FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Misi Untuk Anita Bagian 1


__ADS_3

Ferdinan menemui Dika untuk memberi saran agar memanggil Frans beserta teman-temannya. Ferdinan berencana menyelamatkan kembali para pemain yang belum Sadarkan diri hingga saat ini. hal itu dilakukan agar semua permasalahan yang melanda perusahaan saat ini cepat selesai.


"jika para pemain kembali sadar semua, kemungkinan besar mereka dapat membantu mencari sumber permasalahan yang saat ini kita alami" kata Ferdinan.


"bagaimana caranya mereka memasuki dunia game bila saat ini tidak ada celah sama sekali?" hanya dia kepada Ferdinan.


"oleh sebab itu kita memanggil mereka agar kita dapat mencari celah untuk masuk ke dalam dunia game" jawab Ferdinan.


Dika menyetujui saran dari Ferdinan, kemudian Ia juga mengingatkan agar mempersiapkan semuanya mulai dari item-item yang diperlukan dan strategi. Dia juga meminta agar Frans dan teman-temannya dilatih terlebih dahulu untuk menghadapi jumlah pasukan yang kemungkinan sangat besar.


Kemudian Ferdinand menemui Anita, Toni dan Tino untuk membuat item-item baru yang akan dipergunakan dalam misi yang dia rencanakan. Anita diminta secara khusus untuk membuat senjata baru dengan seluruh atribut yang ditingkatkan berkali-kali lipat.


"kenapa harus membuat senjata seperti itu?" tanya Anita.


"karena mereka akan menghadapi jumlah musuh yang sangat kuat dengan jumlah yang banyak. Sehingga kita perlu meningkatkan atribut dalam persenjataan" jawab Ferdinan. Disaat BFA muncul di parkiran kantor mereka.


Beberapa menit sebelumnya, di kampus Frans dan teman-temannya membahas persiapan ujian yang akan mereka hadapi. Mereka semua merasa bingung karena beberapa materi tidak dapat mereka kuasai mengingat banyak waktu mereka terbuang akibat permasalahan game FIGHT FOR GLORY.


Diantara menyarankan untuk melakukan belajar kelompok, namun hal itu terkendala karena mereka semua tidak satu jurusan. Naila mengatakan belajar kelompok bukan berarti harus satu jurusan namun sebagai sarana pengujian materi yang mereka pelajari.


"bisa dibilang kayak kita ngelakuin cerdas cermat" kata Naila.


"maksud elu gimana sih, Gua nggak ngerti?" tanya Frans dan Roy bingung.


"gini lo, nanti lu baca materi yang ketinggalan abis itu lu gua tanyain materi tersebut. kayak waktu kita SMA" jawab Naila. Mereka semua teringat masa SMA setelah mendengar perkataan Naila.


"gimana kalau kita pakai kacamata dari dunia game, kan kacamata itu bisa koneksi ke internet" saran Edi.Mereka semua bingung dengan saran tersebut.

__ADS_1


"kalau bisa terhubung ke internet kan kita bisa cari jawaban dari sana" Edi menjelaskan.


"gua setuju banget sama ide lu" kata Frans sambil tertawa. Sementara Roy mengatakan ide dari Edi sangat cemerlang. Mendengar ungkapan Frans dan Roy. Rosalin dan Hazel marah kepada mereka. Hazel mencubit lengan Frans.


"kenapa kamu mencubit aku Zel?" tanya Frans.


"sayang, apa kamu sudah semakin bodoh setelah beberapa lama bertarung?" Hazel balik bertanya sambil matanya memandang tajam ke arah Frans.


"iya Iya aku nggak akan lakukan hal itu" kata Frans. Di tengah percakapan mereka, Naila mendapat telepon dari kakaknya.


"kak Ferdinan nyuruh kita datang ke kantor sekarang" kata Naila kepada teman-temannya setelah menerima panggilan dari kakaknya.


"ada apa?" tanya Frans.


"BFA muncul lagi di parkiran kantor" jawab Naila sambil bergegas men sakitnya uju mobilnya.


Melihat Naila yang bergegas pergi, Frans dan yang lainnya pun segera mengikuti. Sesampainya di area parkir kantor Ferdinand, mereka semua terkejut melihat BFA yang begitu kecil. Di dalam BFA terlihat tiga orang yang sedang disandera.


"kok nggak bisa masuk?" tanya mereka serentak setelah gagal memasuki area BFA. Frans kemudian menyuruh Hazel dan Rosalin masuk ke area BFA. Namun mereka juga tidak dapat memasuki area tersebut.


"gawat nih kalau nggak bisa masuk, sandra bisa bahaya" kata Frans. Naila segera menghubungi kakaknya untuk meminta Anita ke lokasi BFA berada.


Anita segera menuju lokasi setelah mendapatkan perintah dari Ferdinan. "ada masalah apa? kata Ferdinand kalian semua tidak bisa masuk BFA?" kata Anita setelah sampai di lokasi.


"kami tidak tahu apa sebabnya, coba Kak Anita yang masuk" tinta Frans. Anita segera daring untuk memasuki BFA. Mereka semua terkejut melihat proses perubahan wujud Anita.


"keren banget proses login Kak Anita" puji mereka semua, namun Anita mengabaikan pujian tersebut dan segera memasuki area BFA. Frans yang lainnya terkejut setelah melihat Anita bisa masuk BFA. Setelah memasuki BFA, Anita mendapatkan misi untuk mengalahkan 50 pasukan tingkat A.

__ADS_1


Para pasukan yang sebelumnya mengelilingi sandra, mulai menyerang Anita. Anita yang melihat poin kesehatan musuh yang tidak terlalu banyak, mulai menyerang tanpa menggunakan senjata andalannya. Dengan tangan kosong ia melawan musuh.


Tendangan dan pukulan dia kerahkan dengan cukup kuat. Satu persatu pasukan musuh berhasil dikalahkan olehnya. Setelah pasukan musuh tersebut berhasil dikalahkan, sandra yang tadi dikepung pasukan musuh perlahan menghilang.


"apa? Kok sandranya hilang? Apa itu tadi cuma pancingan dari dunia game?" kata Anita dalam hati. Tak lama kemudian di hadapan Anita muncul layar pemberitahuan yang menyatakan Ia mendapatkan skill 'Bow of Fire'.


Setelah Anita menekan tombol Oke pada layar tersebut muncul lagi pemberitahuan misi baru yang harus ia kerjakan. dalam misi tersebut ia harus mengalahkan 50 pasukan kelas S. Anita hendak menolak misi tersebut dan mencoba untuk luring.


"kenapa aku tidak bisa luring?" tanya Anita dalam hati setelah gagal luring. Dia kemudian berjalan keluar area BFA, namun tetap saja dia tidak bisa keluar.


"Naila, bagaimana ini? Saya tidak bisa keluar" teriak Anita dari dalam BFA.


"kakak masih ada misi tidak? Kalau masih ada harus diselesaikan dulu kak" kata Naila. Anita pun menekan tombol setuju pada layar misi. Kemudian layar tersebut menampilkan pemberitahuan yang berisi "silahkan pilih pemain berikut untuk membantu"


Dalam layar virtual tersebut terdapat pilihan Naila atau Robet. "aku pilih Naila saja" batin Anita sambil menyentuh tampilan nama Naila pada layar virtual tersebut. Sedetik kemudian muncul di hadapan Naila permintaan party dari Anita yang kemudian disetujui olehnya dan segera memasuki area BFA.


Di dalam kantor, Jessica membujuk Dika untuk makan siang di luar. Jessica kali ini ingin sekali makan siang di luar, mengingat sudah cukup lama semenjak kejadian yang sebelumnya ia alami.


"pak direktur ayo kita makan siang di luar. Aku sudah lama sekali tidak makan di luar denganmu sejak kejadian waktu itu" bujuk Jessica.


"kalau nanti ada kejadian seperti yang kemarin apa kamu akan siap menghadapinya?" tanya Dika.


"maksudmu aku harus melawan mereka?" Jessica balik bertanya.


"aduh... Bukan itu maksudku, Tapi apa kamu tidak akan ketakutan lagi seperti kemarin?"


"kali ini tidak akan, aku janji" kata Jessica. "ayolah... Aku sudah lapar sekali direktur ku sayang" tambah Jessica sambil menarik manja tangan Dika.

__ADS_1


"oke oke oke sekretaris manja" kata Dika, lalu berjalan keluar bersama untuk makan siang. "tapi di sekitar sini saja ya. karena hari ini aku banyak sekali pekerjaan"


Sesampainya di area parkir, Dika dan Jessica terkejut melihat BFA. Jessica segera memeluk erat tangan DIka. Seketika itu pula Jessica teringat kejadian sebelumnya. Rasa takut mulai menghantui dirinya.


__ADS_2