FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Misi Penyelamatan Pemain bagian satu


__ADS_3

Saat Frans dan teman-temannya sampai di gedung PT Semesta Game Indonesia, Jessica juga sampai. Jessica terkejut dengan kedatangan mereka, namun dia tetap menyambut mereka dengan baik dan mengajak mereka segera ke ruangan tamu dekat ruangan kerja Dika.


"kalian silahkan tunggu di sini, setelah pak Dika datang segera saya kabari kalian" ucap Jessica. Kemudian pergi menuju ruangan Dika. Dia terkejut melihat bos sekaligus kekasihnya tertidur di meja kerja dengan komputer yang menyala.


"kenapa Dika tidur di kantor?" batin Jessica sambil mengunci pintu ruangan tersebut.


"Dika, bangun sayang" ucap Jessica pelan. Dengan lembut dia membangunkan Dika. "Dika, ayo bangun ini sudah siang"


"sudah jam berapa ini?" tanya Dika pelan, sambil melihat komputernya yang masih menyala. "apa jam delapan?" teriak Dika yang membuat Jessica terkejut. Kemudian Dika merapikan pakaiannya dan bergegas keluar.


"kenapa kamu buru-buru pergi?" tanya Jessica heran. "di ruang sebelah ada lima orang pemain yang sedang menunggu"


Frans segera menuju ruangan yang dimaksud Jessica dengan tergesa-gesa. "sebenarnya ada sih?" batin Jessica.


"selamat pagi pak" sapa Frans dan temannya setelah melihat Dika masuk ke ruangan.


"pagi juga, Naila mana Ferdinan dan Anita?"


"saat saya pergi kakak sedang bersiap-siap untuk berangkat pak" jawab Naila, lalu Dika menghubungi Ferdinan dengan ponselnya.


Namun belum juga terhubung Ferdinan dan Anita telah sampai di ruangan tersebut. "kenapa Naila bisa lebih dahulu sampai?" tanya Dika kesal "kalian tahu ini jam berapa?"


Setelah meminta maaf atas keterlambatannya, Ferdinan dan Anita segera mempersiapkan semua keperluan untuk menyelamatkan adik Linda dan pemain lain di rumah sakit. Ferdinan menujukan kepada Frans komputer yang akan nanti. Setelah melihat semua isi program yang ada dalam komputer tersebut, Frans meminta agar dia dan temannya memasukkan akun mereka terlebih dahulu sebelum berangkat.


Di rumah sakit, Linda terlihat sangat panik saat melihat adiknya yang mengalami gerakan seperti sedang mengalami rasa sakit. Raut muka adiknya tersebut menunjukan rasa ketakutan. Linda berlari menuju ruang perawat untuk mengatakan keadaan adiknya. Di saat bersamaan Edi dan temannya memasuki rumah sakit. Dika segera menuju ke ruang staf Rumah Sakit tersebut untuk meminta izin, agar beberapa karyawannya dan para pemain dapat menyelamatkan adik Linda.


Linda yang melihat Edi, segera menghampirinya dan mengatakan keadaan adiknya "mukanya terlihat seperti ketakutan" kata Linda.


"kamu yang sabar ya kami bersama tim dari perusahaan berusaha untuk menyelamatkan adikmu" ucap Edi. kemudian ia dan teman-temannya menuju kamar rawat tempat adik Linda dirawat.

__ADS_1


Ferdinan dan Anita beserta tim yang lain mempersiapkan komputer. Tak lama muncul perawat bersama bersama Dika. Suster tersebut menyarankan untuk menggunakan sebuah ruangan atas perintah dari pimpinan Rumah Sakit tersebut.


"gunakan ruangan ini, kami akan segera mengantarkan keperluan lainnya seperti meja dan tempat tidur untuk para pemain atas saran pimpinan kami" ucap seorang suster.


Sementara Ferdinan dan timnya mempersiapkan keperluan, Frans berbicara dengan Linda "nama adikmu siapa agar kami dapat menemukan" tanya Frans.


"namanya Hardi" jawab Linda.


Kemudian Frans dan temannya menuju ruangan yang akan menjadi tempat mereka daring dan memasuki dunia game. Dia segera menghubungkan perangkat VR ke komputer yang telah disiapkan. Tak lama muncul beberapa orang suster membawa perlengkapan pendeteksi detak jantung dan hendak memasangkan kepada mereka.


"kenapa kami harus memakai alat ini?" tanya Frans dan teman-temannya kepada para suster tersebut.


"alat itu digunakan untuk mengetahui kondisi kalian dan juga agar kami bisa melakukan tindakan antisipasi bila terjadi sesuatu diantara kalian" kata Dika. Dengan terpaksa mereka memakai alat itu.


Setelah memakai alat tersebut, mereka segera daring, Hazel dan Rosalin muncul di saat bersamaan. Frans meminta Hazel untuk menujukan arah. Dalam perjalanan menuju lokasi avatar adik Linda di tahan, Ferdinan memberi tahu bila setelah sampai mereka akan di berikan item yang mereka minta masing-masing dua ribu buah.


"kata pak Dika setelah pemain di selamatkan berikan item itu sebagian kepada mereka untuk membantu kalian nanti keluar dari sana" jawab Ferdinan. Mendengar ucapan tersebut, Frans memikirkan sebuah strategi agar dapat menyelamatkan lebih banyak pemain.


Sesampainya di lokasi Robet melihat sekeliling area tersebut. Ia seperti merasa sesuatu kejanggalan, dia segera memindai lokasi tersebut.


"gawat lokasi ini kalau dilihat dari jauh bakal membuat sistem perusahaan kita hancur" ucap Robet dengan keras "Naila tolong sampaikan kepada Ferdinan supaya dia tidak memindai lokasi ini."


Naila segera mengabarkan kepada kakaknya perihal tersebut kemudian yang ditanggapi sangat baik. Kemudian mereka segera memasuki sebuah titik dimana terdapat sangkar yang terdapat avatar pemain. Di saat bersamaan mereka menerima pemberitahuan bahwa kotak perlengkapan mereka telah penuh da tak dapat menampung item lagi.


"mantep, item kita sudah banyak banget, kita harus bisa nyelamatin banyak orang" kata Frans senang, lalu mengatur strategi untuk menghadapi pasukan yang menjaga sangkar. Dia meminta Edi dan Naila fokus untuk menjadi suport.


"Edi, Naila kalian fokus suport, usahain poin sihir sama kesehatan kami jangan sampe setengah" ucap Frans.


"gimana caranya?" tanya Naila. Dia lupa bila sedang berada di dalam dunia game.

__ADS_1


"duh baru berapa lama ga main game di sini udah lupa" kata Frans "lu tinggal pakai ite yang lu mau kasih ke siapa, trus lempar"


"oh iya, maaf gua lupa" kata Naila malu.


Di rumah sakit, Ferdinan dan Anita yang sedang mengamati mereka merasa kesal karena item senjata yang ingin mereka kirim tidak bisa sampai.


"kotak penyimpanan mereka penuh, jadi ada beberapa ite yang masuk daftar tunggu" kata Anita.


"jadi gimana agar item tersebut bisa sampai ke mereka?" tanya Ferdinan.


"kita hanya bisa menunggu sampai mereka menggunakan item" jawab Anita. Dari pengamat mereka dari komputer, terlihat Frans dan temannya sudah memulai menyerang musuh.


Sementara itu seorang suster datang yang ditemani seorang keamanan rumah sakit dengan wajah ketakutan mengatakan bahwa di depan rumah sakit banyak mahluk aneh.


"berapa banyak?" tanya Anita.


"sekitar puluhan, bu" jawab keamanan tersebut. Anita memandang Ferdinan.


"Fer, izinkan aku melawan mereka" pinta Anita. Ferdinan hanya mengangguk, kemudian Anita segera meninggalkan ruangan tersebut. "kamu nanti pakai panah yang kamu bikin ya."


"ga usah, senjata itu sudah aku kirim ke Frans" teriak Anita. Kemudian iya berlari dengan cepat menuju lobby rumah sakit. Dika yang berpasangan dengannya sangat pemasaran melihatnya berlari.


"kenapa dia berlari kedepan" batin Dika lalu masuk ke ruangan Ferdinan dan para pemain. "Fer, kenapa Anita pergi keluar" tanya Dika.


"di depan banyak musuh dari dunia game" jawab Ferdinan.


"kenapa saat seperti ini" teriak Dika kesal.


Di depan gedung rumah sakit, Anita yang melihat banyak pasukan musuh yang sedang mengacau. Ia segera daring dan melawan musuh-musuh.

__ADS_1


__ADS_2