
"Roy bakalan ada musuh lagi yang datang" Rosalin memperingatkan "prajurit level S sekitar 500 orang" tambahnya. Mereka semua terkejut mendengar jumlahnya.
"apa kamu ga salah Ros? " tanya Frans bersiap mengeluarkan pistol.
"Rosalin ga salah yank" Hazel menjawab untuk meyakinkan.
"berapa lama sampai sini?" kembali Frans bertanya, sambil melihat statusnya. Roy dan lainnya bingung melihat Frans.
"sekitar 50 detik lagi" ucap Hazel.
"dah... Beres. Nai hubungi kakak lu. Minta dia naiki mana gua 2 kali. Siapa yang punya tongkat mage dua, gua mau pinjem satu"
"ya gua hubungin dia" jawab Naila, sambil mengeluarkan ponselnya "kalau tongkat lu bisa pinjam gua kok"
"Nai ngepain lu ngeluarin ponsel?" tanya Edi.
"kata Frans hubungin kakak gua" jawab Naila.
"adu.. Nai... Biar gua aja dah" kata Frans sembari mencoba membuka menu panggil dari VR. "kak Ferdinan tolong naikkan semua mana kami dua kalian lipat"
Melihat cara Frans menghubungi kakaknya, Naila baru ingat bila mereka sudah bisa berkomunikasi melalui VR saat sedang bermain game. Setelah semua persiapan, mereka besiaga untuk menghadapi musuh yang akan datang dalam beberapa detik lagian.
"Jiwa Kucing Ilusi" Roy mengunakan skil khusus untuk menghadapi musuh yang akan datang. Seperti yang diperkirakan, musuh datang sangat banyak. Roy yang telah bersatu dengan Rosalin menyerang pasukan musuh.
Sementara Frans menyerahkan pedang api miliknya kepada Hazel dan pedang Kristal kepada Roy. Sedangkan dia menggunakan pistol revolver yang dipadukan dengan kekuatan sihir dari tongkat Naila.
"Nai kau bantu Hazel, Bet lubantu Edi jangan sampe darahnya nol" perintah Frans dalam membentuk formasi.
"lah....lu sendiri gimana?" tanya Robet.
"udah nurut aja. Gua bisa pake skil HEAL dari tongkat Naila" jawab Frans. Dia kemudian memberi sihir kedalam pistol nya setiap kali melakukan tembakan. Terkadang dengan cepat dia mengaggati pistol dengan pedangnya yang kemudian dipadukan dengan tongkat sihir. Robet sangat terkejut melihat kehebatannya.
Perbaduan Hazel dan Naila juga sangat tangguh. Nila sangat salut dengan strategi yang Frans berikan. Dia merasa Hazel juga bisa bertarung dengannya. Mereka berdua sangat kompak sehingga dapat menumbangkan prajurit kelas S dangan cukup cepat.
"healing poision" Naila segera memberi HEAL kepada Hazel saat darahnya yang mendekati 50%. Tak terkecuali Edi yang bertarung dengan dukungan dari Robet, mereka juga sangat kompak. Terkadang sesekali Robet membantu serangan jarak jauh untuk mempermudah Edi.
...----------------...
__ADS_1
Anita terus berlari mengikuti anak panah yang menunjukkan jalan untuk misi pertamanya. Dia merasa sangat lelah, karena perjalanan menuju lokasin cukup jauh. "baru main pertama main game VR yang bikin capek seperti ini" gerutunya.
Setelah berlari cukup jauh dia melihat lokasi yang dikelilingi dengan BFA. "lokasi misi itu apa benar di dunia nyata" batinnya. Ia terus berlari ke sana, setelahnya sampai dia sangat terkejut melihat lokasi itu sangat kacau. Namun saat dia memikirkan keadaan yang dia lihat, mush telah berdatangan.
Dengan cepat dia melakukan serangan untuk menyelesaikan misi pertamanya. Saat dia sedang bertarung, terdengar suara minta tolong. Dia segera menghampiri orang dan menyelamatkannya.
"sudah aman, anda tidak terluka" ujar Anita. "oh iya apa ini dunia nyata?" tanya Anita lagi. Korban itu hanya mengangguk lalu berlari menuju tempat yang aman.
"kenapa ini terjadi di dunia nyata? Bukannya ini sebuah game?" batinnya dalam hati, sambil terus bertarung. "apa benar semua ini berhubungan dengan virus seperti yang di informasikan dalam berita"
...----------------...
Ferdinan yang terus mengamati, menyadari ada pemain baru. Ia segera memantau dan menyelidiki pemain tersebut, namun hanya mendapatkan nama karakternya saja.
Frans dan temannya merasa sangat kewalahan menghadapi musuh yang berjumlah banyak.
"Zel perkiraan, berapa banyak lagi prajuritnya yang tersisa" tanya Frans.
"sekitar dua ratusan lagi" jawab Hazel. Mereka merasa pertarungan ini sangat melelahkan. Saking lelahnya mereka semua semakin terpojok.
"semua merapat, supaya bisa bertahan sampai selesai. Robet sama Naila di tengah seperti biasa" ujar Frans untuk merubah formasi.
Namun Naila dan temannya tidak menyadari bila yang membantu mereka adalah Anita. Tak ingin berlama-lama lagi mereka semuanya segera melakukan perlawanan. Dengan bantuan Anita mereka yang semula hampir terdesak, perlahan membalik keadaan.
Satu persatu musuh dikalahkan hingga tak tersisa. Setelah semua musuh dialah muncul pemberitahuan "misi selesai" mereka semua mendapatkan beberapa item. Sedangkan Anita mendapatkan set kaca mata dan sarung tangan.
"siapa kamu?" tanya Frans berjalan mendekati Anita sambil memindainya.
"aku Anggun" jawab Anita yang sebelumnya memilih nama karakternya Anggun. Frans kemudian menarik tangan Anggun untuk mendekat dengan teman-temannya.
"apa kamu pemain yang berhasil luring?" tanya Dika menghampiri mereka bersama Jessica.
"bukan, saya pemain baru" jawab Anggun. Setelah itu perlahan BFA menghilang sehingga Dika dan Jessica tidak bisa melihatnya.
"kemana dia? Kenapa dia menghilang" tanya Dika panik.
"dia belum pergi, bapak tidak bisa melihatnya karena dia masih berupa avatar" ucap Naila. "dia belum memiliki perangkat seperti kami"
__ADS_1
"oh begitu, kalau begitu saya pamit dulu ya. Kalau ada waktu saya ingin mengundang kalian untuk datang" ucap Dika sambil pergi meninggalkan mereka.
Frans merasa heran dengan Anggun, mengapa pemain baru tetapi status poinnya sudah tinggi.
"benar kamu pemain baru?" tanya Frans sekali lagi. Setelah hasil pindai keluar dia sangat terkejut melihat level yang dimiliki sudah lima puluhan.
"benar saya pem.." tiba-tiba Frans menyela ucapan Anggun. "kau itu ceater dan juga peretasan ya" Mendengar ucapannya Anggun berlari secepat mungkin.
" Hazel cepat kejar dia, aku curiga mata-mata" ucap Frans. Hazel dengan tekniknya menangkap Anggun dengan cepat dan membawanya kembali.
"siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu malah kabur" tanya Frans.
"saya Anggun, hanya pemain baru" ucapnya, sambil mengakar tangannya hendak mengarahkan ke VR untuk luring.
"tahan tangannya, dia mau luring" ucap Frans yang mengetahui gerakkan Anggun. Naila dan Rosalin segera menahan kedua tangan Anggun.
"aku tidak berniat jahat, kenapa kau malah menangkap aku?" tanya Anggun.
"kalau kau tidak berniat jahat, seharusnya tidak kabur saat kutanyakan peretas atau ceater" jawab Frans. "lagi pula apa kau tau, saat ini kami berjuang hidup di game. Wajar bila kami mencurigai kamu, pemain baru tapi sudah level lima puluhan ditambah status poin yang sangat tinggi"
"kenapa kau bisa mengetahui semuanya?" tanya Anggun.
"aku sudah hampir tujuh tahun bermain game ini, banyak orang yang berusaha mencari jalan pintas untuk menjadi terkuat di game ini tanpa melakukan usaha normal ataupun dengan membeli item game" ucap Frans. Edi dan Robet mengetahui Frans bermain game sudah cukup lama jadi terkejut.
"oh begitu ya" ucap Anggun "seakan kamu itu sangat mengetahui seluk beluk game ini"
"kau sangat percaya diri rupanya ya" Frans membuka menu dari kacamata VR dan melakukan beberapa pengaturan. "sekarang lepaskan dia, biar dia merasakan apa yang dialami teman-teman yang tidak bisa luring selama ini.
" kamu ini merasa sok jago ya" sambil berusaha untuk luring dari game. "kenapa tidak bisa luring"
"bukannya kamu itu peretas, coba usaha sendiri dengan kemampuanmu dalam peretasan" ucap Frans lalu meninggalkannya untuk luring. Anggun berusaha untuk menyerang Frans. Ia mengumpulkan seluruh tenaganya dan segera mengarahkannya ke Frans.
Catatan :
Para pembaca yang terhormat mulai saat ini ada beberapa istilah yang akan saya ubah dalam bahasa Indonesia dan akan saya beri tahu pada catatan di setiap akhir episode.
On line menjadi daring
__ADS_1
Offline menjadi luring