FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Raiden sang kakak


__ADS_3

Roy menghampiri Naila hendak menyuruh mengeluarkan Raiden.


"gua ga tau gimana caranya, lagian dia masuk sendiri ke VR gua" kata Naila kesal. Roy hanya terdiam karena tidak bisa berbuat apapun. Setelah Raiden bersembunyi, muncul pemberitahuan bahwa misi selesai dan hadiah misi berupa beberapa item muncul di setiap pemain yang ada disana beserta poin pengalaman. Roy dan Naila mengalami peningkatan level dan beberapa pemain.


"Sekarang kalian semua bisa luring, terima kasih bantuannya hari ini" ucap Roy kepada para pemain lain. Pemain lain segera luring, saat itu juga avatar pemain lain menghilang karena daring menggunakan VR. Roy, Naila, Linda dan Edi menjadi bingung melihat ada sesosok wanita hadir di antara mereka saat BFA menghilang.


"siapa kamu? Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Naila menghampiri wanita tersebut.


"saya pemain game FIGHT FOR GLORY juga, nama karakter saya Rita dan juga nama asli saya" jawab wanita itu. Lalu dia berpamitan dan segera pergi dengan cepat. Roy yang ingin mengejar di hentikan oleh Naila dan Edi.


"kita mending kerumah sakit, Frans sama Robet lagi dirawat" kata Naila kemudian bergegas masuk mobil yang juga diikuti oleh temanya termasuk Anita.


Sesampainya di rumah sakit, Naila dan temannya ingin segera melihat keadaan Robet dan Frans namun dilarang oleh perawat karena mereka masih belum sadar. Perawat mengatakan bahwa Robet dan Frans pingsan saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"sepertinya mereka kehabisan banyak tenaga" tambah perawat. Disaat bersamaan terdengar kegaduhan dari luar. Terlihat banyak pasien yang datang dalam waktu bersamaan. Naila mencoba untuk menghampiri, untuk menanyakan mengapa banyak pasien datang. Seorang perawat berkata bahawa sebagian besar pasien tersebut dampak dari serangan aneh beberapa saat yang lalu.


Naila berfikir panjang mengapa hal itu bisa terjadi, seingat dia bila musuh berhasil dikalahkan kondisi sekitar BFA akan kembali seperti semula. Disaat bersamaan datang Roy.


"lagi mikir apa lu? Keliatan serius banget" tanya Roy. Naila menjelaskan apa yang dia lihat baru saja dan menyampaikan informasi mengenai pasien yang datang.


"gua bingung kenapa mereka juga kena serangan dari dunia game" tambah Naila.


"mungkin karena pemain kita ada yang keluar sebelum selesai ngalahin musuh" Roy mencoba untuk menerka. "kan Frans sama Robet keluar sebelum musuh kalah, trus lu inget ga kalau Frans pernah sakit karena Hazel ngamuk?"


Naila Kemudian teringat dengan kejadian sebelumnya, hal itu membuatnya yakin dengan ucapan Roy. Kemudian mereka segera kedapan runag rawat Robet dan Frans untuk menunggu mereka sadar. Tak lupa mereka juga mengabari orang tua Robet dan Frans.


Setelah Roy dan Frans sadar, mereka semua diperbolehkan menemuinya. Satu per satu dari mereka memberi semangat. Setelah selesai menjenguk Edi dan Roy ingin pamit pulang. Sementara orang tuan Frans akan datang besok harinya.

__ADS_1


"lu ga pulang Nai?" tanya Roy dan Edi.


"ga, gua mau nemenin mereka. Gua takut kalau mereka perlu apa-apa ga ada yang bantu" jawab Naila. Setelah berpamitan Roy dan Edi segera pergi.


Hazel yang dari tadi tidak terlihat, muncul di hadapan Frans dan Naila. Dia sangat bersedih dengan keadaan Frans yang terluka parah akibat seranga Raiden.


"kamu kenapa keliatan marah begitu Zel?" tanya Naila setelah melihat ekspresi wajah Hazel yang berubah.


"aku kesal sekali sama kakak"


"siapa kakak kamu? Jangan bilang Raiden kakak kamu ya" kata Naila sedikit kaget.


"Raiden itu kakak aku. Kami dulu sering ngelawan musuh bareng. Tapi..." kata Hazel.


"tapi apa?" tanya Naila penasaran.


"setelah kami terpisah, kami sudah tidak bertemu sangat lama" kata Hazel menjelaskan. "sekarang ketemu malah seperti ini. Aku jadi kesal melihatnya"


Naila jadi mengerti kekecewaan yang dialami Hazel. Dia berusaha untuk menghibur Hazel dengan menceritakan kejadian yang dia alami dengan kakaknya. Sementara itu Raiden memnymak percakapan mereka dari kejauhan.


Pagi-pagi sekali Ferdinan sudah bangun dan bersiap-siap untuk berangkat kerja. Dia sangat kesal kerena pagi ini tidak ada sarapan.


"Naila" teriak Ferdinan. "kok ga ada sarapan?"


Mendengar teriakan Ferdinan, Anita segera keluar dari kamarnya. Dia marah sekali mendengar teriakan tersebut.


"Fer, kamu lupa ya kalau Naila semalam ga pulang karena jagain Frans sama Robet di rumah sakit" kata Anita kesal. Ferdinan terdiam setelah mendengar ucapan Anita. Kemudian dia segera ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Kali ini dia membuat sarapan untuk dua orang.

__ADS_1


"kalau kamu sudah selesai, kita sarapan dulu Nit" ajak Ferdinan. "ini aku sudah siapin sarapan buat kita berdua"


Anita terkejut mendengar Ferdinan menyiapkan sarapan untuknya. Dia segera ke meja makan untuk mengetahui sarapa apa yang telah di siapkan oleh Ferdinan.


"kok kamu hebat banget sih Fer, tau banget selera aku" puji Anita setelah melihat sarapan yang dibuat oleh Ferdinan.


"mana mungkin aku lupa, dulu kamu suka banget makan nasi goreng sosis pake telor mata sapi" jawab Ferdinan. Mereka berdua sarapan sambil bercengkrama. Kemudian menuju ke kantor setelah selesai sarapan. Dalam hati mereka sangat senang bisa menikmati sarapan berdua. Bahkan Anita berkhayal kalau Ferdinan itu suaminya.


Sementara itu, Dika pagi itu telah sampai di rumah Jessica untuk menjemputnya. Orang tua Jessica terkejut melihat Dika tidak menggunakan pakaian kerja.


"hari ini tidak kerja Dik?" tanya ayah Jessica.


"kerja om, tapi saya mau berpakaian santai hari ini" jawab Dika.


Jessica juga terkejut melihat bosnya hanya mengenakan kaos dan celana pendek. Dengan kesal dia memarahi Dika karena penampilannya.


"memang kamu bos, tapi jaga nama baik aku jga dong" kata Jessica. Orang tua Jessica terkejut dengan ucapannya.


"apa hubungannya pakaian Dika sama nama baik kamu?" tanya ayah Jessica.


"eh..anu pak...duh" kata Jessica bingung.


"pak, maklum lah sedikit" kata ibu Jessica memberi isyarat. Ayah Jessica mengerti dan meninggalkan mereka.


"kalau ngomong jangan asal, aku jadi malu sama om dan tante. Lagian aku mau ajak kamu jenguk Frans sama Robet di rumah sakit" kata Dika sedikit kesal. Kemudian dia segera menarik tangan Jessica untuk segera berangkat.


Jessica sudah tidak bisa menjawab dan hanya bisa menuruti. Di perjalanan Dika hanya diam seribu bahasa, yang membuat Jessica murung.

__ADS_1


__ADS_2