FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Menghasut Rosalin


__ADS_3

Seusai sarapan Ferdinan berangkat kerja, dimana sebelumnya ia berpamitan terlebih dahulu kepada adiknya dan teman-temannya. Setelah Ferdinan pergi, Naila memulai percakapan di mana ia mengatakan, kakaknya sudah kembali memperhatikan dirinya. Saat ini teman-temannya Naila juga melihat perubahan kakaknya.


Disela percakapan mereka Robet memberitahukan ada berita yang menyatakan pemain tidak sadarkan diri keadaannya semakin parah. Hal ini semakin membuat mereka panik dan bercampur khawatir.


"sekarang kita harus selalu kompak, jangan ada yang gampang kebawa emosi, kalo ga kita juga bisa ngalamin kejadian itu" kata Frans.


"iya bener kata Frans, jangan nanti gara-gara hal sepele kita malah pecah, efeknya buat kita juga nanti" tambah Naila.


Sesampainya Ferdinan di kantor, seorang resepsionis menghampirinya. Resepsionis itu memberikan sebuah ponsel kepadanya.


"pak hp ini di temukan oleh keamanan tadi malam di ruang tamu dekat ruang direktur" kata resepsionis itu.


"lalu ini hp siapa?"


"kata keamanan hp itu milik salah satu pemain yang berkunjung kemarin" jawabannya.


"ya sudah nanti saya hubungi mereka" jawab Ferdinan kemudian pergi menuju ke ruangannya. Tak lama kemudian Dika bersama Jessica sampai di sana.


"Jes setelah sampai di ruangan, segera kumpulkan bagian pengembangan FIGHT FOR GLORY dan tim IT" kata Dika sambil berjalan.


"baik pak" jawab Jessica.


"jangan lupa kamu juga harus hadir"


"kenapa saya harus hadir, biasanya juga tidak" protes Jessica.


"ini sangat penting, nanti juga kamu tahu" jawab Dika. Jessica hanya bisa menurutinya.


Sementara itu di sekitar rumah Naila muncul BFA yang mengelilinginya tanpa mereka sadari. Mereka terus berbincang. Tiba-tiba Hazel merasakan kehadiran seseorang.


"gawat yank" kata Hazel panik. Frans dan teman-temannya terkejut menatap Hazel.


"ada apa Zel?" tanya Frans. Rosalin yang sebelumnya berwujud kucing seketika berubah menjadi manusia.


"Samiri ada di sekitar sini" ujar Rosalin, kemudian dibenarkan oleh Hazel. Mereka semua bersiap-siap untuk mengantisipasi hal terburuk.

__ADS_1


"ayo kita semuanya keluar rumah, jangan sampai terjadi pertarungan di rumah ini" kata Naila sambil berjalan ke arah luar. Baru saja sampai ruangan depan Samiri muncul di hadapan Naila.


"kalian mau ke mana? Tenang saja aku kemari tidak bawa pasukan. Aku hanya ingin berbicara dengan Rosalin" ucap Samiri. Ia lalu melangkah mendekati Rosalin, namun dihadang oleh Roy.


"apa yang hendak kau lakukan dengannya?" tanya Roy kesal.


"dia itu bawahan ku, wajar saja aku ingin berbicara dengannya hehehe"


"bicara saja, tak perlu mendekatinya, kalau kau nekat jangan salahkan kami bila bertindak kasar" ucap Roy. Rosalin hanya diam mendengar ucapan Roy.


"baiklah, hehehe. Tak perlu marah begitu, aku juga tidak berniat untuk membuat keributan hehehe" ucap Samiri dengan tatapan licik.


"katakan apa yang ingin kau katakan, kemudian segera pergi dari tempat ini" kata Frans.


"Rosalin mengapa kau mengikuti orang itu? Apa tuan Demian masih kurang baik?" kata Samiri yang berniat membujuk Rosalin. "kalau memang demikian kau bisa menyampaikannya, pasti tuan Demian mengabulkan untukmu"


"Aku merasa di sini nyaman dan merasa bebas karena aku diperlukan sangat baik" jawab Rosalin.


"kau sudah lupa bagaimana baiknya tuan Demian memperlakukan dirimu"


"baik dari mana? Bila aku berhasil menjalankan tugas dia baik. Namun bila tidak ada tugas aku hanya dikurung atau terus menerus bertarung dengan prajuritnya dengan alasan untuk melatihku" ungkap Rosalin.


"Aku tetap ingin bersama mereka di sini" jawab Rosalin. Namun Samiri tidak menyerah dia terus berusaha menghasut Rosalin.


"mereka itu manusia yang lambat laun tua dan akan mati, sedangkan kita adalah sebuah program yang terus berkembang dan tak akan dimanakah usia" ucap Samiri untuk meyakinkan Rosalin, dimana dengan ucapan itu membuatnya berfikir keras.


"hai siluman kucing, kau jangan terpengaruh ucapan Samiri, walaupun kita program, sesungguhnya kita diciptakan oleh manusia juga" ucap Hazel untuk mengingatkan Rosalin. Namun pikiran Rosalin yang telah terhasut oleh Samiri belum bisa menerima ucapannya.


"kembalilah denganku, aku akan minta tuan Demian untuk memperlakukanmu lebih baik lagi" bujuk Samiri. Rosalin mulai terbujuk ucapannya.


"baik, bawa aku kepadanya" ucap Rosalin sambil berjalan mendekati Samiri. Melihat itu Roy segera menahan Rosalin, yang kemudian Frans dan temannya menyerang Samiri.


Melihat Samiri diserang membuat Rosalin yang telah terhasut membantu Samiri. Sehingga pertarungan yang tak seimbang terjadi.


Naila dan kawan-kawan melakukan perlawanan yang cukup sengit. Dimana Samiri yang merupakan kepercayaan Demian dan juga sangat kuat ditambah lagi Rosalin yang sebelumnya merupakan kepercayaan Samiri.

__ADS_1


Melihat peluang menang yang semakin kecil dangan cara bertarung seperti ini Frans memanggil Hazel.


"sayang kita harus bersama, kamu jangan lupa kalau kita bersatu kekuatan kita akan semakin besar" ucap Frans sambil menyerahkan pedang api kepada Hazel.


"oke sayang aku mengerti" ucap Hazel yang kemudian melakukan serangan bersama dengan Frans setelah ia menerima pedang api.


Kali ini Samiri dan Rosalin sedikit terdesak. "Frans paksa mereka keluar, rumah gua jadi berantakan begini, bisa-bisa rumah gua bakal runtuh kalau terus gini" ucap Naila. Frans dan Hazel memancing mereka untuk keluar rumah.


"oke Nai, lagian kalau di dalem pergerakan gua juga kurang" kata Frans terus melakukan pertarungan. Samiri merasa semakin kesal karena dibuat terpojok oleh Frans, ia segera mengeluarkan sebagian besar energinya hingga membuatnya semakin cepat dan semakin kuat dalam pertarungan.


Sementara itu di perusahaan game, Dika memulai rapat untuk melakukan penagan pemain yang tidak bisa keluar dari game. Semua tim yang berkaitan dengan game FIGHT FOR GLORY telah berkumpul. Begitu juga dengan tim keamanan siber milik perusahaan tersebut.


Mereka semua memberi pendapat untuk menangani persoalan tersebut.


"kami dari pengembangan untuk saat ini akan membantu pemain yang tersisa. Karena menurut saya merekalah yang membuat para pemain masih hidup walaupun dengan kondisi sekarat" ujar Ferdinan.


"maksud anda apa pak?" tanya seorang dari bagian keamanan cyber yang bernama Toni


"begini dari data yang ada pada saya pemain kita saat ini yang masih aktif hanya lima orang, bila mana mereka juga sampai seperti pemain lainnya kemungkinan besar seluruh pemain akan lenyap"


"jadi menurut anda dengan adanya pemain yang tersisa tersebut ada kemungkinan pemain lainnya bisa selamat" tanya Toni.


"ya ada kemungkinan seperti itu. Oleh sebab kami berusaha membantu dengan memberikan item dalam game"


"apa gunanya membantu dengan memberikan item game?" tanya Toni heran, juga bagian keamanan cyber berfikir sama.


"semua itu ada manfaatnya, sekarang kalian menganggap remeh ucapan Ferdinan. Tak lama lagi kalian akan merasakan apa yang aku dan para pemain rasakan" Dika menjawab pertanyaan yang meremehkan.


"maksud bapak apa?" tanya Toni.


"kalau kukatakan sekarang kalian tidak akan percaya, untuk mengetahui kebenaran ucapan Ferdinan sebaiknya kau menugaskan sebagian anggotamu di pengembangan" ucap Dika. "dan juga bagaimana cara mengatasi virus itu." Semua bagian keamanan cyber terdiam. Mereka semua tidak bisa menjawab, karena belum menemukan titik terang.


" kenapa kalian diam, Toni bagaimana hasilnya?"


" kami masih belum bisa menemukan cara mengatasi virus itu, karena virus terus berkembang seakan dia lebih pintar dari kami" jawab Toni.

__ADS_1


"ternyata kalian tidak ada hasil tapi merendahkan tim pengembangan, mulai saat ini kau ku tambah pekerjaan. Kau dan beberapa anak buahmu bekerja sama dengan Ferdinan untuk menyelamatkan masalah ini" ujar Dika. "dan juga selama masalah ini belum selesai jangan pernah meninggalkan tim Ferdinan. Kalian harus kerja sama"


"baik pak" jawab Ferdinan dan Toni.


__ADS_2