FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Lagi! Frans dirawat.


__ADS_3

Ferdinan dan Anita mulai mendiskusikan cara agar para pemain lain di mudah untuk sampai ke lokasi BFA. Tino yang mendengar percakapan mereka memberi gagasan agar membuat sebuah item permanen seperti gelang atau cincin. Namun Anita berteman dapat lain, dia ingin item itu seperti kendaraan atau semacamnya sehingga para pemain merasa sedikit lebih percaya diri.


Dari semua saran itu, Ferdinan lebih memihak kepada Toni. Karena menurutnya membuat item seperti kendaraan dapat menguras memori server dan juga tidak efisien. Sehingga Ferdinan memutuskan untuk menggunakan item berupa cincin atau gelang.


"segera buat item itu secepatnya, agar nanti bila ada serangan dari dunia game para pemain muda mencapai lokasi" perintah Ferdinan.


Tino dan Anita segera membuat item yang diperintahkan oleh Ferdinand. Saat Anita sedang konsentrasi membuat item tersebut, sesekali Ferdinand menatap wajah Anita. Dalam benaknya dia merasakan sesuatu yang berbeda saat menatap wajah gadis itu.


Sementara Jessica yang merasa bosan dalam perjalanan karena jika hanya diam, dia berusaha memulai percakapan. Dengan lembut dia memanggil Dika.


"pak direktur Sayang jangan cemberut dong, aku ingin berbicara dengan kamu" bujuk Jessica.


Dika menoleh ke arah Jessica sambil menatap lembut wajah kekasihnya. "ada Jes?" tanya Dika.


"aku ingin membahas mengenai hubungan kita"


"ya sudah bicaralah" kata Dika.


"kita sudah lama berpacaran, apa kamu ini tidak ingin melangkah lebih jauh?" tanya Jessica.


"aku juga sebenarnya ingin mengatakan seperti, Tapi saat ini..."


"saat ini bagaimana? Apa kamu keberatan membahasnya?" tanya Jessica.


"bukan seperti itu, kamu tahu bahwa perusahaan sedang mengalami masalah besar. itu yang membuat aku harus berpikir keras antara hubungan kita atau perusahaan yang harus didahulukan" kata Dika. Mendengar ucapan Dika, Jessica sedikit berpikir bagaimana caranya agar hubungan mereka menjadi lebih serius tanpa mengganggu masalah perusahaan.


"bagaimana kalau kamu datang ke rumahku untuk temui orang tuaku, terus utarakan niatmu untuk melamar aku. Dengan seperti itu hubungan kita sedikit lebih serius dan juga nggak mengganggu masalah perusahaan" saran Jessica.

__ADS_1


Mendapat saran Jessica, jika mengatakan akan menemui orang tuanya setelah Frans dan Robet keluar dari rumah sakit. Hal ini dia utarakan karena sedikit terbebani bila mereka masih berada di rumah sakit.


"bagaimana juga mereka ikut membantu menangani masalah perusahaan. Jadi aku minta tolong kamu bersabar dalam beberapa hari ini" kata Dika sambil berharap. Jessica paham maksudnya dan mengatakan akan menunggu sampai saat itu tiba.


Di rumah sakit orang tua Frans telah sampai, Begitu juga dengan orang tua Robet. Naila yang telah menunggu mereka datang, segera menyambut dan mengatakan seluruh kejadian yang dialami oleh Frans dan Robet. Tidak lupa Nayla juga mengatakan agak sedikit tenang karena mereka baru saja tidur.


"pihak perusahaan tidak ada yang datang?" tanya ayah Frans dengan nada sedikit tinggi. Nayla menjelaskan bahwa Dika sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.


"tadi pak Dika kasih kabar ke saya Om" kata Naila.


Orang tua Robert tak percaya bila permainan game bisa membuat anaknya sampai terluka parah seperti itu. Namun Naila menjelaskan bukan hanya Frans dan Robet yang mengalami hal serupa tetapi ada beberapa korban lain yang berada di lokasi kejadian sedang dirawat di rumah sakit itu.


"apa yang kamu mau bicarakan itu benar?" tanya ibu Robet.


"kalau tante tidak percaya, bisa tanya ke bagian resepsionis di depan" kata Naila kesal. " Apa Robert tidak pernah bercerita masalah game yang saat ini sedang diserang virus? Atau tidak pernah melihat berita mengenai perusahaan game yang kami mainkan?"


Sesampainya di rumah sakit, Dika dan Jessica disambut oleh Nayla beserta kedua orang tua Robet dan Frans. Dika mengutarakan kesedihannya atas apa yang dialami oleh Frans dan Robet, serta turut simpatik atas perjuangan Frans dan para pemain FIGHT FOR.


Dika menjelaskan akar permasalahan yang menyebabkan kekacauan ini. Dika juga mengatakan masih banyak korban yang belum sadarkan diri.


"saya mohon maaf atas kekacauan ini serta memohon bapak ibu bersabar dalam menghadapi cobaan ini" tambah Dika.


orang tua Robert hanya dapat menerima dengan pasrah yang terjadi saat ini. Kemudian mereka berbincang-bincang mengenai banyak hal sambil menunggu Frans dan Robert bangun.


Beberapa hari berlalu Frans dan Robert masih dirawat di rumah sakit, Naila, Edi dan Roy bergantian menjaga mereka. Begitu juga dengan orang tua Frans dan Robert.


Sementara di dunia game kemenangan Raiden menjadi percakapan yang sangat luar biasa di kalangan NPC. para NPC tidak percaya bila Raiden berhasil mengalahkan Frans. karena selalu menjadi pembahasan oleh NPC, pemandangan Raiden menjadi notifikasi saat para pemain melakukan daring rutin.

__ADS_1


"aneh, Kenapa kekalahan Frans jadi omongan NPC?" tanya Naila kesal.


"gua juga bingung lihat NPC sekarang ini. Ada gitu NPC bisa ngegosip" kata Edi.


Saat mereka Sedang membahas kejanggalan NPC, Ferdinan memberikan kabar bila terjadi serangan dibuat tempat berbeda. "dua tempat lagi, Wah bisa kacau ini" kata Roy kesal.


"mana peran sama Robert belum sembuh" tambah Naila. Namun mereka tetap harus menghadapinya karena bagaimanapun mereka tidak ingin terjadi korban lain seperti yang sekarang terjadi di rumah sakit tersebut.


Pemain lain yang menerima pemberitahuan dari Ferdinan segera menggunakan VR untuk daring. Setelah daring, mereka semua mendengar suara Ferdinan yang menjelaskan bahwa dia telah mengirimkan item yang dapat melakukan teleportasi ke lokasi BFA. Semua pemain bersorak gembira karena mereka tidak perlu lagi berjalan kaki untuk menuju lokasi BFA.


Ferdinan meminta Nayla dan Roy ke lokasi yang tidak jauh dari rumah sakit. Sementara Edi diminta ke lokasi dekat stasiun kereta. Mendengar dia hanya sendiri Edi protes kepada Ferdinan.


"pak, kenapa saya sendirian, apa nggak bisa ditukar dengan yang lain?" protes Edi.


"saya sudah menyuruh sebagian besar pemain ke lokasi itu" jawab Ferdinan.


Anita yang mendengar protes Edi, dia ingin ikut juga ke lokasi tersebut. Ferdinan berusaha untuk mencegah Anita.


"Edi sendiri yang di sana, Apa kamu mau melihat korban lagi?" kata Anita sangat keras. dengan terpaksa Ferdinan memberikan izin.


"dengan satu syarat, kamu harus selamat" kata Ferdinan.


Frans dan Robet yang mendengar terjadi serangan lagi dari dunia game, ingin ikut membantu mereka. Hazel yang berada di sana Dan juga mendengarkan percakapan mereka, melarang Frans dan Robert untuk ikut.


"jangan buat sekarang, Nanti kalian sudah sembuh banget baru boleh ikut" kata Hazel.


"betul yang dibilang Hazel, Lagian sekarang udah banyak pemain kok yang bantu" tambah Naila. Frans dan Robert hanya bisa menerima ucapan mereka. Tidak lupa Frans dan Robert menyemangati teman-temannya yang akan berjuang.

__ADS_1


__ADS_2