FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Curhatan Jessica dan Naila


__ADS_3

Setelah menikmati hidangan yang diberikan dan bercengkrama beberapa saat mereka kemudian meninggalkan perusahaan tersebut untuk kembali ke rumah masing-masing. Di sisi lain Dika terlihat menghampiri Jessica hendak mengantarkannya pulang.


"apa pekerjaan kamu sudah selesai?" tanya Dika


"sudah pak" jawab Jessica


"kalau begitu biar aku antar kamu pulang hari ini, apa kamu?" tanya Dika. Jessica hanya mengganggu, kemudian melangkah mendekati Dika. Mereka berdua kemudian keluar menuju parkiran mobil.


"boleh aku bertanya?" kata Jessica.


"apa yang ingin kamu tanyakan?"


"sebenarnya apa yang tadi siang terjadi, sehingga aku lihat kamu sama Ferdinan sibuk banget?" tanya Jessica sambil masuk ke mobil Dika.


"tadi aku menunjukkan kejadian yang aku alami sebelumnya kepada Ferdinan" jawab Dika sambil menjalankan mobilnya.


"apa yang sebenarnya terjadi? '


"Aku akau jawab, tapi sebelumnya Apakah nanti aku berbicara Kamu akan tidur lagi? Seperti biasanya jika kamu sudah di mobil kamu selalu dengan cepat tidur."


"ya tidak lah" kata Jessica manja sambil memegang tangan kiri Dika.


Dengan sedikit ragu namun Dika tetap menjawab pertanyaan Jessica. "tadi terjadi kekacauan di halaman gedung kita disebabkan oleh karakter musuh dari game"


"kenapa karakter game bisa muncul di sini?" tanya Jessica sedikit lembut menandakan mulai mengantuk. Dika menceritakan kejadian tadi yang dialami dengan secara merinci. Namun namun ketika ia menoleh nggak arah Jessica, dia terkejut melihat kekasihnya sudah tertidur.


"duh kebiasaan kalau mobil sudah jalan tidur melulu" keluhnya. Namun dia tetap tersenyum.


Sementara Ferdinan telah sampai di rumahnya, Iya segera mencari adiknya.


"Nai.... Naila" panggil Ferdinan.


"ya kak" jawab Naila sambil keluar dari kamarnya. Mendengar adiknya sedang keluar dari kamarnya, Ferdinan segera menghampiri.

__ADS_1


"Naila kakak mau minta maaf kalau selama ini kurang perhatian sama kamu, Kakak selama ini hanya mementingkan pekerjaan kakak"


"sudahlah Kak semua ini udah terjadi, aku juga nggak terlalu menyerahkan Kakak kok. karena bagi aku kakak selama ini sudah seperti ayah yang selalu menafkahiku" kata Naila. Mendengar ucapan adiknya Ferdinan sedikit terharu. mereka berdua kembali berbincang mengenang saat orang tua mereka masih ada.


Sementara Dika telah sampai di depan rumah Jessica. Dia segera membangunkan kekasihnya itu dengan lembut.


"Jess bangun sayang, sekarang sudah sampe rumah kamu" kata Ferdinan sambil memegang pipinya.


"trus gimana tadi, apa kamu ga apa-apa?" tanya Ferdinan setelah terbangun.


"kamu kenapa?"


"aku ingat kamu tadi cerita kalau musuh game datang ke halaman kantor kita, aku pikir kamu kenapa-napa" jawab Jessica.


" Apanya yang kenapa-napa, yang ada kamu malah tidur padahal aku baru aja ngomong beberapa kata" kata Ferdinan sedikit kesal.


"maaf yank, habis aku ngantuk banget" Jessica memelas.


"kamu kenapa kalau di mobil selalu tidur?"


"maafin aku deh"


"kalau kamu mau aku temanin di jalan, ya malamnya kamu jangan ngajak aku ngobrol sampai pagi" kata Jessica


"tapi a.. " belum sempat meneruskan ucapannya Jessica memotong "aku sebenarnya pingin ngobrol sama kamu kalau lagi di mobil, terasa lebih enak. Tapi aku selalu kalah sama ngantuk kalau terus kamu telepon sampe pagi" kata Jessica kesal sambil keluar dari mobil.


Dika keluar dari mobil kemudian menghampiri Jessica "maafin aku, aku janji bakalan ngurangin nelpon kamu sampai pagi" bujuknya.


"kamu janji ya, kalo ga aku ga mau denger kamu protes lagi masalah ini" ucap Jessica.


"ya aku janji"


"ya deh aku percaya sama kamu bosku sayang, sekarang kita masuk kamu harus temenin aku makan" ajak Jessica. Dika tersenyum sambil menggenggam tangan kekasihnya dan melangkah masuk ke rumah Jessica.

__ADS_1


Kembali ke rumah Naila, terlihat kedua adik kakak itu masih asik berbicara, Ferdinan menanyakan keluhannya bermain game saat ini.


"awalnya aku seneng karena bisa ngerasain main game di dunia nyata, tapi pas aku tau kalau banyak yang ga bisa keluar dari game sebenernya aku takut" kata Naila.


"trus kenapa kamu lanjutin?"


"kakak ga tau, kalau ga main dalam waktu dua hari juga ga bisa sadar bisa dibilang tetep ketarik ke dunia game. Frans juga pernah bilang ke kami sekarang ini main game sama aja berjuang hidup sambil nunggu masalah teratasi" kata Naila dengan sedikit muram. Kali ini dia menceritakan semuanya dengan terbuka.


"sebenarnya aku iri sama cemburu ngeliat Frans selalu berdua dengan Hazel?"


"Hazel siapa?" tanya Ferdinan bingung.


"itu loh kak karakter game yang dateng ke dunia kita, tadi kakak ngeliat dia kok. Dia selalu dekat sama Frans" jawab Naila sedikit kesal "masak kakak lupa?"


"ih iya kakak ingat, yang protes kalau dibilang partner malah bilang kekasih" jawab Ferdinan. Naila mengangguk cemberut. "kok kamu malah cemburu? Diakan cuma karakter game yang bakalan hilang kalau masalah ini selesai"


"masalahnya semenjak ada dia aku jadi jarang jalan sama Frans, dia selalu ikut kemana aja Frans pergi" keluh Naila.


"kok bisa seperti itu? Apa dia ga bisa di tinggal di rumah Frans"


"awalanya sih bisa, tapi semenjak ada BFA dia ga pernah mau di tinggal. Setan itu selalu aja ikut"


"yang sabar kamu Nai, mudah mudahan semua masalah ini cepet selesai. Selain tentang Hazel apa lagi keluhan kamu, siapa tau kakak bisa bantu?"


"kak, bisa buatin aku item senjata biar magic attack aku tinggi ga? Soalnya aku takut kalau nanti musuh yang dateng makin kuat aku ga bisa bantu temen apa lagi ngelawan" tanya Naila.


"kok kamu malah minta itu, bukannya bos kakak sudah jamin buat bantu kalian"


"iya sih aku dengar, tapi ini permintaan khusus. Apa kakak mau aku kayak pemain lain yang ga bisa keluar dari game" bujuk Naila.


"ya nanti kakak bikinin buat kamu, tapi kamu sabar nunggu ya" ujar Ferdinan. Naila tersenyum kemudian beranjak pergi.


"kamu mau kemana?"

__ADS_1


"sekarang sudah malam, besok kakak gak kerja? Aku mau istirahat, capek banget habis pertarungan tadi siang" ucap Naila sambil masuk ke kamarnya. Ferdinan hanya tersenyum namun dalam hatinya berkata agar semua ini cepat berlalu. Dia tidak ingin adiknya terlalu lama menghadapi semua ini. Malam ini Ferdinan merasa cukup senang karena dapat berbincang lagi dengan adiknya setelah sekian lama dia terlalu sibuk dengan urusan pribadinya.


Sebaliknya Naila juga merasa lega karena sudah menyampaikan keluhan kepada kakak. Mereka semua terlelap dengan rasa bahagia malam ini walaupun tahu kalau masalah masih banyak yang harus dihadapi.


__ADS_2