
Sementara itu Frans yang mengetahui muncul dua BFA secara bersama membuatnya bingung. Para pemain yang kemarin berhasil dia selamatkan melihat eksperimen Frans yang bingung membuat mereka bertanya-tanya. Salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk bertanya. Frans menjawab jika terjadi serangan dari dunia game di dua tempat bersamaan.
"bagaimana bila kami ikut membantu" kata Lusi. Yang kemudian pemain lain juga ingin membantu. Frans kemudian meminta mereka semua membantu Roy yang sekarang bertarung seorang diri.
"tapi kalian semua harus pulang jadinya" kata Frans.
"tidak apa-apa, kami juga ingin membatu siapa tau masalah game ini cepat selesai" kata mereka serentak. Frans juga tak lupa menjelaskan posisi Roy saat ini. Kemudian mereka semua pulang ke rumah mereka masing untuk kembali daring.
Setelah mereka semua pulang Frans menghubungi Edi untuk membantu Roy yang tak jauh dari tempatnya berada. Kemudian dia berangkat menuju kampus untuk membatu Naila dan Robet. Dalam perjalanan dia memacu kotornya dengan sangat cepat.
Di perusahaan game Ferdinan menyuruh Anita untuk membantu Naila di kampusnya. Sementara dia dan tim yang lainnya segera memantau keadaan dari ruangan kerja Ferdinan. Dika hanya diam melihat Ferdinan yang mengambil keputusan dan mengikutinya menuju ruang kerjanya.
Naila dan Robet yang merupakan support sangat kewalahan menghadapi para pasukan musuh. Naila berusaha meningkatkan skil serangan jarak jauh. Namun hal itu sedikit sulit baginya karena tongkat sihir yang dimilikinya semua hanya untuk support atau bisa dibilang sedikit lemah untuk menyerang. Naila segera menghubungi kakaknya untuk menagih janjinya.
"kak mana tongkat sihir yang aku minta? Kalau bisa tolong tingkatan fungsi menyerangnya" kata Naila.
"sebentar Nai, kakak akan kirim. Tapi tunggu sekitar lima menit paling lama karena harus kakak tingkatkan fungsinya seperti yang kamu minta" jawab Ferdinan. Dengan rasa terpaksa dan berharap banyak Naila menyanggupi.
Robet juga merasakan hal yang sama dalam menggunakan skillnya. Tapi karena dia juga pernah belajar beladiri, dia menggunakan kemampuan itu untuk melawan musuh walaupun cukup sulit untuk mengalahkan mereka.
Dari kejauhan di luar BFA, Raiden memperhatikan Naila dan Robet. Seakan ingin melakukan sesuatu terhadap mereka.
__ADS_1
Sementara Roy yang juga melawan pasukan musuh di tempat lain mulai, kewalahan seluruh skill yang dimilikinya telah dia keluarkan namun bantuan tak juga datang. Poin sihir Roy yang sudah habis membuatnya semakin sulit menghadapi musuh. Saat ingin melakukan pukulan kepada musuh, musuh yang lain menyerang dari sisi lain yang membuatnya terpental dan rosa keluar dari tubuh Roy.
Rosalin yang melihat Roy menahan sakit akibat serangan itu, menjadi marah. Dengan cepat ia segera mengeluarkan skillnya "cakar kucing ilusi" sebagian pasukan musuh yang berada di dekat Roy terpental menjauh akibat serangan Rosalin.
"kenapa poin sihir kamu habis?" tanya Rosalin kesal.
"semua persedian itemku habis" jawab Roy. "aku tak mengira kejadian ini sebelumnya"
Rosalin hanya diam dan berusaha melawan pasukan musuh sendiri. Saat pasukan musuh tidak bisa lagi ditahan oleh Rosalin dan Roy hanya menggunakan kemampuan dasarnya sebagai fighter, pasukan musuh masih saja menyerang mereka dan membuat kekacauan. Tiba-tiba Roy merasa poin sihirnya terisi kembali dan segera mengeluarkan skillnya "pukulan seribu api."
Dengan seketika musuh yang berada di hadapannya timbang terkena skill Roy. Kemudian dia melihat sekelilingnya, ternyata Edi telah muncul. Dia merasa sedikit terbantu saat ini.
Saat ini Naila dan Robet semakin terpojok, poin sihir mereka semakin menipis dan item yang mereka miki sudah habis.
Tak lama terdengar suara Ferdinan yang mengatakan tongkat sihir yang diminta telah dikirim dan juga item-item lainnya. Naila segera membuka kotak penyimpanan dan segera mengeluarkan tongkat sihir yang baru saja diterima. Dengan cepat dia mengisi poin sihirnya dan mengeluarkan serangan jarak jauh untuk membatu Robet yang kini telah banyak menerima serangan dari pasukan musuh.
Setelah pasukan musuh yang berada dekat Robet kalah, Naila mendekatinya dan memberikan skillnya yang berupa penyembuh.
"badan gua gak kuat lagi buat bertarung" kata Robet.
"lu lindungi gua sambil duduk, kata kak Ferdinan item-item yang kita butuhin udah dikirim" kata Naila, kemudian melakukan serangan jarak jauh. Kali ini serangan jarak jauh miliknya memiliki daya hancur berpuluh kali lipat dari sebelumnya.
__ADS_1
Walaupun daya hancur tongkat Naila semakin meningkat, jumlah musuh masih sangat banyak yang membuatnya sedikit kwartir. Saat hendak melakukan serangan terhadap musuh, tiba-tiba musuh di hadapannya kalah dan menghilang.
"Naila, kalian tidak apa-apa?" tanya Anita yang kini sedang memegang busur panah.
"Anggun? Eh maaf kak Anita? Bukannya itu busur panah yang kemarin dipakai sama Frans" tanya Naila heran, setelah Anita mendekat.
"bisa dibilang begitu, tapi ini buatan aku yang terbaru. Daya serangannya aku tingkatkan" jawab Anita sambil kembali menyerang pasukan musuh.
"kenapa dia duduk di sana?" tanya Anita setelah melihat Robet.
"badannya sudah tidak kuat untuk bertarung lagi, karena tadi dia menerima serangan untuk melindungi aku kak" jawab Naila pelan.
"apa? Efeknya bisa seperti itu?" tanya Anita terkejut sekaligus takut bila hal itu terjadi padanya.
Naila hanya mengatakan untuk saat ini agar fokus pada pertarungan saja. Anita hanya menuruti perkataan Naila. Dengan kemampuan yang dimilikinya Anita terus membuat pasukan lawan menjauh dari Robet. Raiden yang dari tadi mengawasi mereka semakin tertarik melihat cara pertarungan mereka terlebih dengan senjata yang dimiliki Anita.
Tak berselang lama Frans datang dengan menggunakan sepeda motor dalam keadaan daring. Kemudian dia langsung menyerang pasukan musuh yang sedang mengelilingi Naila dan yang lainya menggunakan mode dual Gun. Dengan penuh gaya dia menembaki pasukan musuh dari atas sepeda motornya.
Hazel yang saat datang berada di belakang Frans, turun dan langsung membantu Naila dan Anita dengan cepat.
"setan cantik, kenapa kamu malah pake pedang Ganda? Tapi itu keren banget, kelihatan lebih kuat" puji Naila. Hazel hanya tersenyum dan terus melawan pasukan musuh. Anita yang melihat Hazel mendapat pujian, tak mau kalah dia juga menyerang musuh semakin cepat. Dengan cepat dia mengeluarkan papan ketik virtual dari kotak penyimpanan dan membuat sebuah kode untuk busur panahnya.
__ADS_1
Semenit kemudian Anita kembali bertarung dengan busur panah yang telah dimodifikasi. Pada saat musuh mendekat senjatanya dapat digunakan sebagai pedang yang memiliki daya hancur yang cukup kuat. Sementara Frans yang melihat Robet duduk lemas segera mengeluarkannya dari BFA.
"lu ga usah ikut ngelawan musuh dulu. Nanti biar gua minta Ferdinan kirim ambulans biar lu di rawat" kata Frans dan Robet hanya menuruti kemudian luring dari game. Dika