
Pagi-pagi sekali Ken dan Robet kembali ke rumahnya masing-masing. orang tua Robert merasa cukup senang karena anaknya telah kembali dengan kondisi sehat.
Sementara itu, Frans dan Hazel kembali berbincang di kamarnya. Hazel mengatakan bahwa dirinya saat ini mengkhawatirkan Frans. Dia seakan merasakan sesuatu yang sangat besar akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
"sayang, apa kita bisa bertahan dalam kondisi saat ini. Karena aku merasakan sesuatu yang sangat besar akan datang" kata Hazel.
"apapun itu aku tidak peduli, yang penting selama aku bisa Aku akan berusaha semampuku" kata Frans meyakinkan Hazel.
Hazel hanya diam menanggapi ucapan Frans, namun dia tetap berusaha berada di sisinya. Melihat Hazel yang terus berada di dekatnya dengan ekspresi wajah yang penuh dengan kekuatiran membuat Frans penuh pertanyaan di dalam hatinya.
"apa yang sebenarnya dia fikiran?" batin Frans. "sayang, tak perlu kau mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, lebih baik kita nikmati saja saat ini" Frans mencoba menenangkan Hazel.
Ayah Frans yang dari tadi memperhatikan tingkah anaknya seakan berbicara dengan seseorang membuatnya penasaran Apa yang sebenarnya terjadi.
"Frans, kemari sebentar" pinta ayahnya. Frans segera menghampiri ayahnya dengan di ikuti oleh Hazel.
"ada apa ayah panggil aku?" tanya Frans. Ayah Frans mendekat dengan ekspresi wajah penuh kwartir.
"coba kamu cerita apa yang sebenarnya terjadi saat ini? Hingga kamu mengalami luka dan perlu dirawat beberapa kali" tanya ayah Frans.
Frans kemudi menceritakan kejadian yang dia alami selama ini. Dia menceritakan bila saat ini banyak pemain yang masih belum sadar.
"bahkan sekarat kalau ada serangan dari dunia lain, selain jumlah BFA yang dua kali lipat, korban yang sebelumnya bisa pulih kini tidak" Frans menjelaskan.
"maksudnya sekarang kalau korban tidak bisa sembuh kalau tidak segera dirawat?" tanya ayahnya.
"bisa dibilang begitu, jadi sekarang ini aku sama yang lain berencana buat nyelamatin pemain yang masih belum sadar" kata Frans.
__ADS_1
"Frans ayah sama bunda cuma bisa dukung kamu melalui doa. Semoga kamu bisa dengan mudah menghadapi masalah ini" ayah Frans mencoba menyemangati. Percakapan mereka berlanjut.
Sementara itu di rumah Roy, Rosalin menceritakan tentang Samiri kepada Roy. "Samiri sebelumnya adalah jendral yang sangat kuat dari ras siluman. Namun sejak ada Demian, dia hanya di jadikan mata-mata oleh Demian" ujar Rosalin.
"kamu tau apa penyebabnya?"
"suatu hari, sebuah cahaya biru menutupi seluruh dataran di semua area game lalu Demian muncul disertai sebuah suara yang ikut mendampinginya" ucap Rosalin.
Roy merasa penasaran dengan ucapan Rosalin, kenapa dia bisa mendapatkan informasi seperti itu. "Rosalin sejak kapan kau bisa mengetahui semua itu?" tanya Roy.
Rosalin terdiam sejenak, kemudian dia mengungkapkan bahwa dia mengetahui semua itu keren dia seakan terhubung dengan pusat data yang berkaitan dengan virus Blühen. Bahkan dengan semua orang dan karakter yang berkaitan dengan permasalahan ini.
Roy semakin penasaran dengan informasi yang diberikan oleh Rosalin. Di sisi lain dia juga merasa bersyukur dengan kehadiran Rosalin, karena dia bisa memberikan banyak informasi yang sangat bermanfaat.
"Roy, aku juga terkadang dapat memberikan informasi mengenai jumlah pasukan dan level yang akan kita lawan" kata Rosalin.
"dari mana kamu mendapatkan kemampuan itu?" tanya Roy.
"apa kamu juga seperti Hazel, yang mencintai Frans?" tanya Roy.
"Roy, aku ingin menjelaskan kepadamu. Menurut informasi yang saya dapat, bahwa saya, Hazel dan Raiden akan memiliki status yang berbeda" kata Rosalin.
"maksudmu apa? tolong jelaskan" pinta Roy.
"Roy, kami memiliki karakter tersendiri saat diciptakan oleh pembuat game. Kak Hazel merupakan karakter ras Demon yang sangat kuat hingga melebihi ras siluman peringkat A" kata Rosalin.
Roy semakin tertarik dengan perkataan Rosalin, "lalu kamu dan Raiden itu bagaimana?"
__ADS_1
"Aku diciptakan sebagai ras Stealt yang paling pintar sehingga dapat mengumpulkan informasi dan pengetahuan" jawab Rosalin.
"namun mengapa kamu sangat kuat hingga kami sangat sulit mengalahkanmu saat itu?" tanya Roy bingung
"itu karena aku diberikan kekuatan yang sangat besar oleh Demian. Dengan kekuatan tersebut dia berharap aku dapat mengalahkan Frans dan kak Hazel" jawab Rosalin
Rosalin juga menjelaskan bahwa Raiden adalah kakak Hazel yang sangat sayang kepadanya. Juga kekuatan Raiden satu tingkat di atas Hazel. "waktu itu Hazel sangat patuh pada Raiden dan takut jika dia marah" tambahnya.
Setelah penjelasan Rosalin, Roy jadi mengerti beberapa hal mengenai Hazel dan Raiden. Roy mendekati Rosalin kemudian membelai rambutnya sambil berkata "terimakasih telah memberiku banyak informasi mengenai mereka. Aku berharap bisa bersama denganmu lebih lama lagi"
Rosalin dengan cepat memeluk Roy dengan erat, "Roy kalau saja aku bukan 'data', aku akan selalu bersamamu selamanya, karena aku sangat berhutang padamu yang telah menyelamatkan aku waktu itu. Dan juga aku mencintaimu" kata Rosalin sambil menangis.
Rosalin seakan merasakan waktu bersama Roy sangat terbatas, hingga ia tidak dapat menahan perasaannya. Roy terkejut dengan pernyataan Rosalin, dia tidak menyangka akan mengalami apa yang dialami oleh Frans walau berbeda kondisi. Roy kemudian membalas pelukan Rosalin.
"sudah dulu, aku sudah lapar" kata Roy setelah cukup lama mereka saling berpelukan. Rosalin tersenyum kemudian merubah wujudnya menjadi kucing. Roy kemudian membawa 'kucing' tersebut ke dapur untuk menemaninya makan.
Siang itu di rumah Dika, datang sebuah mobil yang melaju dengan cepat. Setelah sampai tepat di depan pintu rumahnya seorang pria yang usianya hampir sama dengan ayahnya Dika, keluar dari mobil kemudian mengetuk pintu dengan cukup keras dan berulang-ulang. Dari dalam ayah Frans yang mendengarnya sangat marah.
"bi, segera lihat siapa itu yang datang!" perintah ayah Dika. Dengan cepat seorang pembantu membukakan pintu. Karena pembantu tersebut tidak mengenali siapa yang datang, ia hanya mempersilahkan orang tersebut untuk masuk.
"maaf pak, anda siapa ya? Dan ada keruan apa ya?" tanya pembantu tersebut.
"katakan saja kepada tuhanmu, teman lamanya datang berkunjung" ucap orang itu. Sang pembantu segera menemui ayah Dika dan menyampaikan apa yang di katakan tamu tersebut.
"teman lama? siapa dia, banyak sekali teman lama" batin Perdana.
"pa, baiknya temui saja orang tersebut kalau memeng dia teman lama, bukannya itu sangat baik karena teman lama papa mau berkunjung" ucap ibu Dika.
__ADS_1
Perdana, ayah Dika segera menemui tamu itu setelah mendapat saran dari istrinya. Setelah sampai di ruang tamu Perdana sangat terkejut melihat tamu tersebut.
"memang dulu sekali kau adalah temanku yang sangat dekat, namun saat ini..." batin Perdana yang disertai ekspresi wajahnya berubah.