FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Sarapan untuk Kakakku


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Naila terlihat sibuk mencari ponselnya, sepertinya dia hendak menghubungi seseorang.


"kak, liat hp aku ga?" tanya Naila.


"gak liat Nai, coba kamu telepon hp pake telepon rumah" jawab Ferdinan sambil memberi saran. Iapun mencoba menghubungi nomor ponselnya melalui telepon rumahnya. Tak berapa terdengar Nanda terhubung. Namun dia tidak mendengar suara dari ponselnya.


"duh ketinggalan di mana lagi hp gua" tanya Naila dalam hati. Dia kemudian menuju mobil untuk mencari ponselnya, namun dia tidak menemukannya. "ya udah lah pake telepon rumah." Kemudian diapun menghubungi seseorang.


"halo ini siapa ya" terdengar suara wanita yang menjawab telepon Naila.


"eh tante, ini saya Naila"


"oh Naila, hp Frans di tinggal di ruang tengah. Frans lagi dj kamar mandi" jawabnya yang ternyata ibu Frans.


"ya sudah tante, nanti saya telpon lagi" ujar Naila.


Di sisi lain Dika hari ini di bangun sangat cepat, membuat ayahnya Yoga Perdana heran.


"tumben kali ini kamu bangun cepat, apa ada hal penting di perusahaan" tanya ayahnya.


"ya pak....penting banget. Ini masalah masa depan anakmu" jawab Dika dengan riang.


"masa depan apanya? Apa masih kurang usaha yang bapak kasih ke kamu?" tanya ayahnya kesal.


"memang dia mau hidup sama kita terus pah" sela ibunya yang mengerti maksud Dika.


"nah ibu saja tau..." ledek Dika kepada ayahnya. "dah ya pak bu aku berangkat"


"eh.. Kamu gak sarapan dulu?"


"nanti di kantor aja" jawab Dika yang langsung meninggalkan mereka.


"anak itu memang sudah pandai" kata ayah Dika


"sama seperti kamu juga" puji ibunya

__ADS_1


Di rumah Naila suara telepon rumahnya berbunyi. Dia segera berlari dari kamarnya menuju ruang tamu untuk menjawab panggilan dari telepon.


"halo Nai ni gua" terdengar suara Frans dari gagang telepon. "kata bunda lu tadi nelpon, ada apa Nai?"


"lu bisa ga ajak temen yang lain ke rumah gua?"


"ada apa emang?" tanya Frans lagi.


"gua lagi pingin kalian main aja ke rumah gua, sekalian ada yang mau gua omongin"


"ya udah, nanti gua ajak teman yang lai ke sana" jawab Frans kemudian ia menutup teleponnya setelah berpamitan.


Setelah menghubungi teman-temannya untuk ke rumah Naila, Frans juga pamit kepada ibunya. Kemudian ia langsung berangkat ke rumah Naila.


Dika sudah sampai di depan rumah Jessica. Di kemudian mengeluarkan ponsel dan menelpon Jessica. Tak lama terdengar suara dari ponsel tersebut.


"halo Dik, tumben pagi-pagi kamu telepon aku?" tanya Jessica.


"ya kan tadi malam aku ga telepon kamu, jadi sekarang aja aku telepon kamu. Habis aku kangen" jawab Dika gombal.


"yey... Sekarang aku lagi sibuk mau berangkat kerja. Nanti aja di kantor kita ngobrol" ucap Jessica kemudian mengakhiri panggilan tersebut. Dika hanya tersenyum sambil berkata dalam hati jika akan ada kejutan darinya.


"kok pak Ferdinan?" tanya Roy dan Frans.


"kenapa kalian kaget? Kan kemarin kita sudah ketemu di kantor" ucap Ferdinan.


"heran aja, soalnya aku ga pernah ketemu kalau lagi main ke sini" jawab Frans dan Roy hanya mengangguk.


"itu karena dulu aku sangat jarang di rumah, maaf ya. Tapi setelah kejadian kemarin aku jadi sadar kalau aku punya adek perempuan yang harus di perhatikan"


"kalau gitu saya juga minta maaf, jangan karena masalah game aja tapi sampai seterusnya" ucap Frans mengingatkan.


"aku paham Frans, terimakasih selama ini kalian jadi teman yang baik buat Naila. Aku pamit kerja dulu ya"


"kak Ferdinan, gak sarapan dulu? Aku udah siapin loh" teriak Naila sambil keluar dari dalam rumah "kalau tau gak sarapan mending aku tidur aja di kamar. Eh kalian sudah sampai"

__ADS_1


Mendengar ucapan adiknya Ferdinan menunda keberangkatan, "ya deh aku sarapan dulu lagian dah lama banget gak sarapan bareng sama kamu" kata Ferdinan "kalian juga bisa ikutan kok"


Melihat kakaknya memutuskan untuk sarapan sebelum berangkat kerja Naila merasa senang.


"kali ini aku cuma bisa siapin nasi goreng sama teh aja. Tapi lain kali aku janji kalau kakak mau sarapan tiap pagi sebelum berangkat kerja aku bakal siapin yang lebih baik lagi" ucap Naila dengan senang.


"iya iya kakak bakalan sarapan sebelum berangkat kerja" kata Ferdinan sambil berjalan menuju meja makan.


"tapi kalian minum teh aja ya, habisnya aku ga tau kalau kalian mau datang sepagi ini" ujar Naila sambil menyiapkan sarapan untuk Ferdinan. "lagipula ini aku buatin spesial buat kakak"


Semua temannya hanya mengangguk. Setelah selesai menyiapkan sarapan untuk kakaknya, Naila menyuguhkan teh dan cemilan kepada temannya. "biarpun kalian ga aku siapin sarapan tapi masih ada cemilan kok biar kalian gak bengong di meja makan" kata Naila. Teman-temannya tertawa kemudian sarapan bersama dengan Ferdinan.


Jessica sudah siap untuk berangkat kerja dan berpamitan kepada orang tuanya. Sesampainya di luar rumah dia terkejut melihat Dika sudah berapa di hadapannya.


"kok kamu sudah di sini, kamu sengaja semalam ga pulang?" tanya Jessica.


"enak aja" bantah Dika sambil berjalan mendekati Jessica "cium bajuku, baunya apa seperti orang yang ga ganti baju. Trus pegang rambutku lembab apa kering berminyak" kemudian Dika mengarahkan tangan Jessica ke kepalanya.


"dari baunya kamu habis mandi, rambut kayak habis di keramas" kata Jessica curiga "buka mobil kamu." Dika membuka mobilnya, kemudian Jessica melihat kedalam mobil. Setelah itu ia membuka bagasi mobil sambil berkata "aku yakin semalam kamu nginep di depan rumahku, trus pagi ini kamu mandi di toilet umum"


"kok kamu ngaco gitu ngomongnya sih? Mana mungkin aku mandi toilet umum. Trus kamu buka bagasi buat apa?" tanya Dika kesal.


"Aku mau liat kamu bawa baju ganti apa ga"


"kamu semalam mimpi apa? Atau karena semalam kamu ga aku telepon trus kamu eror gini?" kata Dika sambil tersenyum tipis melihat tingkah kekasihnya.


"oh iya kamu semalaman ga ada telepon aku" Jessica sadar kalau semalam dia tidak di telepon.


"ya ga ada. Coba kamu liat HP kamu" kata Dika sambil menutup bagasi mobilnya dan mengarahkan Jessica masuk ke dalam.


"trus tumben kamu pagi-pagi banget dah nyampe, ada apa?"


"kata kamu semalam kamu pingin ngobrol di mobil berdua sambil jalan. Kenapa ga sekalian pagi-pagi aja kan lebih seger" jawab Dika gombal.


"cuma itu aja" tanya Jessica meyakinkan.

__ADS_1


"ya sih cuma. Oh iya aku juga mau ajak kamu sarapan. Kamu juga belum sarapan kan?"


"belum belum. Kalau direktur yang ajak pasti belum lah" jawab Jessica tersenyum manis kepada Dika. Dika kemudian menjalankan mobilnya menuju suatu tempat untuk mencari sarapan yang menjadi favoritnya.


__ADS_2