FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Kekuatan dari Emosi


__ADS_3

Ferdinan yang ditemani Linda menuju ruang rawat adiknya. Ferdinan melihat dengan seksama kondisi adikku Linda yang dirawat dengan VR yang masih berada di kepalanya.


"sudah berapa lama dia dirawat?" tanya Ferdinan.


"hampir dua bulan ini" jawab Linda dengan sedih, Ia terus menatapi adiknya yang sedang dirawat.


"bersabarlah kami dari perusahaan akan membantu agar adik anda kembali sadar" ucap Ferdinan menenangkan.


Di luar gedung rumah sakit, Naila berusaha menghubungi Roy dan Robet sambil bertarung melawan musuh yang masih berdatangan. Setelah selesai menghubungi kedua temannya, Naila kembali fokus bertarung bersama Edi.


Anita yang diam-diam meninggalkan Ferdinan yang berada di ruang rawat menyaksikan. Dia melihat kekacauan yang diakibatkan oleh para pasukan musuh. Dia mencari tempat yang sangat sepi untuk mencoba daring dengan menggunakan alat yang didapatkan di pertarungan sebelumnya.


Sedangkan Frans yang masih menunggu waktu duel dengan Raiden sudah tidak sabar. Waktu masih tersisa lima detik sebelum pertandingan dimulai. Ia segera mengganti senjatanya dengan pistol.


"pertarungan dimulai" suara itu terdengar di telinga Frans. Frans dengan cepat menembaki Raiden menggunakan kedua pistol. Raiden dengan cepat menghindar, dan berusaha untuk mendekati Frans. Karena serangan Frans yang terlalu cepat bagi Raiden, diapun mengeluarkan perisai baja miliknya dan pedang.


Dengan kedua perlengkapan tersebut Raiden dapat menjangkau titik serang. Dengan kekuatan penuh dia menyerang dengan pedangnya. Tak mau kalah dengannya Frans mengganti pistol di tangan kanannya menjadi pedang api. Kombinasi serangan Frans yang cepat berubah membuat Raiden tidak siap menghadapinya, mengakibatkan terkena serangan pertama. "pukulan pertama" terdengar lagi suara game itu.


"bocah itu susah di prediksi" ucap Raiden pelan. Frans mengeluarkan skillnya "GUN SWORD DANCE" dengan seketika serangan Frans yang berupa tembakan dibarengi dengan tebasan pedang keluar bersama, sehingga Raiden tak dapat menghindar.


"kenapa poin kesehatanku cepat turun, seharusnya itu tidak mungkin terjadi" ucap Raiden "kau bermain curang ya"


"kau memang data yang rusak, kau tidak tau kalau duel itu tempat mengadu teknik bertarung. Poin kesehatan dan sihir akan disamakan oleh sistem" kata Frans dengan keras "satu lagi aku tidak pernah bermain curang, bahkan pemain curang akan ku buat keluar dari guild yang ku pimpin. Kalau kau bukan data yang rusak mestinya sudah tau siapa aku dan mengetahui mengenai duel" teriaknya.


Mendengar ucapan Frans, Raiden teringat kembali dengan perkataan Demian "pemain itulah yang seharusnya kita waspadai. Dia memang tidak suka pemain yang bermain curang, semua orang pemain dan NPC sangat mengenal dia." Raiden terdiam mengingat ucapan itu.

__ADS_1


"kenapa kau hanya diam, kau memang data yang rusak. Data rusak sepertinya dirimu harus hapus" ucap Frans kesal. Dengan cepat dia menyerang kembali "GUN SWORD DANCE" skil dikeluarkan. Raiden sangat terdesak dengan serangan tersebut membuat dia tidak bisa melawan.


Samiri yang dari tadi memperhatikan pertarungan mereka, ingin menyelamatkan Raiden dari serangan Frans. Saat ingin melakukan serangan berikutnya untuk menyelesaikan duel ini dengan cepat Samiri mendorong Raiden, yang mengakibatkan dia terkena serangan.


"satu lagi data yang harus dihapus" ucap Frans marah. Dia dengan cepat menyerang Samiri, mengingat posisi poin mereka sama dalam arena duel.


Merasa dalam posisi sama Samiri berusaha untuk membawa pergi Raiden. Secepat mungkin ia meraih Raiden dan membawanya kembali. Frans yang melihat terus berusaha menyerang. Namun kali ini dia tidak dapat melakukannya karena Samiri berlari sangat cepat lalu menghilang.


Beralih pada Edi dan Naila yang sedang berjuang melawan pasukan musuh sedang dalam posisi terdesak. Edi terus melawan para musuh, sesekali membantu Naila.


Sebagai support Naila sangat tidak diuntungkan dengan pertarungan kali ini karena mereka hanya berdua. Poin sihir Naila sudah berkurang banyak. Sementara musuh masih cukup banyak. Dengan susah payah mereka berusaha mengulur waktu sampai Robet dan Roy datang atau Frans selesai menghadapi Raiden.


Orang lain yang berada di luar gedung panik melihat karakter musuh. Wajah sangat menyeramkan bagi mereka yang tidak bermain game ini. Para pasukan terus menyerang Edi dan Naila, sedangkan sebagian diantaranya membuat kekacauan. Anita yang sudah berhasil daring ikut membatu mereka dengan melawan pasukan yang membuat kekacauan.


"kenapa sakit sekali, apa mereka juga merasakan hal yang sama" batin Anita. Edi dan Naila yang melihat kehadiran Anita, berusaha untuk mendekat.


"kamu pemain baru itu kan?" tanya Edi. Anita hanya mengangguk "kemarin sok jago sekali sekarang malah jadi beban"


"maaf saya baru menggunakan perangkat baru untuk daring" ucap Anita pelan. Mereka terus bertarung melawan musuh. Naila semakin kewalahan dengan kehadiran Anita, dimana dia harus menggunakan poin sihir lebih banyak untuk menyembuhkan mereka.


Dalam posisi mereka yang terdesak, Frans datang membantu setelah selesai melawan Raiden yang melarikan diri. Dengan menggunakan kedua pistol dia menembaki musuh. Sebagian musuh mulai berkurang. Pasukan musuh yang awalnya mengepung Naila dan Anita, kini beralih menyerang Frans.


Dengan cepat Frans mengganti senjatanya dengan kedua pedang yang membuatnya berubah mode. Musuh masih cukup banyak untuk dihadapi, namun Frans terus melawan dengan percaya diri. Naila dan yang lainnya ikut membantu.


"Frans panggil Hazel, musuh masih banyak" pinta Naila karena merasa akan kalah.

__ADS_1


"gua juga bisa lawan prajurit ini sendiri, gua ga butuh bantuan data itu" ucap Frans dengan marah, sambil terus melawan musuh.


"lu kenapa sub kok dari tadi emosian terus" tanya Edi.


"diem lu, apa mau gua PK di sini" teriak Frans kesal, membuat Edi terdiam. Frans sangat marah yang membuat poin tempurnya meningkat drastis. Dia menyerang musuh dengan skil barunya "TARIAN PEDANG GANDA"


Satu per satu musuh terkalahkan hingga tak tersisa. Mereka yang melihatnya sangat terkejut dengan kekuatan yang sangat besar. Setelah selesai melawan semua pasukan musuh Frans terduduk dengan lemas, kemudian dihampiri Naila dan Edi begitu juga Anita.


"kenapa Frans bisa sekuat itu?" tanya Anita kepada Naila pelan.


"bukan hanya dia kami pemain yang bertahan juga akan seperti dia bila emosi terpancing" jawab Naila "kami tidak menganggap permainan ini hanya sebuah program, tapi emosi juga mempengaruhi"


"kenapa kamu bisa tahu kalau emosi berpengaruh?"


"tadi saat perjalanan ke sini dia terlihat murung dan memarahi kami di jalan karena berisik" jawab Naila yang mengingatkan Anita kejadian saat dalam perjalanan ke rumah sakit.


"lalu saat BFA muncul dia berkata 'pas banget, gua lagi emosi banget sama 'data' sialan itu' yang membuat saya yakin dia sedang menahan emosi" tambah Naila. "Frans kamu baik-baik saja?"


"tumben lu formal banget ngomong sama gua" jawab Frans kemudian merebahkan badannya. "ada peretas juga" katanya lemas setelah melihat sekeliling.


"jangan bikin gua khawatir lah" ucap Naila sedikit sedih.


"lu bisa juga khawatir sama gua, kalau data itu ga tau khawatir ga sama gua" ucap Frans, yang membuat Naila curiga bila Frans sedang ada masalah dengan Hazel.


"gua capek banget" ucap Frans, kemudian luring dengan menekan tombol di kaca matanya. Yang di ikuti oleh Naila dan Edi. Mereka kemudian masuk kedalam rumah sakit, sementara Anita meninggalkannya diam-diam.

__ADS_1


__ADS_2