FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Ambisi NPC Raiden


__ADS_3

Roy dan Robet telah sampai lokasi yang diberitahukan oleh Naila. Merek merasa bingung karena tidak ada satupun lawan yang mereka lihat. merasa seperti dibohongi Roy segera menghubungi Naila.


"lu di mana, gua udah sampai tapi nggak ada apa-apa di sini" kata Roy.


"gua sekarang ada di dalam rumah sakit lagi jenguk adiknya Linda" jawab Naila. "maaf gua nggak ngasih tahu kalau musuh dari kalahin semua sama Frans"


Kemudian Naila memberitahu ruangan tempat Adik Linda dirawat, dia menjelaskan Ferdinan dan Anita juga ikut. Roy dan Robet segera menyusul untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya dan juga melihat keadaan adiknya Indah sebagai pemain game FIGHT FOR GLORY. Di koridor mereka berjumpa dengan Anita.


"kak Anita, Saya dengar kakak ke sini bersama Naila dan Frans?" tanya Roy basa-basi.


"benar, kalian juga mau menemui adiknya Linda? Mari ikut saya" ajak Anita. Roy dan Robet mengikutinya.


Sesampainya di depan kamar rawat mereka melihat Frans duduk lemas. Roy ingin menanyakan keadaannya namun Naila mencegah dengan memberikan isyarat. Naila menarik Roy menjauh dan mengatakan jika Frans sedang emosi.


Di dalam kamar rawat Ferdinan mengamati kondisi adik Linda. Ia melihat VR dan perangkat komputer yang terhubung juga badannya sedang di infus. Ferdinan merasakan kejanggalan dengan VR tersebut karena menunjukan sedang daring. Dia ingin mencatat temuannya, namun saat ingin mengatakan kepada Anita yang perlu dicatat ia terkejut melihatnya tidak ada dalam ruangan tersebut.


"kemana wanita yang tadi bersama saya" tanya Ferdinan. Linda juga kebingungan melihat wanita tidak ada.


"saya juga tidak tau pak, dari tadi masuk ruang ini dia menghilang" jawab Linda, kemudian mereka keluar kamar untuk mencarinya.


Di luar kamar rawat, Anita yang baru saja tiba langsung di dihampiri Ferdinan. Ferdinan menyuruh untuk mencatat kondisi adik Linda dan mengatakan kejanggalan yang ia lihat di kamar rawat.


Setelah selesai mencatat semuanya Ferdinan pamit kepada Linda dan akan segera mengabari di mana sebelumnya ia meminta kontak Linda. Edi Frans dan Naila juga mengikuti Ferdinan, sementara yang lainnya tidak ikut.


Samiri yang berhasil membawa pergi Raiden dari amukan Frans menghentikan langkahnya. Dia kemudian memberikan item penyembuh. Setelah kembali pulih, Raiden merasa ucapan Demian benar dan juga memikirkan perkataan Frans yang mengatakan dia adalah data yang rusak. Sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dalam fikirannya.


"Samiri tolong jelaskan mengapa aku tidak mengenali orang yang aku lawan dan mengapa aku tidak mengetahui mengenai duel yang sebenarnya" pinta Raiden, dimana hal itu sangat sulit baginya untuk menjelaskan.

__ADS_1


"maaf kawan, saya tidak banyak tau penyebabnya. Tapi yang aku tahu hanya para pemain yang merasa memiliki skil bertarung tinggi yang melakukan duel. Belum pernah ada NPC yang menantang duel pemain maupun NPC lain" jawab Samiri.


"jadi bila aku memiliki skil bertarung cukup tinggi apa aku bisa mengalahkan para pemain dalam duel?" tanya Raiden yang seakan tidak ingin kalah dari Frans.


"secara teori bisa, tapi kita di ciptakan mempunyai kekuatan yang besar namun untuk kemampuan bertarung kurasa itu sangat sulit untuk meningkatkan" kata Samiri pesimis. Namun bagi Raiden semua itu perlu di coba. Di saat seperti ini Raiden yang sebelumnya hanyalah karakter atau NPC musuh mulai memiliki keinginan untuk berkembang, hal ini disebabkan oleh virus Blühen yang berpengaruh sangat kuat padanya. Sama seperti Hazel yang terus berkembang dan memiliki keinginan mempelajari tingkah manusia.


"tolong katakan pada yang mulia, aku ingin meningkatkan kemampuan bertarung dalam beberapa waktu, mungkin aku tidak dapat menghadiri pertemuan berikutnya" pinta Raiden.


"lebih baik kau katakan saja sendri kepada beliau" ucap Samiri sambil mengeluarkan ponsel dan menghubungi Demian.


"kenapa kamu menggunakan ponsel seperti manusia saja" kata Raiden mengejek.


"bila kita diluar game, kita tidak dapat berkomunikasi layaknya saat berada dalam game. Karena dimensi yang berbeda, jadi alat ini membantu kita untuk terhubung ke jaringan dalam game tempat kita berada" jawab Samiri sambil menunggu sambungan terhubung dengan Demian. Raiden semakin bersemangat untuk mempelajari semua yang tidak diketahui olehnya.


"darimana kau dapat kan itu" tanya Raiden penasaran untuk memiliki.


Raiden menjelaskan keinginan kepada Demian dan meminta izin agar dapat tidak bertugas dulu dalam beberapa waktu. Demian yang merasa itu merupakan sesuatu yang baik baginya memberikan izin kepada Raiden.


Setelah selesai mengatakan niatnya Raiden kemudian pergi meninggalkan Samiri untuk memulai usahanya dalam mempelajari cara meningkatkan kemampuan bertarung. Dia pergi berselancar kedalam jaringan internet untuk mencari sesuatu yang berkaitan dengan karakter Frans.


Ia menemukan unggahan para pemain yang memperlihatkan status poin, skil poin dan cara pertarungan Frans dalam game. Kemudian ia menyalin semua hasil unggahan tersebut dan kembali berselancar mencari informasi untuk melatih kecepatan bertarung tanpa item tambahan.


Setelah selesai mendapat bahan yang perlu dia pelajari, dia pergi kedalam gamen mencari NPC penjual perlengkapan untuk membeli ponsel. Karena merasa kesulitan ia segera menghuni Samiri dan memintanya datang ke dalam lobby game.


"ada apa, kenapa baru saja dua jam kamu sudah menghubungi" tanya Samiri "sudah lelah dengan latihan"


"bisa kau tunjukkan tempat membeli alat komunikasi yang kau gunakan" pinta Raiden.

__ADS_1


"hanya itu, kalau begitu mari ikut aku" ajak Samiri "mengapa kau ingin membeli ponsel?"


"aku berencana untuk melatih diri di dunia manusia seperti data yangku dapat"


"ingat selama di dunia tanpa ada perintah dari Demian kita bisa bertahan selama delapan jam" Samiri mencoba untuk menjelaskan.


"tapi mengapa Hazel bisa lebih dari itu?" tanya Raiden.


"Hazel atau Rosalin yang belum kau kenal, mereka memiliki kode unik yang tidak dapat di mengerti bahkan oleh tuan Demian" jawab Samiri "kemungkinan karena mereka telah bermitra dengan pemain yang menyebabkan mereka berbeda dengan kita"


"lalu apa yang terjadi bila kita melebihi batas waktu di dunia manusia?" tanya Raiden lagi.


"kemungkinan status poin kita perlahan berkurang sampai kita kembali lagi" jawab Samiri yang tanpa mereka sadari telah sampai di tujuan. "di sini tempatnya, kau bisa membeli bahkan membuat senjata yang kau inginkan"


Raiden segera menemui NPC tersebut dan memilih barang yang ingin dibeli. Saat melihat kembali menu persenjataan dia terkejut melihat PEDANG GANDA KRISTAL API.


"saya ingin membeli pedang ini" kata Raiden.


"maaf, barang tersebut sangat sulit membuatnya. Butuh item langka, dalam kondisi banyak pemain saja sulit apalagi dengan kondisi saat ini" kata NPC tersebut.


"bagaimana cara mendapatkan item langka tersebut?"


"saya tidak tahu untuk kondisi saat ini, karena semua bos stage dan jendralnya sudah berada di bawah kendali tuan Demian, lagi pula untuk apa kau menginginkan pedang itu sedangkan poin kekuatan yang kau miliki sangat kuat?" tanya NPC tersebut.


"poin kekuatan tidak berguna dalam duel"


"duel?? Kamu ini NPC atau pemain sehingga ingin berduel. Hanya para pemain saja yang bisa berduel, belum ada sejarahnya NPC Menang duel dengan pemain" ejek NPC itu.

__ADS_1


"aku akan buktikan padamu bila aku ini NPC yang pertama kali menang melawan pemain" gertak Raiden lalu meninggalkan Samiri dan NPC penjual perlengkapan setelah membayar semua yang dia beli.


__ADS_2