
"virus itu terus berkembang seakan mempelajari data kehidupan. Virus itu bernama Blühen." terang Ferdinan sekali lagi.
"berapa lama kamu dapat mengatasi masalah ini?" tanya Dika.
"kami akan mengusahakan secepatnya" jawab Ferdinan.
"saya beri waktu satu minggu. Saya tidak ingin karena masalah ini berlarut-larut para pemain kecewa dan perusahaan akan merugi akibatnya" Dika memberi kesempatan. "Jessica beritahu bagian humas adakan konferensi pers seminggu dari sekarang"
"konferensi pers untuk apa ya pak?" tanya Jessica sekretaris Dika.
"tentang game FIGHT FOR GLORY" jawab Dika.
"baik pak"
PT SEMESTA GAME NUSANTARA merupakan perusahaan pengembang beberapa game terbesar, salah satunya FIGHT FOR GLORY. Namun saat ini game tersebut sedang dalam masal.
Setelah rapat Ferdinan bersama rekannya kembali keruang kerjanya. Dia memeriksa perkembangan yang sedang teliti. "Tino coba kau lihat ini" pinta Ferdinan kepada rekannya.
"kok NPC banyak yang bergerak seperti Player? Seharusnya ini ga bisa terjadi" komentar Tino heran.
"ini karena virus Blühen*¹, semua data NPC yang kita buat sebelumnya telah dirubah sama virus itu." terang Ferdinan. "aku juga heran kenapa bisa begini"
"Aku juga akan menyelidiki bagaimana virus ini berkembang, sebelum kita harus membuat MALWAREBYTES"
"apa itu MALWAREBYTES?" tanya Ferdinan heran.
"MALWAREBYTES*² adalah perangkat lunak anti-malware untuk menemukan dan menghapus malware pertama kali ditemukan tahun 2006" terang Tino.
"lalu setelah itu apa lagi?" tanya Ferdinan kembali.
"sekarang kita buat dulu MALWAREBYTES dan kita modifikasi" ajak Tino. Dengan cepat mereka segera menuju komputer mereka. Mereka memulai percobaan untuk dengan cepat menyelesaikan permasalahan, mengingat waktu yang diberikan bis mereka hanya satu minggu.
Malam hari telah tiba, terlihat Frans sedang berdiri di balkon rumahnya. Dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Tak lama datang Hazel menghampiri "Frans apa yang sedang kamu fikir?"
"Aku bingung kenapa kamu bisa keluar dari game"
__ADS_1
"sudah tidak perlu kamu fikirkan lagi yang penting sekarang aku bisa membantu kamu saat melawan musuh nanti" hibur Hazel. "Frans aku tidak mempedulikan kamu itu siapa dan apa. Yang ku tahu aku sangat tertarik dan mencintai kamu" Hazel mendekati Frans dan menggenggam lengannya. Frans sedikit mengelak namun karena genggaman tangan Hazel yang kuat Ia pun membiarkannya. Sesaat kemudian dia pun merasa nyaman, sempat dia menyadari bila ada yang melihatnya namun pikiran itu sirna setelah ia mengingat bahwa hanyalah dia dan teman-temannya yang dapat melihat Hazel.
Saat mereka sedang menikmati malam berdua, terdengar suara ponsel Frans berbunyi. Dia melihat sebuah pesan masuk "Frans besok pulang kuliah kita mau kerumah lu ada masalah penting" bunyi pesan tersebut. Setelah dia melihat ternyata pesan itu dari Roy. Frans hanya mengerutkan jidat dan tersenyum. "Zel aku mau tidur, sebab besok aku harus kuliah. Kamu segeralah istirahat" pinta Frans. Hazel mengangguk dan tersenyum manis kepada Frans.
Siang harinya setelah pulang kuliah terlihat Roy hendak berangkat kerumah Frans, namun ada seseorang yang menghampirinya "Roy lu mau kemana? Buru-buru amet?" tanya orang itu.
"gua mau kerumah Frans, ada apa emang Edi?" Roy bertanya kepada Edi yang merupakan teman satu kampusnya
"gua denger lu sama Frans main game FIGHT FOR GLORY ya? Soalnya gua mau nunjukin ini" Edi menujukan gambar yang ada di ponselnya.
Setelah melihat gambar tersebut Roy terkejut "kok lu bisa dapet barang itu juga?"
"pas gua kemarin main game, gua dapat barang itu selesai ngelawan bos stage. Trus mau keluar gua juga harus kasih nomor hape" Edi menjelaskan secara rinci.
"ya udah lu ikut gua aja kerumah Frans. Lu bawa VR sama komputer ga?"
"ya gua bawalah"
"ya udah kita kerumah Frans sekarang" mereka bergegas menuju rumah Frans. Waktu berlalu dengan cepat, mereka telah sampai di tujuan.
"hai Roy, kok Naila ga diajak?" Hazel datang lalu bertanya.
Edi heran melihat Roy berbicara sendiri, karena dia tidak bisa melihat Hazel
"Frans lagi ngantar ibunya ga tau kemana, katanya ga lama sih paling sebentar lagi sampai" Hazel menerangkan.
"woi lu lagi ngomong sama siapa, sama setan?" tanya Edi kesal melihat Roy berbicara sendiri. Melihat Edi yang tidak bisa melihat Hazel, Roy timbul niat isengnya. "ya di sini ada setan peliharaan Frans" Roy berbicara dengan nada menakut-nakuti.
"yang bener lu?" Edi mulai ketakutan.
"gua ga bohong tu sekarang lagi ngeliatin kita, kayaknya dia mau ngedeketin elu" tambah Roy
"gua harus gimana supaya ga di ganggu sama dia?" tanya Edi ketakutan.
"lu merem trus tangan lu harus nutupin mata lu" Roy menjawab dan Edi langsung melakukan yang dikatakan Roy. Melihat Edi yang sedang ketakutan Roy menahan tawanya. Namun hal itu tak lama karena Naila tiba-tiba datang "Edi kenapa lu?" tanya Naila. Seketika Roy terkejut.
__ADS_1
"kata Roy di sini ada setan peliharaan Frans, trus dia bilang setan itu ngedeketin gua" terang Edi.
"emang di sini ada setan, tapi bukan setan yang ada di dunia kita" kata Naila.
"maksud lu gimana sih?" Edi bingung.
"itu setan dari dunia game" tambah Naila
"setan dunia game, setan dunia ini, gua jadi bingung"
"lu bawa VR ga? Kalo bawa pake VR lu biar lu ngerti" kata Naila. Kemudian Edi mengambil VRnya dan memakai.
"sekarang lu liat ke arah gua" kata Naila sambil berjalan mendekati Hazel. Edi terkejut melihatnya "HAZEL?"
"sekarang lu scan" perintah Naila. Edi pun men scan, melihat hasilnya dia sangat terkejut.
"kok bisa setan seneng sama Frans?" tanya Edi.
"gua ga tau sama semua ini. Bahkan Frans sendiri juga heran, tapi kami juga berterima kasih karena Hazel" Naila menjawab
" berterima kasih bagaimana" Edi bertanya lagi.
" kemarin waktu ngelawan musuh kalau nggak ada bantuan Hazel gua semua bisa kalah" Roy menjawab.
"woi semua sori gua telat, gua abis nganterin bunda" tiba-tiba Frans datang menyapa mereka. Hazel pun mendekatinya seraya berkata "kamu capek ya?" sambil memeluk lengan Frans dengan manja. Melihat kelakuan Hazel, teman-temannya merasa rir sekaligus risih.
"Zel ga puas apa pacaran tadi malam" Naila memarahi Hazel "nanti kalau kami dah pulang kamu boleh mesraan lagi sama dia" tambahnya. Terlihat Naila cemburu melihat kedekatan mereka.
"eh...anu...Edi tumben lu kesini" tanya Frans gugup setelah melihat Edi yang masih memakai VR.
"gua mau nanyain masalah game FIGHT FOR GLORY" jawab Edi sambil melepas VRnya.
"memang masalah apa?" tanya Frans.
"gua dapat pesan dari game FIGHT FOR GLORY" Edi menunjukkan ponselnya. Saat melihat pesan di ponsel Edi, Frans terkejut.
__ADS_1
*¹ Blühen \= berkembang (dari bahasa Jerman)
*² MALWAREBYTES \= sumber wikipedia