FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Persiapan Penyelamatan


__ADS_3

Hari berikutnya, di kantor Ferdinan dan Anita menemui Dika untuk melaporkan hasil kunjungan mereka ke rumah sakit. Dika yang saat itu sedang melihat berita yang membahas game perusahaannya segera menunjukkan berita tersebut.


"wartawan sudah mengetahui banyak korban yang di rawat" ucap Dika sambil menunjukan berita tersebut. Anita yang sebagai karyawan baru merasa terkejut, karena merasa beban yang sangat besar harus dihadapi.


"kita harus cari solusi untuk membuat sadar kembali para pemain" ujar Dika. "bagaimana mengenai kunjungan kalian kemarin?"


"kami menemukan keanehan di VRnya, sebuah indikator menunjukkan status pemain masih daring" ucap Ferdinan sambil memberikan catatan yang dia buat. "lalu seperti ada celah yang bisa dimasuki menggunakan perangkat lainnya"


Dika mempelajari catatan tersebut dengan teliti. "sepertinya kalian harus mengajak pemain lain untuk menyelidiki lebih dalam" ucap Dika.


Ferdinan juga menjelaskan terdapat sepuluh orang pemain lainya yang sedang dirawat di rumah sakit itu.


"kalau begitu secepatnya kalian membawa tim ke sana untuk menyelesaikan masalah ini" perintah Dika.


"bagaimana bila bapak juga ikut ke sana untuk membantu kami menghadapi pihak rumah sakit" pinta Ferdinan.


"maksudmu?"


"karena rumah sakit merupakan tempat merawat pasien, sehingga tidak bisa banyak orang yang masuk ke dalam ruang rawat" kata Ferdinan.


"jadi kamu ingin saya berunding sebagai pemimpin dengan pihak rumah sakit?" tanya Dika. Ferdinan mengangguk "baiklah, besok kalian berdua dan Toni berangkat ke rumah sakit. Bawa keperluan yang perlu di bawa"


Setelah selesai kuliah, Edi segera menemui Linda di tempatnya kerja. Saat memasuki mobilnya Frans memanggil.


"lu mau ke mana?" tanya Frans.


"gua mau nemuin Linda"


"clbk?"


"jangan bercanda Frans, gua mau ajak dia jenguk adeknya" jawab Edi.


"maaf gua kira lu sekedar kencan, kalau gitu apa boleh gua ikut?"


"boleh aja, mungkin lu bisa bantu gua nanti" jawab Edi. Ketika hendak masuk ke mobilnya Edi protes "lu naik motor aja, ntar pulang dari rumah sakit masak gua harus nganter lu ke sini lagi"

__ADS_1


"kok pelit banget sih lu" protes Frans.


"gua juga pingin berdua sama Linda abis dari rumah sakit" kata Edi sedikit malu.


"cie cie, yang mau ngedate" ledek Frans kemudian menuju motornya dan melajukan motornya menuju tempat Linda bekerja. Sebelumnya dia menghubungi Naila dan Roy untuk bertemu di sana.


Sesampainya di kafe tempat Linda bekerja, mereka segera memesan menu. Kemudian terjadi percakapan ringan diantara mereka.


"bapak Frans mau pulang" kata Naila tiba-tiba.


"trus apa hubungannya sama kita" tanya Edi.


"tanya sama Frans sana"


"maksud Naila apa Frans?" tanya Edi kesal.


"bunda ngundang kalian ke rumah Sabtu depan, ada acara kecil-kecilan" jawab Frans. Semua bersorak senang.


"makan malam gratis nih" teriak Roy yang sedang memegang kucingnya. Semua orang melihat mereka karena teriaknya.


"doyan banget sama kopi dukun lu. Oh iya lukan miara setan" ejek Edi.


"biarin, yang penting setan yang gua piara cantik banget" balasannya. "daripada ice alvocado cocolate banyak lemak"


"lu ga tau aja kalau alpukat banyak manfaat contohnya Menjaga berat badan, Memelihara kesehatan jantung, Menjaga kesehatan mata sama mencegah darah tinggi supaya ga emosian kaya elu" Edi kembali mengejek Frans dengan fakta ilmiahnya.


Tak mau kalah Frans juga membalas dengan hal yang sama "lu pikir kopi ga ada manfaatnya. Nih gua jelasin, Meningkatkan Energi makanya gua jadi top global di game, Kopi Memberikan Rasa Bahagia, jadi gua seneng terus kalo minum kopi ga kaya elu jarang gua liat seneng terus satu lagi Meningkatkan Performa Fisik jadi gua ga pernah lemes kan?"


"sudah, sudah, kalian punya minuman favorit yang semuanya bermanfaat" sela Linda.


"bener tuh yang dibilang sama Linda" Naila menimpali "ga usah saling ledek lagi"


Setelah semuanya menikmati pesanannya. Mereka segera menuju rumah sakit ketika Linda selesai bekerja. Sesampainya di ruang perawatan, tiba-tiba hazel dan Rosalin muncul. Mereka berkata bahwa mereka merasakan ada yang aneh pada VR adiknya Linda.


"aneh bagaimana" tanya Frans dan Roy serentak.

__ADS_1


"aku juga tidak tahu kalau kamu Izinkan aku ingin menyelidikinya dengan cara memasuki VR itu" jawab Hazel.


"kamu yakin?" tanya Frans khawatir.


"tenang tenang saja, Aku akan menemani Kak Hazel kok" kata rosalin menenangkan.


"kakak? Maksudnya apa ini" tanya Roy curiga.


"aku hanya merasa kalau Kak Hazel itu seperti idola buat aku. Dia sangat kuat dan cantik pula" jawab Rosalin sambil memuji.


"kalau begitu memang keinginan kalian, silahkan tapi tolong kalian jangan bertarung apapun yang terjadi" ucap Frans.


"kalian hanya mencari informasi saja ya" tambah Roy. Hazel dan Rosalin segera memasuki VR adik Linda.


"bila dalam waktu lima belas menit kami tidak kembali tolong kalian sumon kami ya" pinta Hazel. Roy dan Frans hanya mengangguk.


Setelah memasuki dunia game dari VR adik Linda, mereka berdua terkejut melihat lokasi yang penuh dengan pasukan tingkat S. Diantara pasukan tersebut terdapat beberapa benda yang menyerupai sangkar burung, di dalamnya terdapat sejumlah orang. Orang yang berada dalam sangkar tersebut merupakan pemain yang selama ini tidak bisa luring dan kalah dalam permainan.


Kemudian mereka melihat lagi sekeliling lokasi itu. Dalam pengamatan mereka terdapat juga NPC yang menjadi tawanan. Saat mereka sedang mengamati, seorang prajurit mengetahui keberadaan mereka dan segera memberi tahu pasukan yang lain untuk menangkap Hazel dan Rosalin.


"gawat pasukan itu mengetahui keberadaan kita" kata Hazel memperingati "ayo kita keluar dari game"


Merekapun segera menghilang dari tempat itu dan segera keluar dari game. "gawat, kami melihat banyak sekali pemain yang di kurung dalam sangkar" kata Hazel setelah kembali dari dunia game dengan panik.


"dikurung bagaimana?" tanya Edi.


"pemain yang tidak bisa luring dan kalah, di tangkapan dan ditahan di dalam sangkar" kata Rosalin menjelaskan "terdapat banyak sekali sangkar, setiap sangkar terdapat beberapa orang pemain"


"setiap sangkar dijaga oleh pasukan tingkat S" tambah Hazel. Mereka segera mengabari Ferdinan. Lalu mereka berencana untuk kembali lagi besok dengan arahan Ferdinan.


Naila mengingatkan kakaknya untuk segera membuat item yang dia mina sebelumnya. Frans mengatakan untuk membawa perangkat komputer lima unit.


"komputer sebanyak itu untuk apa?" tanya Ferdinan.


"kami akan masuk ke dalam game dengan VR kami yang lama, jangan lupa tolong pasangan game FIGHT FOR GLORY di setiap komputer untuk kami" Frans menjelaskan "selain itu tolong kalian buatkan item pemulih kesehatan dan sihir yang sangat banyak karena kami akan menghadapi musuh yang cukup banyak"

__ADS_1


__ADS_2