , lihat tante tania jadi marah sama om raka "
Dimas hanya tersenyum dafa itu selalu jujur kalo cerita , pasti bener raka itu suka sama tania dari lama . Dan tadi dafa juga cerita saat raka menyukai tania dari smp atau sma
" Itu mah marah nya bercanda kak, udah jangan dipikirin . Kamu itu sebenernya sama kaya ayah . Bercanda nya bikin orang kesel " ucap Dimas sambil tertawa
Hahaha
" Kan kita mirip , pasti harus sama ayah hahaha " ucap dafa
__ADS_1
Dimas memeluk dafa , anaknya itu seperti cerminan dirinya saat masih kecil