
Anggun berusaha untuk menyerang Frans. Ia mengumpulkan seluruh tenaganya dan segera mengarahkannya ke Frans. Saat akan mengeluarkan skill Naila melihat dan berusaha mencegah.
"jangan serang dia, ga baik buat kamu" ucap Naila.
"jangan ikut campur" kata Anggun dengan marah lalu menyerang Frans dengan skillnya. Hazel yang merasakan Frans terancam segera menghalau partikel serangan itu. Setelah itu dengan cepat ia melangkah mendekati Anggun.
"kamu mau mati di sini ya" kata Hazel marah kemudian menyerang Anggun. Anggun sangat terkejut menerima serengan itu.
"Hazel sudah, jangan diteruskan" ucap Frans setelah mengetahui Anggun diserang oleh Hazel. Hazel segera menghentikan serangan tersebut.
"kenapa malah Hazel yang" belum sempat Anggun meneruskannya ucapannya, Naila memotong.
"bukannya tadi sudah ku bilang jangan lakukan" Naila mengingatkan lagi "Hazel akan selalu membalas semua yang menyerang Frans walaupun hanya sekedar ucapan"
"kamu ini bener pemain kotor, sudah di beri peringatan malah mau serang dari belakang" ucap Frans. "apa kamu termasuk orang yang telah menaruh virus di game?" tanya Frans curiga.
"kenapa kau berkata begitu? Apa alasannya?"
"pertama status karakter terlalu tinggi, kedua semua item tidak terdaftar di game, ketiga akun yang kamu gunakan baru terdaftar sekitar seminggu" jawab Frans dengan rinci.
"lalu apa kaitannya sama virus" tanya Anggun kembali "lalu bagaimana kau bisa mengetahuinya semua itu"
"hanya programer yang bisa membuat itu dan seorang peretas yang dapat membuka kode program yang tertutup" ucap Frans. "aku bisa mengetahui semua tentang karakter game karena aku ketua guild dan juga top Player sebelum game ini terkena virus"
"kalau kau bukan salah satu orang yang aku katakan harusnya kamu tidak lari dan menjelaskan tujuanmu" Frans menerangkan "atau kau ingin tubuhmu bau pesing karena tidak bisa buang air kecil ke toilet" ancam Frans. "atau wajah cantikmu menjadi usang karena terlalu lama tidak bisa luring?"
Mendengar ancaman Frans, Anggun mulai cemas "apa maksudmu"
"karena kau mencoba menyerang mungkin aku akan buat kau tidak bisa luring dalam seminggu" ancam Frans. "coba bayangkan selama seminggu seperti ini, berapa kali kau ingin buang air? Sudah pasti bukan hanya celana tapi semua badanmu bau" tambahnya dengan nada mengejek. Semua orang yang mendengar tertawa melihat ekspresi Anggun yang merasa jijik.
"baik aku salah, akan kukatakan yang sebenarnya. Aku membuat karakter ini untuk membantu temanku yang sedang mengerjakan penelitian mengenai masalah game ini. Dia bekerja di perusahaan ini" ucapkan Anggun.
"apa kamu mempunyai keahlian sebagai programer?" tanya Frans.
"ya, aku lulusan teknik pemrograman"
__ADS_1
"kalau saja kau katakan dari tadi mungkin tidak akan terjadi hal semacam ini" kata Frans sambil berjalan ke arah Anggun. Dia memegang bagian kepala tepat di bagian VR, kemudian membuka menu game. Ia mengeluarkan item berupa kacamata dan sarung tangan.
"kamu baru pertama kali bermain game sudah mendapat item ini. Gunakan ini untuk daring selanjutnya" ucap Frans sambil mengedit agar bisa gunakan alat tersebut.
"isi nomor ponsel sekarang" pinta Frans setelah mengeluarkan menu pengaturan akun.
"untuk apa?" tanya Anggun.
"banyak orang yang tidak bisa luring karena tidak ingin mengisi nomor ponsel, hal itu terjadi sejak game ini terkena virus dan satu lagi sebisa mungkin kau harus daring walaupun hanya semenit"
"kenapa harus seperti itu?"
"karena bila dalam waktu 48 jam tidak daring sama sekali kau akan tidak sadarkan diri" jawab Robet. "itu juga yang menyebabkan banyak pemain yang tidak sadarkan diri. Kami melakukan itu walaupun tidak ada misi sema sekali"
"memang benar ya game ini sangat menakutkan saat ini" ucap Anggun.
"sudah lakukan saja apa yang ku katakan tadi. Kami semua akan pergi. Sampai jumpa" kemudian Frans dan teman-temannya luring dengan mencabut kacamata sambil menekan tombol yang tersedia di sana. Saat mereka luring Anggun melihat perubahan bentuk avatar mereka yang menjadi tubuh sebenarnya.
Dia terkejut melihat Naila dan teman-temannya yang dikenalnya semalam merupakan pemain game tersebut. Tak sampai di sana dia juga melihat Hazel dan Rosalin yang tidak berubah sama sekali. Dia segera luring untuk menenangkan diri.
...----------------...
"siapa dia, coba kita selidiki" ucap Ferdinan.
"yang saya tahu nama karakternya Anggun" jawab Dika setelah masuk ke ruangan Ferdinan.
"kenapa bapak bisa tau?" tanya Toni.
"tadi saya mengalami penyerangan lagi, dan saya melihat dan berkenalan dengan karakter tersebut"
"di serang oleh siapa?" tanya Toni bingung.
"oleh karakter musuh dari game" jawab Dika. "bukan hanya saya tetapi semua orang yang berada di sekitar tempat itu. Namun setelah mereka menang, keadaan yang sebelumnya kacau akibat serangan tersebut kembali seperti semula saat BFA menghilang"
"BFA apa lagi itu?" tanya Toni yang semakin bingung.
__ADS_1
"BFA merupakan sebuah wilah yang terbentuk untuk menghubungkan dunia game dan dunia nyata saat terjadi penyerang oleh karakter musuh" Ferdinan menjelaskan.
...----------------...
Anita yang telah luring, telah mengetahui mengapa game tersebut memiliki masalah yang sangat besar. Dia berencana untuk masuk ke perusahan tempat Ferdinan bekerja.
"pakai alat ini untuk daring selanjutnya" kalimat itu kembali teringat saat ia memegang kacamata yang di dapatkan dari geme. "kenapa harus menggunakan ini kacamata? Apa sudah tidak bisa lagi menggunakan VR" tanya Anita dalam hati.
...----------------...
Di sisi lain Frans dan teman-temannya beristirahat di tempat makan yang sebelumnya dikunjungi oleh Dika. Saat hendak meninggalkan lokasi tersebut seorang pelayan data menghampiri.
"tolong kalian tunggu sebentar, apa kalian kenal dengan orang yang bernama Dika?" tanya pelayan itu yang merupakan seorang gadis.
"ya kenal, ada apa ya?" tanya Edi sambil menatap wajah pelayanan tersebut, seakan ia mengenalinya.
"tadi atasan saya mengatakan untuk menjamu kalian atas perintah pak Dika" jawab pelayan itu.
"wah kebenaran gua laper banget nih" kata Frans sambil berjalan menuju tempat makan tersebut. "ayo, kita istirahat di sana sambil makan minum" mereka semua mengikuti Frans. Sesampainya di dalam mereka terkejut setelah melihat lokasi tempat makan tersebut merupakan kafe yang cukup mewah.
"silahkan, mau pesan apa" ucap pelayanan sambil memberikan buku menu. "anu...apa kalian semua pemain FIGHT FOR GLORY?" tanya pelayan tersebut, yang membuat mereka terkejut.
"benar, kok kamu bisa tau" kata Edi yang terus memandangi.
"sebelumnya saya memperhatikan kalian dari saat datang, melawan para musuh yang mengacau sampai saat diantara kalian berbicara dengan pak Dika" kata pelayan itu.
"lalu ada apa?" tanya Edi lagi. "sebelumnya apa kita pernah bertemu?"
"wah Edi mulai beraksi jiwa jomblonya" ejek Frans dan Roy.
"ya pernah, bahkan kita saling kenal. Namaku Linda" jawab pelayan itu. Roy dan Frans yang mendengar pernyataan Linda. "namun sebelumnya kalian mau pesan apa?"
"saya pesan nasi goreng sea food sama minumnya" kata Edi yang kemudian dipotong oleh Linda "ice alvocado cocolate"
"bener banget. Aku mau cari menu itu apa ada di sini?" tanya Edi. Frans dan temannya semakin bingung dengan pelayan tersebut yang mengetahui selera Edi.
__ADS_1
Siapa sebenarnya pelayan yang bernama Linda?