
Mendengar ancaman dari Lusi, Zoe yang semula sangat kepala kini sedikit diam dan ingin keluar dari area BFA. Namun Edi berusaha menahannya, "kalau lu keluar gua ga yakin kita bisa menang karena bisa jadi tim ini kekurangan poin tempur"
"lu jangan keluar dulu, yang penting lu dengerin omongan Roy" kata pemain lain.
Dengan sedikit kesal Zoe menuruti perkataan mereka. Kemudian Roy segera mengatur strategi untuk menghadapi musuh yang akan segera datang. Belum juga selesai, monster datang langsung menyerang mereka. Tubuh monster tersebut berkepala kambing bertubuh seperti manusia tinggi sekitar empat meter. Roy segera meminta Rosalin mengalihkan perhatian monster.
Pemain lainnya mulai membentuk beberapa baris ke belakang atas perintah Roy. Semua support berdiri di bagian paling belakang di lanjutkan para mage, archer dan gunman untuk serangan jarak jauh. Di barisan paling depan para figter dan swordman untuk serangan jarak dekat. Setelah formasi terbentuk mereka semua segera melakukan serangan.
Frans yang masih melakukan duel dengan Raiden semakin sengit. Berkali-kali pukulan dan tendangan saling mengenai. Mereka bertarung cukup lama, hingga membuat Naila dan yang lainnya kwatir. Raiden yang dari tadi ingin menahan diri untuk mengulur waktu agar Frans semakin lelah, kini melakukan serangan yang sangat cepat dan sangat kuat.
Frans kali ini tidak dapat menghindar dari serangan Raiden akibat tubuhnya sudah semakin lemah. Serangan Raiden yang sangat cepat seakan seperti kilat bagi Frans. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Raiden semakin cepat dan pukulan terakhir yang membuatnya keluar dari arena duel. Tubuh Frans semakin lemah akibat serangan terakhir tersebut. Dia merasa Raiden kali sudah menguasai cara bertarung di arena duel.
"baru aja berapa minggu sudah jago banget nih 'data'" batin Frans.
Dengan sisa tenaga terakhir Frans berusaha untuk melawan Raiden. Namun usahanya sia-sia, Raiden menepis serangan darinya dan memberikan pukulan berkali-kali hingga dia tak berdaya. Kemudian Raiden mengeluarkan pukulan dengan kekuatan yang sangat besar, sehingga Frans terpental hingga keluar arena duel.
Semua orang yang melihat duel mereka sangat terkejut melihat Frans keluar dari arena duel. Tak lama terdengar suara yang menyatakan Frans kalah dari duel dan pertandingan selesaikan. Hazel dan Naila serta Anita segera menghampiri Frans yang terkapar. Tubuh Frans tidak dapat bergerak akibat kehabisan tenaga.
"semua badan gua sakit" kata Frans setelah mendengar Naila yang menanyakan kondisinya. Tak lama Raiden juga datang dan menyatakan Frans sangat hebat.
__ADS_1
"segera bawa dia keluar dari BFA karena sebentar lagi monster akan datang" kata Raiden memperingati mereka. Naila dan Anita membawa Frans keluar dari BFA dan segera meminta Ferdinan untuk mengirim ambulance. Sementara Hazel yang melihat Frans terluka parah akibat duel dengan Raiden marah besar.
"kakak, kenapa kau buat kekasihku sampai luka parah" kata Hazel kepada Raiden dengan pancaran tenaga yang sangat besar.
Raiden yang mendengar Hazel memanggilnya kakak sangat bingung dan penuh pertanyaan siapa dia sebenarnya. "kamu sia.." belum sempat raiden selesai bertanya, Hazel sudah menyerangnya. Dengan pedang Ganda, Hazel menyerang Raiden. Raiden yang belum siap atas situasi tersebut membuatnya terkena serangan dari Hazel.
"kakak kenapa tadi ku panggil diam? Kenapa kau buat Frans seperti itu? Kenapa kakak tidak seperti dulu?" tanya Hazel sambil terus menyerang Raiden.
Mendengar semua pertanyaan tersebut membuat Raiden semakin bingung. Seketika pintasan masa lalu dari Raiden keluar. Seakan dia mengingat amukan Hazel. Anita dan Naila yang telah masuk kembali ke BFA terkejut saat merasakan pancaran tenaga Hazel yang sangat besar.
"Hazel hentikan...ingat kamu sudah berjanji sama Frans" teriak Naila. Hazel yang mendengar teriakan Naila tak menghiraukannya. Dia kembali menyerang Raiden. Disaat bersamaan muncul monster yang langsung menyerang semua yang berada di sana.
Monster tersebut sama seperti yang dilawan oleh Roy dan Edi. Naila dan Anita mau tidak mau harus melawan monster tersebut sambil terus mengingatkan Hazel. "Hazel Frans sedang terluka dia butuh kamu" ucap Naila sekali lagi.
"kakak harus ikut denganku melihat Frans" kata Hazel sambil menariknya dan mengarahkan pedangnya ke hadapan Raiden.
Di saat bersamaan, Roy dan Edi yang dibantu oleh pemain lain berhasil membuat monster semakin terpojok. Roy mengingatkan bila dalam waktu satu menit lagi mereka harus mengalahkan monster tersebut.
"kenapa begitu?" tanya Lusi.
__ADS_1
'karena kalau gak gitu, pasukan musuh bakal datang lagi" jawab Roy. Mendengar jawaban seperti itu, mereka segera menyerang monster tersebut.
Roy dan Rosalin bersatu agar tenaga mereka semakin berlipat ganda. Roy mulai menyerang monster tersebut yang di bantu oleh pemain lainnya. Namun monster tersebut menahan serangan tersebut dan melakukan serangan balik. Sehingga Roy dan para penyerang jarak dekat terpental. Semua pemain panik karena waktu mereka semakin menipis untuk menghindari pasukan musuh datang.
Saat kembali berdiri, para penyerang jarak dekat termasuk Roy terkejut melihat poin kesehatan monster tersebut tersisa satu persen. Mereka semua tak mau ambil pusing dan segera mengalahkan monster tersebut. Serangan secara bersamaan mereka kerahkan, baik penyerang jarak jauh dan jarak dekat.
Serangan mereka membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Monster tersebut berhasil dikalahkan. Saat monster tersebut lenyap, terlihat di balik monster tersebut seorang pemain wanita yang berdiri dengan memegang panah. Disaat bersamaan muncul pemberitahuan yang menyatakan misi selesai dan mereka para pemain yang berada dalam BFA mendapatkan bermacam item dan poin pengalaman.
Sebagian dari mereka senang karena ada yang naik level dan ada juga yang mendapatkan item langka sesuai dengan job mereka masing-masing. Roy dan Edi yang melihat pemain tersebut, segera menghampiri dan ingin berkenalan.
"hai nama aku Roy dan dia Edi temanku" sapa Roy sama kepada pemain tersebut. Rosalin yang masih berada di dalam 'tubuh' Roy segera keluar karena cemburu melihat Roy berkenalan dengan wanita lain.
"kalau liat cewek bening sedikit langsung ajak kenalan" protes Rosalin kesal. Pemain wanita itu tertawa manis melihat tingkah Rosalin.
"kakak cantik, perkenalkan nama saya Rita, saya pemain level 70 dari klan 'mawar hitam' dan job saya acher" kata pemain tersebut yang bernama Rita. Mendengar klan 'mawar hitam', Lusi segera menghampiri Rita.
"berapa orang lagi pemain klan 'mawar hitam' yang berhasil selamat?" tanya Lusi. Rita hanya terdiam sambil menggelengkan kepala. Lusi jadi sedih saat mengetahui pemain klan 'mawar hitam' tak ada yang sadarkan diri.
"kamu bersabar ya nanti Frans dan teman-teman berusaha nyelamatin semua pemain kok" kata Roy menenangkan Lusi. "apa kamu pemain termasuk pemain yang berhasil kami selamatkan?" tanya Roy kepada Rita.
__ADS_1
Belum sempat mendengar jawaban dari Rita, sebuah pemberitahuan muncul yang mengatakan ada misi baru dan anak panah muncul sebagai petunjuk arah. Semua pemain segera bergegas mengikuti anak panah tersebut atas saran dari Roy dan Edi.
"mungkin Frans dan yang lainnya belum selesai mengalahkan musuh di sana" kata Roy dan Edi secara bersamaan.