FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Misi Penyelamatan Pemain bagian dua


__ADS_3

Frans dan temannya mulai melawan pasukan musuh. Frans menggunakan pistol dan pedang bersamaan, untuk mempermudah dalam memperlambat musuh mendekat. Sementara Hazel menggunakan triden, dengan senjatanya itu dia mbuat musuh sedikit kewalahan. Setelah musuh kewalahan dibuat Hazel kemudian Frans menembaki yang membuatnya tumbang seketika.


Sedangkan Roy dan Rosalin bergabung yang menjadi satu. Gabungan mereka berdua membuat musuh dengan mudah kalah. Naila dan Edi tak mau kalah saat poin kesehatan dan sihir yang lain penuh kembali mereka ikut membantu serangan jarak jauh.


Di sisi lain, pasukan musuh lainnya yang melihat Frans dan temannya menyerang, membuat mereka segera membatu. Sehingga musuh yang harus dihadapi oleh Frans dan temannya semakin banyak di lokasi tersebut.


"gawat, musuh dari tempat lain ke sini" teriak Naila dan Edi serentak. Dengan cepat Frans menghampiri Hazel sambil bertarung.


"Zel kita harus berdekatan, gunakan pedang ini" kata Frans sambil memberikan pedang api miliknya. Kemudian Frans mengganti pedang yang sebelumnya dengan pedang Kristal.


"yank, kita gunakan kombinasi kanan kiri" saran Hazel sambil memindahkan pedang api ke tangan kirinya.


"maksudmu bagaimana?" tanya Frans bingung.


"aku gunakan pedang dengan tangan kiriku dan berdoa di sebelah kirimu" jawab Hazel yang langsung di mengerti oleh Frans. Dengan kombinasi ini pedang Ganda tersebut mengeluarkan energi yang sangat besar.


"wah saranmu bener Zel" kata Frans, sambil menyerang musuh semakin semangat. Lalu Hazel menggenggam tangan Frans.


"kita harus bersama seperti ini agar pedang kita bisa memancarkan tenaga semakin besar" saran Hazel lagi. Frans tetap meruti saran tersebut. Frans dan Hazel yang beratung bersama juga Rosalin yang bergabung dengan Roy membuat mereka semakin mudah mengalahkan musuh.


Sementara di depan gedung rumah sakit, Anita bertarung melawan musuh yang datang. Dia bertarung sendiri menghadapi musuh yang cukup banyak. Dengan segala kemampuannya dia terus bertarung. Dalam benaknya dia berpikir bila Frans yang menghadapi ini seorang diri pasti bisa.


"aku harus bisa mengalahkan musuh ini, jangan sampai Ferdinan meminta bantuan kepada yang lain, pasti misi kalia ini akan gagal" batin Anita.


Tiba-tiba Ferdinan memanggil dia melalui alat komunikasi yang dibuat sama persis saat membuat alat komunikasi dengan Naila dan yang lainnya.


"Fer kamu jangan ganggu aku" pita Anita.

__ADS_1


"aku tidak ingin mengganggu, tapi aku ingin mengatakan bahwa sebagian item telah aku kirim ke kotak penyimpananmu" Ferdinan mencoba menjelaskan.


"maksudmu aku juga punya item penyembuhan seperti pemain lain?" tanya Anita. Dan Ferdinan membenarkannya.


"aku juga sudah mengirimkan busur panah yang kau buat" kata Ferdinan.


Dengan cepat Anita segera membuka kotak penyimpanan dan mengambil busur panah tersebut. Dengan busur panah tersebut, lalu dia segera melawan musuh dengan mudah.


"jangan lupa kembalikan bila alat sudah selesai di gunakan" kata Ferdinan. Anita mengarahkan anak panahnya ke sekelompok musuh dan membidik. Hasil bidikan itu mengenai saran dan berefek pada musuh lai. Yang seling berdekatan. Dengan cepat Anita sekali menggunakan busur ya untuk menyerang. Dengan cepat musuh kalah.


Frans dan yang lainnya sudah berhasil mendekati sasebuah sangkar. Dengan cepat Frans menghancurkan kunci sangkar tersebut dengan pedang api, yang dipinjam sementara dari Hazel.


"apa ada di sini yang bernama Hardi" tanya Frans. Sementara Naila memberikan item penyembuhan kepada para pemain lain.


"tidak ada" jawab para pemain tersebut dengan serentak. Frans memerintahkan kepada pemain untuk menggunakan item yang diberikan oleh Naila. "apakah kalian masih bisa bermain setelah menggunakan item tersebut?"


"ya kami bisa, bagaimana juga kami harus membantu kalian" jawab seorang pemain. Lalu


"kenapa harus sekarang" teriak Frans kesal kemudian meminta Hazel untuk membantu Anita.


"kamu sendiri bagaimana?" tanya Hazel kuatir.


"sekarang sudah ada pemain lain yang bisa membantu, cepat bantu Anita. Jangan sampai masuk ke dalam rumah sakit."


Kemudian Hazel pergi keluar dari dunia game untuk membantu Anita. Sementara di dunia nyata musuh semakin banyak yang membuat Anita semakin kewalahan, walaupun sudah menggunakan busur panah yang dia buat. Di saat posisi terdesak Hazel muncul untuk membantu.


Dengan pedang api, Hazel melawan musuh dengan cepat, sehingga Anita merasa cukup terbantu.

__ADS_1


"kenapa kamu berada di sini Zel" tanya Anita, sambil melawan musuh.


"aku diminta untuk membantumu oleh Frans. Tetapi kondisi saat ini sedikit terkendali karena para pemain sebagian sudah terselamatkan" jawab Hazel.


Pertarungan di depan rumah sakit sudah mulai terkendali, Hazel dan Anita membuat para musuh kalah satu persatu hingga tak tersisa.


"Zel sebelum kamu kembali ke dunia game tolong Ikuti aku sebentar" ajak Anita sambil menariknya menuju ruang rawat di mana Frans dan yang lainnya daring.


"ada sebenarnya?" tanya Hazel. Anita tidak menjawab pertanyaannya dan terus berjalan. Sesampainya di ruangan tersebut tolong menyerahkan busur kepada Hazel.


"tolong berikan busur panah ini kepada Frans" pinta Anita.


"untuk apa ini?" tanya Hazel.


"berikan saja padanya dia akan mengerti cara menggunakannya" kata Anita tidak ingin berpanjang lebar menjelaskan. Hazel hanya menurut lalu pergi ke dalam dunia game.


Di dunia game, Frans dan temannya beserta pemanain yang berhasil di bebaskan bekerja sama melawan pasukan musuh untuk menyelamatkan pemain lainnya. Meskipun saat ini jumlah mereka bertambah, namun pasukan musuh juga semakin bertambah yang mengakibatkan mereka sedikit kewalahan.


Roy dan Rosalin yang masih bersatu, mereka bertugas sebagai pembuka jalan untuk pemain lain. Sementara Frans ikut membantu Roy dan Rosalin, sambil menunggu kedatangan Hazel.


Karena kesal melihat musuh yang terus berdatangan, Frans mengubah mode pertarungan menjadi God of Gun dan menggunakan dua pistol berjenis revolver. dengan sangat cepat Frans menembaki pasukan musuh di depan Roy, sehingga mempermudah Roy menghadapi musuh dalam membuka jalan. sementara Naila dan Edi terus memberi perlindungan kepada pemain lainnya yang membantu mereka.


Hasil kerja sama mereka tidak sia-sia, mereka berhasil mendekati sangkar yang lainnya. Di dekat sangkar itu, pasukan musuh kembali menyergap mereka.


"kalian tolong lindungi aku, akan kuhancurkan kunci sangkar ini" pinta Frans. Dia menembaki kunci sangkar itu dengan kedua pistolnya. namun tak tahu mengapa kunci sangkar itu tidak dapat dihancurkan. kemudian Frans mengganti Pistol dengan pedang. ia mencoba menggunakan pedang kristal untuk menghancurkan kunci itu. namun hal itu tidak saja tidak berhasil.


"Frans, lu harus nunggu Hazel datang, pedang api doang yang bisa ngancurin kunci itu" teriak Roy. Seketika itu juga Frans ingin mensumon Hazel.

__ADS_1


"woi lu ga sabaran banget orangnya ya, bukan elu tadi yang nyuruh dia pergi bantu Anita? Kenapa sekarang lu mau sumon dia" kembali Roy berteriak saat melihat tangan Frans yang hendak memegang kepalanya.


"apa sih lu?" tanya Frans. Gua cuma mau liat kotak penyimpanan gua apa masih ada item lain" kelak Frans .


__ADS_2