
Sesampainya di rumah sakit Naila beserta teman-temannya langsung menuju ruang rawat Frans. Mereka sangat senang melihat Frans sudah sadar kembali. Hardi langsung mendekatinya dan mengucapkan terima kasih banyak atas bantuannya kemarin
"saya sangat kuatir dengan keadaan kakak, karena sampai kami pergi Kakak belum sadarkan diri" ucap Hardi. Naila Kemudian menceritakan kejadian di kantor kakaknya. Ia menjelaskan bila banyak wartawan mulai mendukung mereka.
Mendengar kabar dari Naila, Frans merasa cukup lega. Dia mengatakan agar mengatur strategi untuk menyelamatkan pemain yang lain yang masih berada di dalam dunia game. Frans juga meminta bantuan kepada Hardi dan teman yang kemarin diselamatkan untuk ikut membantu rencananya.
"tapi kak saya tidak bisa menghubungi mereka saat ini" kalau Hardi. Frans mengatakan akan meminta bantuan kepada Ferdinand untuk mendapatkan nomor ponsel para pemain tersebut.
Ibu Frans menyarankan untuk Frans lebih baik beristirahat dulu saat ini, mengingat dirinya masih dalam masa pemulihan.
"aku ga akan melakukannya sekarang bun, kan harus pemain yang lainnya Bun" kata Frans.
__ADS_1
"pokoknya sebelum kamu sehat benar kamu ga boleh main game tersebut" ibu Frans mengomel. Frans hanya menuruti permintaan ibunya. tak lama berselang beberapa orang datang ke dalam ruang rawat Frans. Mereka memperkenalkan dirinya sebagai pemain game yang diselamatkan oleh Frans dan teman-temannya.
"sana kamu minta maaf padanya, gara-gara kamu dia sampai dirawat seperti itu" kata salah satu dari mereka.
"kak saya minta maaf atas kejadian kemarin" seseorang yang memperkenalkan dirinya bernama Zoe. Frans sempat kesal mengingat kejadian kemarin, namun dia tetap memaafkan.
"lebih baik kamu keluar dari ruangan ini" kata Roy dengan sedikit keras, setelah melihat Frans yang tiba diam. Zoe hanya bisa menuruti perintah Roy.
setelah menyampaikan pendapatnya para pemain itu berpamitan untuk pergi. salah satu diantara mereka sempat meninggalkan nomor ponselnya pada Naila. Frans yang merasa sudah baikan mulai merasakan jenuh dan ingin segera keluar dari rumah sakit. Naila segera ke ruangan administrasi untuk mengurus biaya perawatan Frans yang ditemani ibunya Frans.
"semua biaya sudah dibayarkan oleh Pak Dika" jawab bagian administrasi. Naila segera mengajak ibunya Frans untuk berkemas dan mengantarkan mereka pulang ke rumahnya. Begitu juga teman-temannya ikut mengantarkan Frans pulang.
__ADS_1
Beberapa hari telah berlalu, kabar mengenai pemain yang kembali sadar menjadi pemberitaan di banyak media massa termasuk juga media sosial. Nama Frans dan teman-temannya juga ikut jadi perbincangan di dalam media sosial karena berita tersebut. tidak hanya Frans dan teman-temannya, Anita dan Ferdinan juga jadi ikut perbincangan di media sosial.
Sementara di rumahnya Frans, pagi-pagi sekali seseorang mengetuk pintu dengan terus-menerus. Karena sangat mengganggu Hazel mencoba membukakan pintu.
"Bunda!! Kenapa pintunya terbuka sendiri" teriak orang itu. Mendengar teriakan tersebut Ibu Frans segera menghampirinya ke depan. Dia melihat Hazel tertawa terbahak-bahak.
"hus, Jangan tertawa seperti itu. dia itu Ayahnya Frans" kata ibunya Frans kepada Hazel. Orang yang merupakan ayahnya Frans bingung melihat istrinya berbicara sendiri karena tidak bisa melihat Hazel.
"kamu ngomong sama setan?" tanya ayahnya Frans kepada istrinya, sambil berjalan masuk ke dalam rumah. Ibunya Frans pun menceritakan semua kejadian yang telah dialami Putra mereka selama ini. Hazel yang mengetahui ayahnya Frans telah kembali, Dia segera mengabari kekasihnya itu agar bisa segera menemuinya.
"ayah.." teriak Frans dari depan kamarnya setelah melihat ayahnya. dengan cepat ia menghampiri ayahnya dan bercerita selayaknya anak kecil. "Kenapa Ayah lama banget baru pulang, apa nggak kangen apa sama kami"
__ADS_1
"seperti anak baru sekolah TK saja kamu ini, merengek-rengek" kata ayah Frans sambil mengusap-usap kepala anaknya. tak lama ibunya Frans membawa hidangan kecil kemudian terjadi percakapan di antara mereka hingga larut malam.