FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Teman (party) baru


__ADS_3

Setelah melihat pesan dari ponsel Edi, Frans terkejut. Dia langsung mengambil barang yang kemarin didapatkan setelah bermain game.


"lu liat, sama ga?" Roy menujukan barang tersebut.


"kok bisa sama ya?" tanya Edi. "kemarin pas gua lagi main game, tampilannya kaya lagi di kamar gua aja."


"ya gua hampir sama, bedanya gua harus keluar" terang Roy . "kayak mulai ada yang aneh sama game sekarang ini"


"bisa jadi, tapi kok ga ada tindakan dari pengembang" tanya Frans heran.


"tapi yang sekarang ini kayaknya lebih seru." kata Edi. Kemudian mere akan bermain game tersebut.


"Frans gua boleh ikut party sama lu ga?" tanya Edi.


"boleh aja, biar makin gampang buat ngelawan bos stage" jawab Frans. Setelah masuk ke permainan.


"kok ga ada musuh lagi?" tanya Naila. "Frans coba buka quest guild ada ga?"


Frans melihat menu quest tapi tak ada satupun quest yang bisa di kerjakan. Mereka semua kemudian hanya berjalan menyusuri kota.


"kalau kaya gini mending kita jalan aja, sekalian keliling daerah ini" ajak Frans. "lagian kapan lagi kita keliling dunia nyata bisa dari rumah"


"bener juga ide lu, mumpung game terhubung ke dunia kita" teman Frans menjawab kompak. Mereka mulaibberjalan mengelilingi kompleks rumah Frans. Dalam perjalanan mereka mencoba menyapa orang. "Halo kak" sapa Edi, namun orang yang di sapa tidak merespon.


"ita jadi kaya seta, ga bisa di liat sama didengar orang yang ga main game ini" Edi berceloteh. Frans mencoba memegang orang tersebut, namun hanya seperti memegang bayangan saja.


"wah bener-bener kaya setan kita" celoteh Frans semangat.


"kita ke tempat lain yuk" Karena tak menemukan satupun lawan mereka melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya. Di tengah perjalanan ada pemain lain yang menyapa mereka "woi kalian"


Mereka segera menghampiri orang yang memanggil. "kalian mau kemana?" tanya orang itu yang diketahui dari nama akunnya Robet.


"kami cuma keliling saja, habis saat ini tidak ada musuh" jawab Frans


"kalau menurut pendapat di sosial media ini penyebabnya virus" kata Robet. "sekarang yang main saja sudah semakin sedikit" tambahnya.

__ADS_1


"kok kamu tau" tanya Frans.


"banyak orang yang posting di sosial media kalau mereka sudah berhenti main. Kemari temanku masih main bersama, hari ini dia bilang ga mau main lagi"


"kamu tau apa penyebabnya?" tanya Frans menyelidiki


"kata mereka karena waktu keluar game beberapa hari lalu, mereka disuruh memasukkan nomor ponsel karena tidak ingin memasukkan nomornya mereka tidak bisa melepas VR mereka sampai mereka memasukkan nomornya" jawab Robet.


"sama sperti yang saya alami" Frans menjelaskan yang mereka alami.


"tolong.....tolong" terdengar suara teriakan. Mereka bergegas munuju arah suara. Mereka melihat bayangan dinding merah dan melihat seseorang di serang pasukan musuh dari dunia game.


"ada manusia di serang, cepat bantu" teriak Naila. Mereka bergegas memasuki dinding itu dan menyelamatkan orang tersebut.


"kamu tidak apa-apa kan?" tanya Naila, dan orang itu hanya mengaguk.


"cepat pergi dari sini" perintah Naila. Orang itu pergi menjauh dan meninggalkan mereka. Pertempuran pun terjadi, tiba-tiba prajurit semakin banyak. Mereka terus melawan para musuh, meski mereka berlima tetapi tetap saja mereka kewalahan.


"Frans kita bisa kalah kalau gini. Cepet panggil Hazel" pinta Roy. Mendengar kata Hazel, Robet terkejut.


"kok ada Hazel" kata Robet kesal, dia langsu menyerang Hazel. Serangan Robet mengenai Hazel, dan Hazel terkejut.


Hazel langsung mencengkeram Robet sambil berkata "kamu mau mati?"


"jangan Hazel dia teman saya" teriak Frans.


"kalau dia temanmu dia tidak akan bisa menyerang aku" kata Hazel kesal. Frans segera melihat status Robet dan benar saja Robet belum masuk part nya.


"tenangkan dulu dirimu, sekarang ini sedang banyak musuh, kau lihat Naila, Roy, mereka sedang bertarung" pinta Frans.


Robet sangat kesakitan akibat cengkeraman Hazel, "ma..af kan sa...ya" pintanya.


"kamu main serang dari belakang, kamu bukan Player yang baik" Hazel berbicara sangat marah. Frans merasa tak ada cara lain.


"Robet terima party dari saya" kata Frans. Robet yang melihat di hadapannya muncul permintaan party, segera menerimanya. Sesaat setelah menerima party, cengkeraman Hazel terlepas. Robet merasa aneh "kenapa cengkeraman Hazel lepas?" tanya Robet.

__ADS_1


"nanti aja bahasanya, sekarang lawan musuh dulu" jawab Frans sambil berjalan mendekati teman-teman dan bertarung. Setelah pertikaian tadi Hazel kembali bertarung di dekat Frans. Kini mereka semua telah menemukan irama pertarungan yang baik. Terlihat musuh mulai berkurang dan terus berkurang.


Dalam pertarungan, Hazel terus memperhatikan sekeliling untuk mengantisipasi lawan. Di satu titik dia melihat sosok hitam yang bersembunyi. "sayang kamu ikuti aku ya, aku melihat ada sosok yang mencurigakan" kata Hazel dengan pelan kepada Frans.


"Roy care gua sama Hazel ya?" pinta Frans. Tak menunggu jawaban sambil bertarung Hazel dan Frans perlahan mendekati sosok misterius itu. Ketika hendak menangkapnya, sosok itu melawan.


"Samiri, itu Samiri sayang" teriak Hazel. Mereka terus berusaha menangkap orang tersebut. Namun Samiri terus melawan. Frans menscan Samiri.


"gila musuh ini HP 10M ga bakal bisa ngalahin dia kalau berdua doang" Frans berkata dalam hati.


"Hazel biarin aja dia kabur, kita susun strategi dulu" kata Frans. Mereka membiarkan Samiri pergi dan kembali ke bersama teman-temannya melawan pasukan musuh.


Setelah lama bertarung akhirnya musuh dapat dikalahkan. Mereka merasa lega karena pertarungan tersebut telah selesai. Namun barus saja ingin beristirahat tiba-tiba muncul quest yang berisi "kalahkan bos stage" dibarengi datangnya monster.


"kacau kalau kayak gini" kata Roy mengeluh, namun dia tetap bertarung. Mereka segera membentuk formasi.


"Naila kamu jadi suport ya, Roy kamu batu aku serangan jarak jauh ya" kata Frans. Roy selalu di jadikan pembantu serangan jarak jauh karena dia job mage.


"Frans gua bantu serangan ya?" kata Edi.


"mang job lu apa?"


"gua figter"


"ya udah, tapi item HP lu cukup ga?"


"gua bawa banyak" jawab Edi. Mereka berdua terlihat melakukan serangan yang kemudian dibantu dari jauh oleh Roy. Sementara Robet berjalan mendekati Naila.


"kamu ngepain ke sini?" tanya Naila.


"Aku bantu sebagai suport aja" jawab Robet


"memang job kamu apa?"


"job saya mage" jawab Robet. Mereka berdua berusaha membantu sebagai suport, walau terkadang membantu dengan serangan jarak jauh.

__ADS_1


Hazel dan Frans terlihat kompak menyerang monster tersebut. Serangan demin serangan terus dilancarkan. Namun mereka belum juga terlihat melemah. Terkadang monster tersebut menyerang balik yang berefek menguras 20%HP mereka. Mereka terus menyerang monster tersebut, namun kali ini monster itu memberikan serang dahsyat kearah Frans dan mengenainya. Frans terpental sangat jauh.


__ADS_2