FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Menjemput Jessica


__ADS_3

Sore ini Dika berangkat menjemput Jessica dan keluarganya. Ini dilakukan karena perintah ayahnya, karena mereka diundang ke rumahnya. Dika juga sangat senang dikarenakan Jessica adalah kekasihnya. Sesampainya di rumah Jessica, dia segera masuk.


"Dik orang tuaku sudah berangkat duluan" keluh Jessica.


"kok bisa?"


"tadi mereka abis ke seminar trus katanya mau langsung ke sana" jelas Jessica sedih.


Dika mengelus kepala Jessica dengan lembut sambil berkata "ya sudah gapapa, kan kita bisa bareng ke sana. Toh nanti kamu ketemu mereka. Lagian kan selama ini kita dah jarang banget jalan berdua."


"bener juga, mungkin ini kesempatan kita. Kalau sudah kerja mungkin ga tau kapan lagi bisa berdua. Mana di perusahaan lagi ada masalah" kata Jessica bersemangat. Mobil pun mulai dinyalakan Dika dan berangkat.


Di sisi lain Frans dan teman-temannya sedang berjalan mengelilingi kota untuk mencari musuh. Mereka sudah berkeliling cukup lama. Edi masih mengingat kejadian tadi "duh kalau gua sampai di keluarin dari party bisa gawat gua"


"lu lagi mikirin apa Edi?" tanya Naila.


"gua ga bisa tenang mikirin kejadian tadi"


" lu nggak usah mikir yang nggak-nggak, Frans nggak bakal ngeluarin lu dari party" Naila mencoba menenangkan Edi


"kok lu yakin?"


"dia juga butuh bantuan elu, karena pemain sudah makin sedikit. Jadi kalau lu dikeluarin kami juga bisa kewalahan" terang Naila


" sekarang ini tujuan kita main game buat bertahan hidup, karena kita udah terlanjur main game ini. Gua nggak mau gara-gara hal sepele ngerugiin banyak orang" ungkap Frans. "jadi sebisa mungkin lu jaga perasaan orang lain" tambahnya.


Edi hanya termenung mendengar ucapan Frans. Namun dibalik itu dia merasa tenang mendengarnya. Saat mereka sedang berjalan, mereka melihat tembok yang sebelumnya mereka lihat. "liat itu" kata Roy sambil menunjuk ke arah tembok.


"itu pembatas yang kemaren kita liat sebelum ngelawan pasukan musuh" ungkap Frans. "mungkin di sana lagi ada serangan, yok kita ke lokasi itu" ajak Frans.

__ADS_1


Sementara Dika dalam perjalanan ke rumahnya, tanpa dia sadari telah masuk lokasi tembok tersebut. Jessica seperti sebelumnya, dia tertidur di dalam mobil. "dasar nih cewek, tadi semangat banget mau jalan berdua, eh baru lima menit kalah dah tidur" gumamnya dalam hati sambil sesaat melihat Jessica.


Dika tiba-tiba terkejut setelah ia merasa ada yang jatuh di atas mobilnya. Segera dia menghentikan mobilnya. Setelah mobilnya berhenti, ia melihat banyak sekali prajurit musuh dari dalam game buatan perusahaannya. "apaan ini kok banyak musuh dari karakter game di sini. Malah nyerang banyak orang" keluhnya. Iya hanya menutup pintunya dan berusaha bertahan. Para prajurit musuh semakin banyak dan merusak apa yang ada. Begitu juga mobil Dika sudah dikelilingi oleh pasukan musuh. Dika berusaha menelepon "sial ga ada sinyal lagi".


Disaat yang bersamaan Frans dan teman-temannya sudah sampai dan mulai melawan pasukan tersebut. Keren jumlah pasukan musuh sangat banyak mereka hampir kewalahan.


Dilain sisi terlihat seorang pria memasuki area tersebut. "hei kenapa kamu masih di sini? Cepat pergi" teriak Frans, ia merasa orang itu perlu di selamatkan. Frans segera mendekati orang itu karena melihat pasukan musuh akan menyerang pria tersebut. Namun pria tersebut hanya tersenyum sambil mengeluarkan sarung tangan dan memakainya. Frans sangat terkejut melihat sarung tangan itu, ditambah lagi pria itu mengeluarkan sebuah kacamata dari sakunya dan lalu mengenakan.


"kamu tenang Frans ini aku Robet" kata pria itu yang rupanya Robet. Frans sangat terkejut melihat sosok dibalik karakter Robet rupanya seorang pria yang lebih tua dari.


"ka...kamu Robet?" tanya Dika. "kenapa kamu bisa masuk game ini hanya menggunakan sarung tangan dan kacamata itu?"


"sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahasnya" jawab Robet. "sekarang kita harus melawan musuh-musuh ini, agar tidak terjadi korban lagi"


Karena sudah merasa cukup untuk perkenalan, mereka pun segera melawan pasukan musuh. Satu persatu pasukan tersebut dikalahkan mereka. Meski pasukan musuh telah banyak yang kalah, tetapi terlihat masih banyak.


"kok lu bisa make dua pistol gitu" tanya Edi sambil menyerang pasukan musuh.


"lu ga usah kaget. Lu scan aja dulu gua biar lu tau" jawab Frans lalu menyerang musuh.


"jelasin aja gua ga sempet kalau harus nge-scan lu dulu, kelamaan nanti musuhnya bisa nyerang balik ke gua"


"ya udah gua jelasin. Gua tuh ga pernah milih job dan side job. Jadi gua bisa make senjata apa aja. Tapi gua lebih fokus ke pedang sama pistol" jawab Frans. "lu tanya sama Roy apa julukan gua"


Merekapun kembali serius bertarung menghadapi pasukan musuh. Kini setelah Frans mengatur strategi bersama temannya dan mengganti senjata yang dia gunakan musuh pun semakin cepat berjatuhan. Frans menembaki pasukan musuh dengan cepat, ini membuat temannya semakin bersemangat.


Setelah cukup lama bertarung akhirnya mereka dapat mengalahkan pasukan musuh. Frans dan teman-temannya menghampiri mobil yang tadi diserang oleh pasukan musuh, yang di mana di dalam mobil itu ada Dika.


"permisi pak" kata Frans sambil mengetuk kaca jendela mobil itu. Kemudian Dika menurunkannya kaca mobilnya.

__ADS_1


"a...ada apa ya?" tanya Dika.


"sekarang sudah aman, bapak bisa melanjutkan perjalanan" jawab Frans dan meninggalkannya.


Dika kemudian menjalankan mobilnya, sesaat setelahnya dia mendengar ucapan Frans "capek banget gua. Rasanya tenaga gua kekuras abis". Mendengarnya Dika merasa Iba melihat mereka yang telah menyelamatkannya, namun mereka tidak meminta imbalan sama sekali.


"gua harus cari Siapa mereka, dan aku harus mendukung mereka" ungkap Dika dalam hati.


Frans heran mengapa sudah mengalahkan seluruh pasukan musuh, namun pemberitahuan belum muncul juga. "gimana ini, kok belum ada pemberitahuan" tanya Frans "apa ada misi lagi?"


"kita tunggu aja, itung-itung istirahat" jawab Naila.


"Bet coba jelasin kenapa lu bisa masuk pake kaca mata sama sarung tangan yang tadi gua liat?" tanya Frans.


"ini aku dapat waktu kemarin terakhir kita main. Besoknya gua dapat pesan di ponsel gua. Apa kalian ga dapat?"


"dah dua hari ini gua ga megang ponsel. Mereka main terus ke rumah gua, jadi gua ga perlu megang ponsel" jawab Frans.


"kalau kalian gimana?"


"gua sih ada pesan masuk tapi gua cuekin" jawab Roy dan Naila memberi jawaban yang sama.


"kalau gua belum dapet pesan" jawab Edi. Tiba-tiba keluar pemberitahuan yang menyatakan misi selesai. Mereka semua senang karena tidak melawan bos stage.


"woi coba liat itu" kata Edi sambil menunjuk dinding yang menghilang.


"itu namanya BFA" jawab Robet.


"BFA?"

__ADS_1


__ADS_2