
Di rumah Frans, semua pemain yang berhasil di selamatkan pada hari sebelumnya telah berada di pedang rumahnya. Mereka berniat untuk mengucapkan terima kasih sekalian berkenalan dengan sosok yang menjadi idola mereka dalam game tersebut.
Mereka segera menekan bel rumah Frans, tak lama muncul ibu Frans yang menyambut mereka. Dengan ramah ibu Frans menanyakan siapa mereka dan tujuan mereka.
"kami orang yang telah di selamatkan Frans dari dunia game" jawab salah seorang dari mereka. "kami ingin bertemu dengan Frans untuk berterimakasih" tambahnya. Ibu Frans mempersilahkan mereka masuk, lalu menuju kamar anaknya.
"kalian semua apa kabar?" tanya Frans setelah keluar dari kamarnya.
Mereka semua menjawab dengan serentak yang menyatakan kondisi mereka baik. Tak berselang lama ibu Frans dan Hazel datang membawa hidangan kecil. Para pemain yang berkunjung ke rumah Frans terkejut melihat Hazel membawa hidangan.
"kok Hazel akrab banget sama kalian?" tanya seorang pemain lainnya.
"aku ini kekasih Frans, makanya aku akrab dengan ibu" jawab Hazel yang membuat mereka semakin bingung. Namun Frans berusaha untuk menjelaskan kepada mereka siapa sebenarnya Hazel. Setelah mendengar penjelasan dari Frans, mereka semua malah tertawa.
Mereka semua mengucapkan terima kasih banyak atas bantua Frans dan teman-temannya setelah menyelamatkan mereka.
"ga usah seperti itu, lagi pula kalau aku juga butuh bantuan kalian setelah ini" kata Frans.
"bantuan bagaimana kak?" tanya seorang pemain. Frans menjelaskan bahwa kemungkinan akan makin banyak masalah yang timbul di dunia nyata yang disebabkan oleh pasukan dari dunia game. Maka dari itu Frans meminta mereka untuk bersiap membantu.
"bagaimana mana kami membantu kalian?" tanya pemain tersebut.
"nanti saat kami butuh bantuan kalian akan aku hubungi" jawab Frans. "sekarang aku minta nomor ponsel kalian"
Mereka satu persatu memberikan nomor ponsel kepada Frans, setelah itu mereka semua berbincang dan bersenda gurau hingga tertawa terbahak-bahak.
Ayah Frans yang sedang di kamar keluar setelah mendengar suara tawa yang sangat keras dari ruang tengah. Dia terkejut melihat banyak sekali orang di ruangan itu.
__ADS_1
"Frans siapa mereka? Apa mereka teman kuliah kamu?" tanya ayah Frans.
"bukan yah, mereka teman main game aku"
"oh..mereka yang berhasil kamu selamatkan bersama temanmu itu ya?" tanya ayah Frans lagi.
"kok ayah bisa tau?"
"bunda cerita ke ayah, di tambah lagi ayah sempat lihat kamu di berita kemarin" jawab ayah Frans kemudian menyalakan televisi. "sudah kalian lanjutkan ngobrolnya"
Ayah Frans kemudian menyaksikan televisi sementara Frans dan yang lainnya berbincang kembali. Salah satu diantara mereka yang bernama Lusi memperkenankan diri.
"kak Frans aku kagum banget sama kamu, kamu terkenal di game. Seneng banget bisa ketemu sama kakak" kata Lusi sambil memegang erat-erat tangan Frans. Hazel merasa sangat cemburu melihatnya.
"kok kami malah pegang tangan Frans seperti itu?" kata Hazel cemburu. Lusi dengan cepat melepaskan tangan Frans.
Ditengah percakapan mereka terdengar suara berita yang sedang disaksikan oleh ayah Frans. "saat ini terjadi kekacauan di dekat sebuah universitas di Jakarta. Kekacauan tersebut di sebabkan oleh orang berkostum aneh dengan jumlah yang sangat banyak"
Ayah Frans yang sedang menyaksikan berita tersebut terkejut saat melihat lokasi tersebut dekat tempat Frans kuliah. "Frans sepertinya itu tempat kamu kuliah" teriak ayah Frans.
Frans yang mendengar ucapan ayah, Frans segera melihat berita tersebut. Dia terkejut melihat banyak sekali pasukan musuh.
Sementara di kampus tempat Frans dan teman-temannya kuliah, muncul BFA yang disertai dengan kehadiran pasukan musuh tingkat S dengan jumlah yang sangat banyak. Para pasukan tersebut membuat kekacauan. Walau saat itu tidak ada korban namun terjadi perusakan fasilitas umu dan kendaraan bermotor.
Naila dan Robet yang sedang berada di sana segera daring dan melawan para musuh. Mereka berdua berusaha untuk melawan. Naila mengeluarkan ponselnya dan berusaha menghubungi Frans untuk meminta bantuan sambil melawan pasukan musuh.
"Frans tolong cepetan ke kampus, gua sama Robet lagi ngelawan musuh" kata Naila saat Frans menerima panggilan darinya. Setelah mengatakan apa yang ingin disampaikan dia segera melawan musuh dengan konsentrasi.
__ADS_1
Sementara Roy dan Rosalin sedang dalam perjalanan menuju tempat Linda bekerja, karena sebelumnya mendapatkan undangan dari Edi. Di tengah perjalanan tiba-tiba Edi diserang oleh pasukan musuh. Dia dan Rosalin terjatuh dari motor karena tidak sempat mengelak.
"kenapa ada pasukan musuh dari dunia game?" tanya Edi kesal sambil melihat sekeliling. Dia sangat terkejut, di sekelilingnya telah banyak pasukan musuh disertai BFA yang telah muncul. Disaat bersamaan ponselnya berdering. Panggilan tersebut dari Frans.
"Roy Naila sama Robet lagi lawan musuh di kampus, lu kesana duluan gua nyusul" kata Frans dari ponsel.
"enak aja lu, gua juga mau minta tolong sebenarnya. Gua di sini juga di serang. Tolong kasih tau Edi, gua di jalan arah tempat Linda kerja ada BFA" kata Roy sembil berusaha daring.
"apa lu juga lagi lawan musuh? Ya udah nanti gua bilang sama Edi biar dia bantu elu ke sana" kata Frans.
Edi yang telah berhasil daring kemudian berusaha melawan musuh sambil menunggu bantuan datang. Dia bersama Rosalin melawan musuh yang berjumlah sangat banyak. Melihat musuh yang terus bertambah Edi berniat menggunakan skill barunya.
"JIWA KUCING ILUSI" teriak Edi. Rosalin yang sangat dang melawan musuh seketika menjadi cahaya. Musuh yang sebelumnya sedang dilawan olehnya merasa bingung dan berputar-putar mencari keberadaan Rosalin.
Rosalin yang kini telah menyatu dengan Roy, melihat tingkah para musuh tertawa terbahak-bahak. Itu membuat musuh yang sebelumnya berputar-putar tersadar dan segera menyerang mereka.
Di perusahaan game, saat rapat sedang berlangsung ponsel Frans berdering yang membuat Dika sedikit kesal.
"maaf pak, ini ada panggilan dari Naila" kata Ferdinan. Disaat bersamaan Jessica kembali masuk ke ruang rapat.
"pak sekarang terjadi kekacauan di dua tempat yang berbeda. Saya lihat di berita barusan saja, dalam berita tersebut banyak orang yang pernah kita temui waktu makan siang" kata Jessica dengan nada panik.
"cepat angkat panggilan dari adikmu" kata Dika. Ferdinan segera menerima panggilan tersebut.
"kak tolong suruh kak Anita ke kampus, di sini lagi banyak musuh" kata Naila yang kemudian memutuskan panggilan.
Ferdinan segera menjelaskan kepada Dika kondisi adiknya dan meminta Anita untuk membantu. Dika menurun semua yang hadir dalam ruang rapat tersebut segera keruang pengembangan game FIGHT FOR GLORY. Dia meminta Tino untuk melihat status pemain yang sedang daring.
__ADS_1
"pak hanya ada tiga orang saat ini yang sedang daring, itupun satu diantaranya dalam posisi yang sangat jauh" kata Tino. Melihat kondisi tersebut membuat Dika dan Ferdinan sangat sulit dalam mengambil keputusan.