FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Pemitaan maaf Hazel


__ADS_3

Samiri merasa tenaga sudah terkuras banyak dan berusaha lari, namun dicegah Hazel. Hazel kembali mengeluarkan skillnya, namun tiba-tiba dia menghilang dari hadapan Samiri. Melihat Hazel menghilang Samiri segera melarikan diri.


"he...kenapa aku ada di sini, pasti karena kamu ya?" tanya Hazel kesal. "tadi seharusnya aku bisa mengalahkan Samiri. Tapi kamu"


"liat aku sama teman-teman semuanya terluka karena kamu ngamuk" sela Frans "ini kalau aku biarkan, kaki semua bisa ga selamat. Mau kamu aku ga selamat" tambahnya sambil menahan rasa sakit. Hazel cemas melihat Frans dan temannya terluka. Frans meninggalkan Hazel masuk ke rumah Naila.


Setelah Samiri pergi, BFA menghilang di ikuti keadaan rumah Naila yang sebelumnya barang di rumah itu sebagian besar hancur perlahan kembali seperti semula. Hanya saja luka mereka tidak mengalami hal yang sama.


"sayang...aku minta maaf" Hazel memohon.


"ini yang kedua kalinya terjadi, kenapa kamu mudah sekali mengamuk, apa kamu ga bisa berubah?" ujar Frans kesal.


"Frans jangan salahin Hazel terus, ini juga gara aku" Naila berusaha menengahi. "kalau aku ga bandingin kalian sama Roy, Hazel ga akan begitu"


"gua nyalahin dia kalau ngamuk bikin semua bahaya, bahkan gua juga" Frans semakin marah. "kalau gua ga sumon tuh setan, kita semua bisa mati hari ini"


Naila kali ini merasa sangat bersalah telah membuat Hazel marah yang berujung semua terluka. Ia kemudian pergi ke bagian lain rumahnya untuk mengambil kotak obat.


"gua yang paling salah saat ini, gua lupa kalau Hazel gampang banget marah kalau denger elu di rendahin" ucap Naila sambil memberi kotak obat untuk mengobati luka mereka.


Hazel dengan rasa sangat bersalah mengambil sebuah obat luka, lalu mengobati Frans. Dia tidak berbicara satu katapun selama mengobati Frans. Begitu juga Rosalin mengobati Roy yang juga terluka.


"ternyata Hazel sangat mudah marah kalau Frans disinggung ya. Dia juga kuat sekali" ujar Rosalin kepada Roy.


"sesungguhnya kita itu belum apa-apa kalau mereka serius bertarung bersama" kata Roy "Ros kalau sudah mengobati aku tolong obat juga yang lain" Rosalin mengangguk.


"Zel aku bisa mita tolong sama kamu" pinta Frans.


"apa itu, pasti aku bantu" jawab Hazel dengan suara sangat pelan penuh penyesalan.


"bisakah kau tidak mudah mengamuk meskipun itu mengenai aku?" Hazel terdiam sejenak. "kalau terus begini kita akan berat sebelah"


"maksudmu apa?" tanya Hazel bingung.

__ADS_1


"kau akan menghancurkan segalanya bila mengamuk, memang kau bisa menang terhadap musuh tapi aku dan juga yang lain jadi korbannya" Frans menjelaskan. "seharusnya kita kerja sama, jangan karena membela aku, kau juga mengorbankan aku"


Mendengar ucapan Frans, seketika Hazel menangis. Semua orang bertanya mengapa dia menangis.


"kenapa kau menangis?" tanya Frans sambil mengangkat lembut dagu Hazel.


"Aku tidak ingin kehilangan kamu, aku masih ingin bersamamu" jawab Hazel terisak-isak. "aku janji akan menahan emosiku. Aku akan mendengar ucapanmu" tambahnya sambil memeluk Frans.


"duh...setan bucin, sudah-sudah pelukannya. Sana bantu Rosalin obatin yang lain" sela Naila. Hazel segera mengobati yang lain.


Sementara itu Toni dan sebagian timnya memasuki ruang kerja Ferdinan. Di sana Dika sudah menunggu.


"Coba kalian lihat monitor besar itu, Tino tunjukkan semua hasilnya" ucap Dika.


"data macam apa ini, terlihat sangat terperinci" tanya Toni.


"itu semua kami susun untuk menganalisis satu persatu dari tindakan aneh yang terjadi selama ini" jawab Ferdinan.


"dan itu apa titik besar berwarna merah?"


"kenapa bisa sebanyak itu?"


"awalnya cuma sedikit, namun saat ini pertumbuhannya pesat dalam 2 minggu terakhir" ujar Ferdinan.


"lalu titik yang berwarna hijau itu apa? Kalau saya hitung ada lima" tanya Toni.


"itulah lima orang yang tersisa saat ini. Bila mereka sampai seperti pemain lainnya maka sudah tentu pemain yang tidak sadarkan diri akan berakhir dengan kematian" jawab Ferdinan sedikit sedih karena mengingat adiknya juga bermain game tersebut.


"tenangkan dirimu, dengan usaha yang kita jalankan saat ini semoga semua bisa cepat berlalu" hibur Dika.


"kenapa anda terlihat bersedih" Tanya Toni bingung.


"kau tidak tau kalau adiknya juga bermain game ini, kemarin dia sempat kemari" jawab Tino. "dia baru mengetahui setelah kelima orang itu datang ke sini"

__ADS_1


Mengetahui adik teman satu kerjanya bermain game tersebut membuatnya simpati. Dia mengusulkan untuk menyelidiki keanehan yang terjadi dengan pemain tersisa.


"oh iya Tino bagaimana mengenai aplikasi yang kau buat? Kalau tidak salah namanya MALWAREBYTES" tanya Dika.


"beberapa waktu lalu kami sudah coba menggunakannya namun yang terjadi sebagian dari data di aplikasi tersebut diserap oleh virus itu" jawab Tino. Mereka semua terkejut.


"virus ini sangat berbahaya bila tidak segera diberantas" kata Toni kesal.


"kita tidak bisa pakai aplikasi antivirus untuk melawan secara langsung, yang ada nanti diserap kembali olehnya"


"lalu bagaimana caranya" tanya Toni sekali lagi.


"kita bantu pemain tersisa untuk menyelesaikan masalah ini" jawab Dika "sepertinya mereka memiliki keunikan di game ini"


"keunikan bagaimana?"


"mereka memiliki partner dari game ini" Ferdinan menjelaskan "yang saya tau pemain yang bernama Frans dan Roy memilikinya, dan kemarin saya melihat secara langsung"


"sudah, kalian lanjutkan pekerjaan. Jangan diperlambat lagi" ucap Dika.


Setelah selesai mengobati teman-teman Frans, Hazel menghampiri Frans, ia duduk tepat di sampingnya Frans. Ia kembali menatap sayu Frans seakan sangat bersedih.


"sayang...aku minta maaf. Kalian juga, aku minta maaf. Gara-gara aku kalian semua terluka" ucap Hazel meminta maaf.


"duh....setan cantik ini kalau lagi mewek keliatan imut" ujar Naila menenangkan Hazel "udah lah, kamu juga ga salah. Aku maafin kok kamu"


"ya Zel kami dah maafin kamu kok" ucap Robet dan Edi bersamaan. Rosalin yang juga selesai mengobati Naila mendekati Hazel.


"Zel aku merasa kamu tidak salah sepenuhnya. Sudahlah jangan bersedih lagi, lagi Roy juga tidak marah" ucap Rosalin "ya kan Roy" sambil matanya menatap tajam ke arah Roy. Roy mengiyakan, setelah itu Rosalin berubah menjadi kucing dan duduk manja di pangkuan Hazel.


"tuh lihat Rosalin saja bela kamu Zel, sudahlah jangan sedih. Kami semua udah maafin kamu kok" Roy juga ikut menenangkan.


"ehhhh kalian kenapa semuanya malah bela Hazel? Apa kalian dah ga peduli lagi sama gua?" tanya Frans iri.

__ADS_1


"tuh setan masih peduli sama elu, ehh elu malah marah-marah sama dia. Kasian kan dia ga ada yang peduliin" kata Naila mendekati Hazel yang berada di samping Frans.


"udah Zel jangan nangis lagi nanti cantiknya ilang, Frans malah makin cuek sama elu" bisik Naila. Hazel yang sebelumnya sedih kini bisa sedikit tersenyum.


__ADS_2