
Dengan jurus Bayangan Kerinduan, Frans dan Hazel dengan cepat mengalahkan pasukan yang kini semakin kuat. Pemain lain yang berada di garis depan juga ikut membatu untuk mempercepat mengalahkan pasukan musuh. Setelah dua puluh detik menggunakan tersebut, muncul layar virtual yang menunjukan hitungan mundur waktu dalam penggunaan skill tersebut sepuluh detik. Frans sangat terkejut melihatnya dan mengatakan kepada Hazel agar mereka mengalahkan musuh lebih banyak lagi dalam waktu tersebut.
"Zel, Waktu kita tersisa sepuluh detik lagi, kita harus mengalahkan sebanyak mungkin" kata Frans. Frans dan hasil kemudian berusaha mengalahkan musuh sebanyak mungkin dalam waktu sepuluh detik. Meskipun sudah berapa berusaha semaksimal mungkin, hanya tiga pasukan musuh yang dapat mereka kalahkan.
"sayang Ayo gunakan lagi skill tadi" ajak Hazel.
"skill baru bisa dipakai setelah lima menit, Zel. Aku juga membutuhkan poin sihir yang sangat besar buat make skill itu" kata Frans. Mereka dengan terpaksa melawan musuh tanpa menggunakan sebelumnya sambil menunggu skill tersebut dapat digunakan kembali.
Sementara itu di dunia nyata, Rita yang mengetahui Frans dan temannya telah memasuki dunia game, segera menjalankan rencananya. Sebanyak 100 orang prajurit dari dunia game dia perintahkan untuk mengacau di sekitar gedung perusahaan tersebut. Sedangkan ia menunggu seluruh penjaga keluar untuk menangani pasukan yang dia kerahkan. Seketika ikut juga BFA muncul saat pasukan musuh memasuki dunia nyata.
Dari dalam gedung seorang keamanan melihat sosok yang menggunakan baju zirah mengacau di depan gedung. Dia segera melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinannya untuk.
"pak di depan banyak orang yang pakai jubah besi, orang-orang itu merusak mobil-mobil yang ada di depan gedung" kata keamanan tersebut kepada atasannya. Mendengar informasi dari bawahannya, ia segera menyampaikan kepada Dika kejadian tersebut. Dika mengerti situasi yang disampaikan oleh Kepala keamanan tersebut dan segera menyuruh Ferdinan dan Anita untuk mencari solusinya.
"ini kedua kalinya Kejadian ini terjadi" kata Ferdinan sambil menuju ke ruang kerjanya untuk untuk melihat dari komputernya seberapa banyak dan seberapa kuat pasukan yang dimaksud.
__ADS_1
"Fer, izinkan aku daring untuk melawan mereka" minta Anita. Walaupun meminta izin kepada Ferdinan, Anita pergi tanpa menunggu jawaban darinya. Dia segera daring sambil berjalan dengan menggunakan kacamata VR yang dia miliki.
Setelah menekan salah satu tombol di kacamata tersebut, perlahan-lahan dari kepala hingga ke seluruh badan tampilan tubuhnya berubah menjadi Avatar yang ia gunakan untuk bermain game tersebut. Rambutnya sebelumnya panjang terurai, kini terlihat sebahu. Seluruh pakaiannya berubah menjadi berwarna biru tua dengan setelan yang menyerupai seragam atlet pemanah.
Sesampainya di depan kantor, Anita melihat sangat banyak pasukan musuh. Di antara pasukan musuh tersebut dia melihat Avatar pemain lain.
"siapa kamu? Kenapa kamu berada di sini?" tanya Anita sambil berusaha mendekati Avatar Rita. Namun usahanya digagalkan oleh pasukan musuh yang berada di sekitar area tersebut. Dia terpaksa harus melawan pasukan tersebut. Pasukan yang dilawan Anita sama persis dengan pasukan yang berada di dalam dunia game.
Anita merasa kewalahan menghadapi pasukan musuh itu, hingga membuatnya terdesak. Ia segera mengeluarkan skillnya 'Bow of Fire'. Partikel api berbentuk anak panah keluar dari busur Anita yang mengarah ke pasukan musuh. Namun skill yang dikeluarkan hanya berdampak kecil bagi pasukan musuh. Anita menjadi panik dengan hal itu, ia kembali mengeluarkan skillnya.
"rasakan ini, 'Suara Pita Busur'. Kali ini kalian semua tidak akan kuat menghadapinya" kata Anita sambil mengeluarkan skill tersebut pada level 3. Poin kesehatan pasukan musuh yang berada di sekitar Anita berkurang sebanyak 50% karena mendengar suara busur Anita. Begitu juga dengan Rita, poin kesehatannya berkurang 15% akibat skill Anita.
Namun Rita segera menggagalkan rencana Anita dengan memanah busur panah Anita. Tidak hanya itu, dia juga membidikkan anak panahnya ke tangan Anita. Anita yang mengetahuinya setelah serangan yang pertama terhadap dirinya, dengan cepat berlari untuk menghindar dari serangan Rita sambil terus berusaha untuk mengeluarkan skillnya.
"sial, dia pemain kenapa malah berpihak sama musuh?" batinnya, sambil terus menghindar agar dapat mengeluarkan skillnya. setelah merasa cukup menarik tali busur panahnya, Anita segera mengeluarkan skillnya. Setelah skillnya berhasil dikeluarkan, pasukan musuh yang sebelumnya telah terkena serangan skill Anita seketika itu juga kalah dan menghilang. Namun jumlah musuh masih juga banyak, musuh yang kalah tersebut hanya sekitar 10 orang. Rita yang melihat kejadian itu segera menjauh dan bersembunyi. Ia berencana menunggu hingga Anita tidak memperhatikan dirinya lagi.
__ADS_1
Rita segera memasuki gedung PT Semesta Game Indonesia, di saat Anita sedang berfokus melawan pasukan musuh. Tujuan Rita adalah ruang kontrol di mana tempat Ferdinan bekerja. Secepat mungkin ia memasuki ruangan itu agar Ferdinan tidak dapat menghubungi Frans dan pemain lainnya. Sesampainya di ruangan kontrol, Rita dihadang oleh beberapa keamanan yang sedang bertugas. Bagi Rita keamanan kantor tersebut bukanlah apa-apa. Dengan beberapa pukulan seluruh keamanan kantor yang menghadangnya terkapar.
"siapa kamu? Kenapa kamu bisa masuk ke sini?" tanya Tino setelah Rita memasuki ruanga kerja tim Ferdinan. Rita hanya dia sambil terus berjalan ke arah komputer yang di gunakan Ferdinan.
"bukannya kau Rita? Pemain yang berhasil diselamatkan oleh Frans tempo hari" kata Ferdinan.
"aku memang Rita, aku selamat bukan karena Frans atau kalian" jawab Rita. Ferdinan terkejut mendengar jawaban Rita. Tidak hanya itu, dia semakin di buat terkejut saat kita memasukan sebuah flash disk ke dalam komputer Ferdinan.
"apa yang ingin kau lakukan?" tanya Ferdinan sambil menarik Rita dengan keras.
"lihat saja, nanti juga kau akan tahu" jawab Rita, kemudian pergi meninggalkan ruangan itu. Ferdinan berusaha untuk mengejarnya, namun karena dia bukan pemain, dian tidak dapat mengejar Rita yang bergerak begitu cepat karena menggunakan item-item dalam permainan.
"sudah tinggalkan wanita itu, kalian kembali saja ke dunia game" kata Rita setelah sampai di luar gedung. Kemudian ia melesatkan anak panahnya ke arah Anita untuk membuatnya tidak bergerak beberapa saat lalu pergi dari tempat itu. Disaat bersamaan seluruh pasukan musuh yang berada di sana menghilang yang kemudian di ikuti oleh BFA. Anita yang tidak bisa bergerak, bingung dengan kejadian tersebut.
"apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa pasukan musuh yang sekuat itu bisa menuruti pemain itu?" kata Anita dalam hati yang penuh dengan kebingungan.
__ADS_1
"kenapa kamu malah diam di sini? Mana Rita dan pasukan musuh yang kamu lawan?" tanya Ferdinan setelah sampai di luar gedung dan melihat Anita yang mematung.
"aku terkena skill Rita, makanya aku ga bisa gerak. Terus dia pergi sama abis nyerang aku tadi. Yang aku bingung, dia bisa merintahin pasukan musuh" jawab Anita.