FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Kembali bermain Game


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Naila dan Ferdinan dikejutkan oleh suara ketukan pintu. Belum lagi suara ketukan itu semakin keras membuat mereka tidak nyaman. Selain itu disertai suara teriakan yang memanggil nama Ferdinan.


"siapa sih kak, kok sepertinya dia kenal sama kakak?" tanya Naila yang membuat Ferdinan semakin bingung. Ia segera membuka pintu, terlihat seorang dengan barang bawaan cukup banyak.


"halo aku Anita, anak pak Gunawan" sapa Anita yang tadi mengetuk pintu. Ferdinan seakan mengingatnya sedang Naila sedikit bingung dengannya.


"Anita mana ya? Aku sedikit lupa"


"masa kamu lupa, waktu kamu SMP aku sering main ke sini bareng bapakku" Anita berusaha mengingatkan. " ingat tidak kalau kita pernah main bareng sama Naila di halaman belakangan rumah"


"em..em...eh iya, kamu juga dulu sering nginep di kamar Naila ya?" tanya Ferdinan.


"iya bener"


Mereka kembali mengingat satu sama lain. Setelah memasukkan barangnya, Anita menceritakan tujuan mengapa datang ke rumah mereka. Ia juga menjelaskan orang tuanya berpesan agar membantu Ferdinan sampai selesai. Namun percakapan mereka harus terpotong karena Ferdinan akan segera bekerja.


...----------------...


Sementara Frans masih terlelap. Hazel terus memandangi Frans, sepertinya tak ingin momen seperti ini berlalu dengan cepat. Namun suasana itu harus berakhir karena ibu Frans mengetuk pintu.


"Frans...Frans bangun, sudah siang kamu tidak kuliah?" tanya ibunya. Frans bangun dengan lemas hendak membuka pintu namun Hazel menahan lalu berbisik "kuliah jam berapa?" Frans mengerti maksud pertanyaan Hazel.


"aku kuliah siang hari ini bun, aku masih ngantuk" ucap Frans kemudian kembali merebahkan badannya.


"ya sudah, jangan sampai telat" ibu Frans pergi meninggalkan kamarnya "kenapa dia setiap hari alasan kuliah siang, apa benar?" batin ibu Frans.


Hazel kembali memandangi Frans yang membuatnya bertanya mengapa terus dipandangi.


"aku juga tidak tau yank, yang pasti aku senang saja kalau mandang kamu seperti ini" ucap Hazel.


Frans tersenyum sambil berkata "apa aku objek pemandangan buat kamu, sampai kamu seperti itu?"


"bukan hanya sekedar untuk di pandang" kata Hazel lalu merebahkan badannya diatas tubuh Frans. Sambil terus memandangi wajah kekasihnya, ia berkata "tapi juga di cinta, walaupun..."

__ADS_1


"walaupun apa sayang?" tanya Frans, namun Hazel menutup bibir Frans dengan satu jari.


"jangan banyak tanya, aku mau suasana ini beberapa saat lagi" kemudian Hazel memeluk tubuh Frans sambil terus memandangi wajahnya. Frans membalas dengan membelai lembut rambut Hazel.


"semoga masa seperti ini terus berlanjut" ucap Frans. "aku sudah merasa nyaman dengan keberadaanmu yank"


Hazel memeluk semakin erat seakan tidak ingin melepaskannya, ia sangat bersyukur bisa bertemu dengan Frans. "bisakah kamu berjanji" tanya Hazel


"kau ingin aku berjanji apa?"


"jika nanti terjadi apapun itu, bisakah kau tidak meninggalkanku?" tanya Hazel.


"tidak mungkin aku meninggalkanmu, lagi pula kau merupakan orang yang harus ku cintai" ucap Frans, sambil mengangkat wajah nya mendekati wajah Hazel.


"kamu berjanji" kata Hazel pelan sambil menatap wajah Frans yang sangat dekat dengannya. Frans menjawab dengan mencium keningnya.


...----------------...


"pelan Roy aku takut sekali" pinta Rosalin.


"kalau takut kamu masuk VR saja dulu, nanti sudah sampai, aku kasih tau" ucap Roy. Namun Rosalin malah mencubitnya.


"dasar manusia ga peka, kamu sebelumnya ga punya pacar ya?"


Mendengar ucapan Rosalin Roy mengurangi kecepatan seakan mengerti maksudnya.


"nah kalau begini kan enak bisa menikmati suasana. Lagipula acaranya kan masih lama" ucap. Rosalin.


"sepertinya kamu mempelajari semua hal mengenai manusia" terka Roy.


"ya karena aku telah menjadi I.A tingkat lanjut semenjak bersama kamu Roy" jawab Rosalin. "nanti lagi bicaranya aku ga mau kamu kecelakaan"


Roy melanjutkan perjalanannya ke rumah Naila. Setelah sampai, dia melihat Frans dan temannya sudah sampai terlebih dahulu. Sambil berjalan masuk dia menggerutu "kamu sih jadi telat sampai"

__ADS_1


"bukannya kamu juga menikmatinya" ejek Rosalin. Mereka di sambut Naila dan Ferdinan. Karena temannya sudah sampai semuanya, Naila memulai acara. Ia memperkenalkan Anita sebagai kakak sepupunya.


"sebenarnya gua mau ngadain acara bukan cuma ngenalin kak Anita, tapi gua juga seneng banget karena kak Ferdinan sudah sering di rumah dari pada dulu" ucapnya. Mereka semua menikmati acara tersebut hingga larut malam. Sehingga esok paginya mereka semua bangun terlambat.


...----------------...


Siang ini Dika berencana mengajak Jessica untuk makan siang. Dika mengambil meja di luar agar dia dapat menikmati makanan sambil memandang sekitar. Pada awalnya Jessica protes oleh pilihannya. Saat sedang menikmati makan siang, BFA muncul yang disertai pasukan musuh.


Jessica sangat ketakutan melihat musuh melakukan penyerangan dan perusakan. Dika segera menghubungi Ferdinan.


"Fer saya minta tolong, kami diserang pasukan game" ucap Dika.


"kirim lokasinya biar saya sampaikan kepada mereka" ucap Ferdinan. Lalu ia menghubungi Naila untuk mengabari kejadian itu.


Anita yang mendengar percakapan mereka bingung melihat Naila pergi dengan tergesa-gesa. Naila menghubungi Frans dan teman yang lainnya untuk ke lokasi yang telah diberikan oleh Ferdinan sebelumnya.


"Naila kamu mau ke mana?" tanya Anita.


"ada urusan penting kak, tadi kak Ferdinan yang ngabarin" ucap Naila lalu pergi. Karena tidak mendapatkannya jawaban yang lengkap ia mencoba untuk menghubungi Ferdinan, namun tetap saja nihil karena ponselnya tidak dapat dihubungi.


Merasa jenuh sendiri di rumah, Anita mencoba untuk bermain game FIGHT FOR GLORY dengan karakter yang telah ia buat sebelumnya. Setelah memasuki game tersebut dia sangat terkejut melihat tampilan galam game tidak berubah sama sekali, sama dengan ruangan kamarnya. Tak lama dia mendapatkan tutorial dalam bermain, setelah menjalankan beberapa tutorial muncul pemberitahuan misi di mana misi tersebut memunculkan anak panah sebagai navigasi ke lokasi tujuan. Ia segera mengikuti anak panah itu dengan berjalan kaki terkadang juga berlari.


Sementara Naila dan temannya sudah sampai di lokasi kejadian, segera membentuk tim, Robet dan Edi menyelamatkan orang menuju tempat yang aman. Sedangkan yang lainnya mencoba untuk melawan prajurit.


"misi kali ini kayanya ga ada bos, jadi ayo kita selesaikan dengan cepat" kata Naila. Mereka semua bekerja sama dengan baik sehingga dengan cepat para pasukan dikalahkan.


"kalian tidak apa-apa?" tanya Edi kepada Dika.


"apa itu tadi, kenapa mereka menyerang dan membuat keributan" Jessica malah bertanya.


"kami semua baik-baik saja" jawab Dika kepada para pemain "Jes itu tadi musuh dari game yang selama ini menjadi masalah kami" kemudian Dika menjelaskan semua dengan singkat.


"Roy bakalan ada musuh lagi yang datang" Rosalin memperingatkan "prajurit level S sekitar 500 orang" tambahnya. Mereka semua terkejut mendengar jumlahnya. Namun mereka semua segera bersiap menghadapi.

__ADS_1


__ADS_2