FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Undangan untuk Player


__ADS_3

"BFA? Asa itu BFA?" tanya Edi.


"BattleField Area" jawab Robet singkat.


"BattleField Area? Apa lagi itu?" tanya Edi makin bingung.


"duh lu lola banget sih, gua jelasin deh. BFA itu pendekan dari BattleField Area. Artinya area Medan pertempuran, kalau ada BFA berarti ada musuh dari game di lokasi itu" Robet menjelaskan.


"jadi maksudnya dinding yang tadi itu pertanda kalau bakal ada musuh dari game?" tanya Frans meyakinkan.


"ya betul"


"trus tadi kok lu bisa tau, padahal lu kan belum masuk game" tanya Frans.


"itu karena gua juga pemain game FIGHT FOR GLORY, di tambah lagi gua bawa kaca mata sama sarung tangan" jawab Robet sambil melepas kaca mata dan sarung tangannya lalu menunjukkan kepada Frans dan teman-temannya.


"oh gitu. Trus gimana cara pakenya?"


"nanti gua jelasin, sekarang kalian main dari mana?"


"dari rumah gua" jawab Frans.


"ya udah kita ke sana aja, sekalian gua set up" ajak Robet.


"ya udah kalau gitu. Jadi gua juga tinggal pake" kata Frans sedikit senang. "(Hazel ga lama lagi kamu bisa jalan sama aku. Hehehe)" tawanya dalam hati. Mereka semua berjalan menuju rumah Frans. Sesampainya di rumah Frans, Robet langsung meminta kaca mata dan sarung tangan yang mereka dapatkan dan VR "sekarang kalian lepas dulu VR kalian" pinta Robet.


"buat apa?" tanya mereka serentak.


"udah lepas aja dulu, biar gua setting" jawab Robet sedikit kesal. Setelah mereka melepaskan VRnya, lalu Robet melakukan pangaturan agar dapat digunakan. Tak perlu waktu lama, pengaturan sudah selesai di buat.


"nih tinggal di pake. Kalau kemana-mana bawa alat ini, takut kalau BFA muncul" kata Robet mengingatkan.


"eh sayang, kamu sudah selesai mainnya?" tanya Hazel tiba-tiba muncul di belakang Frans.


"hai Hazel. Maaf kemarin aku nyerang kamu, aku waktu bener-bener ga tau kalau kamu di pihak kami" kata Robet setelah melihat Hazel.


"sudah ga usah di ungkit lagi, lagi pula aku sudah maafin kok" jawab Hazel. "sayang tadi kenapa ga panggil aku?"


"tadi ga terlalu susah lawan kami, cuma pasukan biasa" jawab Frans. "oh iya kamu sekarang sudah bisa ikut aku keluar loh"


"wah yang benar? Kok bisa?" tanya Hazel dengan riang.


"karena sekarang aku masuk ke game pakai alat ini" jawab Frans sambil menunjukkan kaca mata dan sarung tangannya. Melihat kedua barang tersebut Hazel sedikit bingung.

__ADS_1


"pakai alat itu?"


"sudahlah ga usah mikir lagi yang penting mulai saat ini kalau kamu mau ikut aku sudah bisa" kata Frans menenangkan Hazel.


"ya sudah kalau gitu kita keluar sekarang" pinta Hazel dengan manja ke Frans. "kalian juga ikut ya"


Melihat tingkah Hazel yang sedikit memelas teman-temannya tertawa. "Frans yuk kita temenin setan cantik ini jalan-jalan, sekalian malam mingguan bareng" ajak Naila.


"setan cantik, kamu kok gitu sih" kata Hazel sambil cemberut.


"bercanda kok Zel, lagian emang kamu cantik kok" kata Naila sambil berjalan mendekati dan menarik tangan Hazel. "udah yuk kita jalan, jangan nempel terus sama Frans. Kita naik mobil aku saja" tambah Naila. Frans dan teman prianya tersenyum melihat tingkah Naila dan Hazel.


"kompak banget ya mereka" kata Robet.


"gua juga baru liat hari ini. Kalian duluan keluar gua mau pamit dulu sama bunda" kata Frans sambil berjalan menemui ibunya. "bunda, aku jalan keluar dulu sama temen"


"ya, jangan pulang larut ya" jawab ibunya. Merekapun keluar jalan-jalan. Hazel sangat kagum melihat lampu-lampu gedung dan jalan, baru kali ini dia melihatnya. Sementara yang lain berbincang sambil melihat tingkah Hazel yang aneh menurut mereka.


Pagi sekali Dika sudah persada di ruangannya, dia sibuk dengan komputernya untuk mencari data pemain. Dia ingin mencari pemain yang telah menyelamatkannya pada kejadian tempo hari. Karena merasa usianya tidak berhasil iapun menghubungi Ferdinan.


"nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan" Dika kesal mendengar suara tersebut.


"di mana sih dia kok ponselnya ga bisa dihubungi" kata Frans dalam hati. Dia terus menghubungi Ferdinan, namun terus-menerus tidak bisa dihubungi.


Sementara di luar ruangan Dika, Jessica melihat Ferdinan berjalan ke arahnya.


"tumben pagi-pagi sudah di kantor, biasanya jam sepuluhan baru sampai?" tanya Ferdinan heran.


"ga tau mungkin ada yang penting" jawab Jessica. Lalu Ferdinan masuk ke ruangan Dika dengan cepat.


"selamat pagi pak?"


"ya, pagi juga. Bagaimana, kamu sudah dapat data pemain tersebut?" tanya Dika.


"sudah pak, tapi hanya nomor ponsel"


"nomor ponsel? Kenapa ada nomor ponsel, bukannya kita tidak pernah meminta nomor ponsel?" tanya Dika kaget.


"saya juga tidak tahu, ini kemungkinan disebabkan oleh virus" jawab Ferdinan.


"ya sudah, mana nomornya, coba kamu hubungi" perintah Dika. Ferdinan segera mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi nomor tersebut.


"halo ini dengan siapa?" terdengar suara wanita yang menjawab.

__ADS_1


"suara perempuan pak" kata Ferdinan kepada Dika sambil menutup bagian mic ponselnya.


"sudah tanyakan pakah dia pemain game FIGHT FOR GLORY, lalu tanya siapa namanya" perintah Dika.


"apakah anda pemain game FIGHT FOR GLORY?" tanya Ferdinan.


"ya benar"


"saya berbicara dengan siapa ya? Saya dari perusahaan game tersebut"


"saya Naila" jawab orang itu yang rupanya Naila (penulis pura-pura gak tau)


"Naila?" tanya Ferdinan kaget, ia merasa kenal dengan nama itu.


"kok malah kaget? Ini benar dari perusahaan game apa mau menipu?" tanya Naila kesal.


"maaf, saya sedikit terkejut" kata Ferdinan.


"tanyakan apakah di teamnya ada enam orang, kalu enam orang suruh mereka datang kemari" perintah Dika.


"saya ingin bertanya, apakah kamu mempunyai team?" tanya Ferdinan.


"ya, kami ada enam orang"


"kalau begitu bisakah kalian hari ini datang ke kantor? Nanti akan saya kirimkan alamatnya" tanya Ferdinan.


"kirimkan saja alamatnya, nanti kalau kami sudah di perjalanan akan saya hubungi" jawab Naila. "sudah dulu ya saya ada kerjaan" Diapun memutuskan sambungan telepon. Ferdinan segera mengirimkan alamat perusahaannya ke Naila.


"benar pak mereka ada enam orang dan saya sudah menyuruh mereka datang" kata Ferdinan. "tapi pak mereka kenapa di suruh datang?"


"karena saya harus berterima kasih kepada mereka" jawab Dika


"maksud bapak apa?" tanya Ferdinan. Dika pun menjelaskan kejadian yang terjadi beberapa hari lalu.


"jadi saat ini semua karakter musuh game kita bisa datang dan membuat kekacauan di dunia nyata" kata Dika.


"tujuan bapak memanggil mereka?"


"selain berterima kasih juga mendukung mereka untuk melawan karakter game terkena virus yang mengacau di dunia nyata" jawab Dika.


"bagaimana caranya?"


"buatkan item dan persenjataan yang baru dengan atributnya sangat tinggi lalu berikan kepada mereka secara gratis"

__ADS_1


"kenapa di gratiskan? Bukannya nanti kita bisa merugi?" tanya Ferdinan bingung.


"kamu tau tidak saat ini mereka bermain game bukan buat kesenangan lagi! Tapi mereka juga berjuang menyelamatkan orang! Dan karakter yang masuk ke dunia nyata juga memberi efek yang nyata" Dika menerangkan dengan kesal. Dia kesal atas ucapan Ferdinan, karena dia merasakan guncangan yang terjadi saat itu.


__ADS_2