
Hazel tetap menarik Raiden mendekati Frans tanpa mendengar ucapan Naila. Dia sangat kesal kepada Raiden karena telah membuat Frans terluka parah. Dalam benaknya penuh pertanyaan, apa sebenarnya terjadi dengan kakaknya, Raiden.
Sementara Naila dan Anita yang terus bertarung melawan monster, mulai kewalahan karena mereka hanya berdua menghadapi monster yang sangat kuat.
Hazel yang telah sampai di hadapan Frans bersama Raiden, merasa sedih melihat kondisinya yang sangat lemas. Hazel menampar Raiden sambil menangis.
"kenapa kakak sekarang sangat berubah? Kakak sudah tidak mau lagi mendengar panggilan aku" kata Hazel sambil menangis. "apa kakak puas melihat kekasihku seperti ini? KAK RAIDEN JAWAB AKU?"
Raiden terdiam mendengar ucapan Hazel, seketika itu ingatan masa lalunya hadir saat mendengar ucapan terakhir dari Hazel. Disaat bersamaan Naila teriak kesakitan akibat terkena serangan monster. Raiden yang sebelumnya memperhatikan Naila, membuatnya ingin memberi balasan terhadap monster tersebut. Ia segera memasuki area BFA dan mulai menghadapi monster tersebut.
"dasar monster sialan, rasakan ini TEBASAN PEDANG GANDA" Raiden menyerang monster itu dengan skillnya yang baru saja dia kuasai. Naila dan Anita terkejut melihat Raiden yang menyerang monster dan mengeluarkan skill yang hampir sama dengan Frans.
Raiden terus menghujami monster itu dengan serangan demi serangan, yang membuat poin kesehatan monster tersebut semakin berkurang. Naila terus saja mengamati pertarungan Raiden dan Moster dari jauh.
"apa yang sebenarnya terjadi kepada Raiden, Kenapa dia malah membantu" tanya Naila hati. Hazel juga bingung melihat Raiden yang melawan monster tersebut. Dalam hatinya timbul pertanyaan, siapa pemain yang menjadi partnernya.
__ADS_1
Semen itu Roy beserta para pemain lainnya termasuk Edi masih dalam perjalanan menuju tempat Naila. Dalam Roy terus memikirkan keadaan Frans dan Naila.
"berapa lama lagi kita akan sampai ke sana?" tanya Lusi kepada Roy.
"jaraknya satu km lagi dari sini" jawab Roy sambil berlari agar segera sampai di lokasi tujuan. Sedangkan pemain lainnya mengikutinya sambil berjalan.
Setelah sampai di lokasi Roy dan pemain lainnya terkejut melihat Frans yang terkapar lemah di luar BFA. Roy lalu bertanya kepada Hazel penyebab Frans sampai seperti itu. Hazel menceritakan semua dari awal. Setelah mendengar penjelasan dari Hazel, Roy sangat marah dia segera memasuki BFA.
Roy langsung menyerang Raiden yang sedang melawan monster. "Amukan Satria Cahaya" Roy mengeluarkan skillnya, seketika itu juga tubuhnya bergerak sangat cepat menuju Raiden dan menyerangnya. Setiap pukulan yang mendarat ke tubuh Raiden mengeluarkan partikel cahaya. Raiden sangat terkejut dengan serangan dari Roy sehingga dia tidak dapat mengelak sama sekali.
"kenapa kau malah menyerangku? Aku sedang membantu dalam melawan monster" kata Raiden setelah dia terpental. Roy hanya diam dan terus menyerang Raiden. Kesal kerena diserang tanpa alasa, Raiden mengeluarkan skillnya, "TEBASAN PEDANG GANDA"
Edi dan para pemain lain mengerti maksud Roy, mereka segera bersama-sama menyerang monster tersebut. Tak perlu waktu lama monster tersebut berhasil dikalahkan oleh mereka karena sebelumnya Raiden telah menyerang terlebih dahulu.
Sementara Naila masih bingung melihat Roy yang sedang menyerang Raiden, dengan pancaran tenaga yang cukup besar. Dia baru kali ini melihat Roy sangat marah dan mengeluarkan pancaran tenaga yang sangat besar selama bermain game tersebut.
__ADS_1
Sementara di kantor Ferdinan yang mendapat kabar bahwa Robet dan Frans harus segera dibawa ke rumah sakit, dengan cepat menghubungi ambulans dan memberikan lokasinya kepada mereka. Setelah itu dia menuju ruang kerjanya untuk memantau keadaan saat ini di lokasi keberadaan Naila dan yang lainnya.
Saat melihat layar monitor, ia memperhatikan dengan teliti sebuah titik berwarna hijau yang didampingi titik berwarna hitam. Ia segera mencari tahu siapa pemain tersebut, kemudian ia menghubungi Naila untuk mengetahuinya.
"Naila apa di sana ada pemain baru?" tanya Ferdinan. Mendengar pertanya dari Ferdinan, Naila memperhatikan pemain yang ada sambil terus memperhatikan Roy yang masih melawan Raiden.
"ya kak, di sini ada pemain baru sepertinya" jawab Naila setelah memastikan orang yang dia lihat.
"coba perhatikan, apa ada yang aneh dengan pemain itu, saya curiga virus mengikutinya" kata Ferdinan mengingatkan. Setelah menghubungi adiknya, Ferdinan segera melihat kejanggalan pemain tersebut.
Frans yang masih ditemani Hazel, merasa semakin lemas. Kemudian dia luring agar bisa bebas merebahkan diri. Hazel sangat terkejut melihat Frans yang tubuhnya penuh memar akibat pertarungan melawan Raiden. Tak lama muncul ambulans menghampiri Frans dan Robet. Seorang perawat menghampiri mereka dan segera memapah ke dalam ambulans.
"kami di minta untuk menjemput kalian dan membawa ke rumah sakit" kata perawat tersebut. Saat Hazel ingin mengikutinya, Frans mengatakan untuk membantu teman-temannya. Hazel menuruti permintaan Frans dan segera memasuki BFA.
Roy masih saja melawan Raiden dan tidak memberi kesempatan kepada Raiden untuk menyerang. Hingga saat-saat poin kesehatan Raiden hampir habis, Hazel berteriak untuk menghentikan Roy.
__ADS_1
"tolong Roy hentikan, dia itu kakakku. Jangan lenyapkan dia" teriak Hazel sambil menangis. Roy yang menghentikan serangan. Raiden yang merasakan Roy akan kembali menyerang, segera mendekati Naila dan masuk ke dalam VRnya. Saat itu juga Naila merasa ada ikatan dengan Raiden.
"dasar licik" umpat Roy.