FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Bantuan Pengembang


__ADS_3

Ferdinan sangat heran melihat Dika sangat marah seperti itu. "kenapa bapak jadi membela mereka?" tanya Ferdinan.


"karena saya sudah merasakan apa yang mereka rasakan"


"bapak sudah bermain game kita?" tanya Dika kaget.


"bukan itu, saya telah mengalami serangan dari karakter musuh, kalau tidak ada mereka saya sudah tidak tertolong" jawab Dika. Ferdinan sangat terkejut mendengarnya, "bahkan saya melihat orang lain sempat jadi bulan-bulanan mereka"


"berarti kondisi saat ini sangat genting" ungkap Ferdinan. "selanjutnya apa yang harus kita lakukan pak?"


"lakukan apa yang saya perintah barusan, buat item itu secepat mungkin" kata Dika. Ferdinan segera memulai pembuatan item-item yang dimaksud Dika.


Sementara itu terlihat Naila dan Roy sedang menunggu temannya yang lain. Mereka berencana untuk pergi ke kantor pengembang. Sebelumnya Naila telah menghubungi temannya. Setelah lama, akhirnya semua temannya berkumpul dan segera berangkat.


Setelah sampai di gedung PT Semesta Game Nusantara, mereka menemui resepsionis. "selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis dengan ramah.


" kami di undang ke sini" jawab Naila.


"kalau boleh tahu kalian siapa dan diundang siapa?"


"kami pemain game FIGHT FOR GLORY, tapi kami lupa menanyakan siapa nama yang mengundang kami" jawab Naila.


"baik coba saya hubungi dulu ke bagian terkait ya, silahkan menunggu" kata resepsionis tersebut lalu dia menelpon. Setelah menunggu beberapa saat merekapun dipanggil resepsionis.


"memang benar kalian telah ditunggu, mari saya antar" ajak resepsionis, Naila mengikutinya disertai teman yang lainnya.


"bu Jessica tamu yang pak Dika undang telah datang" kata resepsionis kepada Jessica setelah sampai di depan ruangan Dika. Kemudian Jessica memasuki ruangan Dika untuk memberitahukan bahwa Naila dan teman-temannya sudah sampai.


"silahkan kalian masuk" kata Jessica, setelah keluar dari ruangan Dika.


"selama siang pak" sapa Naila dan temannya.


"siang juga, terima kasih kalian mau datang kemari" kata Dika dengan ramah. "tunggu sebentar ya" kata Dika kemudian dia menghubungi seseorang "cepat ke ruangan saya mereka telah datang"


"oh ya sebelumnya perkenalan nama saya Dika, kalau boleh tahu nama kalian siapa?" tanya Dika, merekapun mulai berkenalan. Tak lama terdengar suara ketukan pintu. "silahkan masuk" kata Dika.

__ADS_1


"kak Ferdinan?" kata Naila sedikit terkejut setelah melihat seseorang yang masuk.


"kalian saling kenal?" tanya Dika.


"dia adik saya pak" jawab Ferdinan.


"kenapa kamu tidak tahu kalau adik kamu bermain game itu" tanya Dika.


"sa..saya ju.." jawab Ferdinan dengan yang kemudian dipotong oleh Dika. "kamu tidak melihat kalau adik kamu berjuang dengan teman-temannya melawan karakter musuh demi bertahan hidup"


"sebenarnya kami diundang ke sini ada apa?" tanya Frans. "kalau cuma melihat pertengkaran antara bos dan bawahan lebih baik kami pergi.


"maaf saya malah mengabaikan kalian" kata Dika. "saya sebelumnya mengundang kalian ke sini membantu kalian dalam permainan game FIGHT FOR GLORY"


"membantu bagaimana? Apa kalian juga ingin ikut bermain" tanya Frans.


"bukan seperti itu, kami akan memberikan item-item yang diperlukan dalam permainan"


"lebih baik kalian matikan saja servernya, biar kami bisa tenang" kata Frans kesal.


"saya sudah mencobanya, tetapi tidak bisa" kata Ferdinan menyela. Mereka semua terkejut.


"saya sudah beberapa kali ingin mematikan server baik secara manual dengan memutus daya listrik atau melalui sistem, tetapi tetap saja gagal" jawab Ferdinan.


"kok bisa seperti itu? Apa benar ini ulah virus seperti yang diberitakan?" tanya Frans.


"kami saat ini hanya punya solusi membantu kalian dengan memberikan item-item" kata Dika.


"lalu apa hanya itu yang bisa kalian lakukan? Bagaimana dengan pemain lain yang tak sadarkan diri sampai sekarang?" tanya Naila sambil memandang kesal kakaknya.


"kami juga sedang melakukan penanganan, percayalah pada kami" jawab Ferdinan "sebagai bukti akan kami ajak kalian menuju ruang kerja kami. Pak Dika saya mohon izin untuk menunjukkan kepada mereka"


Dika kemudian berjalan ke arah Naila dan temannya sambil berkata "ayo biar saya temani kalian semua, aga kalian tahu apa yang sedang terjadi" mereka semua menuju ruangan kerja Ferdinan dan timnya.


Di ruangan itu Naila dan teman-temannya sangat kagum melihat proses pembuatan game dengan teknologi yang terbaik. Frans mendekati Naila "lu kok ga kasih tau kalau kakak lu kerja di sini?"

__ADS_1


"gua juga baru tau, soalnya gua jarang ngobrol sama dia" jawab Naila. Tiba di depan layar besar, Ferdinan mengambil laptopnya dan berkata "coba kalian lihat layar"


Ferdinan menunjukkan hasil kerjanya dan menjelaskan semuanya mulai dari awal hingga saat ini. Dia juga menjelaskan penyebab kekacauan ini karena virus. Mereka semua melihat layar monitor dengan sesama, dan menyadari ada keanehan.


"apa itu kenapa terlihat ada pergerakan aneh" tanya Naila sambil menunjuk titik hitam yang bergerak sangat cepat.


"itu virus yang sedang berusaha menginfeksi NPC musuh" jelas Ferdinan.


"tapi sepertinya membentuk pola atau kode tertentu" terang Naila. Robet melihat dan mengamati keanehan yang terjadi di layar monitor. "coba perhatikan, sepertinya membentuk kode angka atau semacam koordinat" kata Robet.


Ferdinan kemudian memperhatikan dengan sesama dan mencatat semua angka yang muncul dalam beberapa kali. Setelah berhasil dia mencari arti dari angka-angka yang muncul. Dia terkejut ternyata hasil dari angka-angka tersebut menunjukkan koordinat dalam peta.


"hasilnya menunjukkan lokasi di sekitar gedung ini" kata Ferdinan. Mereka semua terkejut.


"coba kau cari tau apa yang sedang terjadi" kata Dika panik. Sementara itu tiba-tiba Hazel muncul di dekat Frans dengan wajah cemas. Naila dan temannya bingung melihatnya.


"Hazel kenapa kamu terlihat cemas?" tanya Frans. Ferdinan dan Dika terkejut mendengar Frans berbicara sendiri karena tidak melihat Hazel.


"di depan gedung ini ada pasukan musuh dan Samiri" kata Hazel. Frans dan temannya ingin segera keluar.


"kenapa harus di dekat gedung ini" kata Frans sedikit keras.


"ada apa kenapa kalian panik?" tanya Dika.


"pak Dika ayo ke jendela depan" kata Frans, kemudian berlari yang diikuti temannya.


"hei kenapa kalian semua malah lari?" tanya Dika yang kemudian menyusul mereka.


"coba lihat itu" kata Frans setelah sampai di jendela depan sambil menunjuk dinding merah. Dika teringat dengan kejadian itu.


"kami semua harus ke sana, mungkin ada banyak orang yang akan terancam bahaya" kata Frans, langsung meninggalkan Dika dan Ferdinan. Teman-temannya juga mengikuti Frans.


"kenapa mereka semua pergi" tanya Ferdinan.


"agar kau ingin tau, ayo ikuti mereka" ajak Dika lalu berjalan. Karena penasaran Ferdinan menyusul. Setelah sampai di depan gedung Frans dan teman-temannya melihat banyak sekali pasukan musuh di dalam BFA yang sedang mengacau.

__ADS_1


"ayo kita semua, jangan sampai jatuh korban" ajak Naila. Setelah memasuki BFA mereka semua mengenakan alat baru untuk masuk ke dunia game agar dapat menggunakan fitur dalam game. Pertarungan dimulai, kali ini mereka semua merasakan sensasi bermain yang baru.


Mereka merasakan efek dari seluruh gerakan, dimana hal tersebut belum pernah mereka rasakan. Merasakan sakit saat terkena pukulan.


__ADS_2