
Perdana sangat terkejut melihat tamu tersebut. Yang dia ingat bila tamunya adalah teman lama yang kini telah menjadi rival baginya. Namun di tetap menerima tamu tersebut dengan ramah.
"Widio, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" tanya Perdana dengan ramah.
Tamu tersebut yang bernama Widio segera berdiri dan jawab pertanyaan Perdana. "oh, aku baik-baik saja. Bagaimana keadaanmu dan keluarga?" Widio balik bertanya.
Dengan sedikit basa-basi, Perdana menjawab pertanyaan tersebut. Tak lama muncul Ibu Frans sambil membawa hidangan untuk menjamu tamu tersebut.
"wah rupanya Widio" kata ibu Frans. namun di dalam hatinya, Ibu pernah merasa khawatir atas kedatangan Widio. namun dia tetap berusaha berprasangka positif dan tetap menyambutnya dengan baik.
"wah Kamu terlihat makin sehat saja Cynthia" sapa Widio.
Kemudian mereka semua berbincang ringan hingga satu momen, Widio membahas mengenai perusahaan yang kini dipimpin oleh anaknya Dika. Seakan Widio ingin mempengaruhi Perdana.
"aku dengar saat ini sampai PT Semesta Game Indonesia sudah mendekati titik terbawah" kata Widio dengan nada yang merendahkan.
Perdana dan Chyntia sangat marah mendengar pernyataan tersebut, namun mereka tetap berusaha menjaga agar tidak terjadi keributan di rumah. Dengan sopan Perdana mengatakan bahwa itu semua hanyalah isu dari orang yang iri perusahaannya.
"memang ada orang yang iri dengan perusahaan itu. Bukankah perusahaan itu sekarang sedang mengalami masalah dari gamenya hingga membuat banyak pemain yang tidak sadarkan hingga saat ini" kata Widio .
Perdana semakin jengkel mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Widio. Dengan sangat emosi dia menghardik Widio. "apa apa sebenarnya tujuanmu datang kemari" kata Perdana kesal.
Widio terdiam sejenak, untuk memikirkan cara yang terbaik agar Perdana mudah diajak bicara. kemudian ia mulai membahas hubungan pertemanan mereka pada masa lalu.
"maaf aku pernah masalah perusahaan, Sebenarnya aku datang kemari sekedar berbincang-bincang sekarang sudah lama tidak bertemu dengan dan juga Cynthia" ucap Widio.
__ADS_1
Emosi Perdana sedikit mereda setelah mendengar ucapan Widio. Perdana kemudian menghampiri Widio dan mulai berbincang tentang masa lalu mereka.
Disaat sedang melakukan percakapan tersebut, Perdana teringat masa lalunya saat masih berteman dengan Wido.
30 tahun yang lalu Perdana dan Widio merupakan teman yang sangat dekat. Mereka berdua bekerja di perusahaan distribusi game online di Indonesia. Lalu mereka berdua mempunyai ide untuk membuat perusahaan game sendiri.
Menurut mereka sudah saatnya Indonesia memiliki game online mengingat sudah banyak tenaga-tenaga yang handal di bidang dunia game dari Indonesia yang bekerja di luar negeri. Bukan hanya itu menurut perdana yang mempunyai gagasan tersebut, banyak cerita dari rakyat Indonesia yang dapat diangkat menjadi alur cerita dalam game.
Selain perdana merupakan sarjana di bidang pengembangan program, sehingga ia merasa posisinya saat ini tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Begitu juga dengan Widio, yang memiliki kemampuan mendesain karakter. mereka berdua saat ini bekerja di bagian publikasi di perusahaan tersebut.
Untuk menjalankan rencananya, Perdana dan Widio mulai merancang game yang akan dijadikan batu loncatan mereka. Setelah berdiskusi, mereka membagi tugas. Perdana akan menyusun materi-materi pemrograman dan membangunnya sedangkan Widio bertugas mendesain seluruh karakter dan animasi untuk game tersebut.
Mereka melakukan kegiatan tersebut saat mereka sudah pulang kerja atau saat libur. setelah beberapa bulan, mereka berhasil membuat sebuah game, walaupun game tersebut masih terbilang cukup sederhana. Lalu mereka mendirikan perusahaan sendiri agar game tersebut tidak jatuh ke perusahaan lain.
"bagaimana jika kita membuat game online, kemungkinan keuntungan perusahaan kita akan semakin meningkat" perdana memberi saran kepada Widio. Widio sangat setuju dengan saran tersebut.
Perdana kemudian membuka lowongan untuk mencari programmer di bidang pengembangan game. setelah itu rencana pembuatan game online berjalan sesuai rencana mereka. Di saat bersamaan berkembangnya perusahaan tersebut karena game online, Perdana memiliki hubungan dengan karyawan bagian administrasi yaitu ibunya tiga saat ini.
Melihat hubungan perdana dan Cynthia, Widio terbakar api cemburu namun tidak berusaha untuk menghancurkan hubungan mereka. tetapi ia berpikir bagaimana agar perusahaan tersebut jatuh ke tangannya. mengingat keuntungan perusahaan tersebut ini sangat besar.
Secara diam-diam Wdio merubah kepemilikan saham perdana yang sebelumnya 50% menjadi 10%. Hal itu diketahui oleh Perdana dan menceritakannya kepada Cynthia. Mendengar kesulitan kekasihnya, Cynthia memberi saran agar perdana membuat game secara diam-diam.
"tapi bagaimana cara kita mempublikasikan game tersebut bila kita tidak memiliki perusahaan?" tanya Perdana.
"buat saja dulu game tersebut, nanti setelah jadi aku akan keluar dari perusahaan dan kita diam-diam mendirikan perusahaan selagi kita belum menikah" jawab Cynthia.
__ADS_1
Mendengar saran dari kekasihnya, Perdana semakin semangat dan segera membuat game secara diam-diam seperti saat akan mendirikan perusahaan dengan Widio. Dalam waktu 3 bulan perdana berhasil membuat game tersebut dan segera mengabarinya kepada Cynthia.
Cynthia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut, Hal itu membuat Widio merasa senang. Namun Widio tidak mengetahui rencana di balik pengunduran diri Cynthia.
Perdana dan Cynthia segera mendirikan perusahaan kemudian mempublikasikan game buatannya. Perusahaan yang didirikan tersebut bernama PT Semesta Game Indonesia. Game yang dipublikasikan oleh perusahaan Perdana masih berupa game offline. Penjualan game tersebut cukup baik sehingga membuat semangat perdana untuk menciptakan game terbaru.
Namun walaupun demikian perdana masih tetap bekerja di perusahaan sebelumnya. Itu dilakukan agar Widio tidak curiga dengan rencananya. Setelah game kedua berhasil dibuat dan dipublikasikan, perdana mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya.
Seahun kemudian perdana dan Cynthia menikah. Merdeka berdua fokus mengembangkan perusahaan yang mereka Pimpin. Setelah 2 tahun menikah Chintya melahirkan. Anak tersebut diberi nama Dika Perdana. karena mengurusi anak, Cynthia mengundurkan diri dari kepengurusan perusahaan. sehingga membuat perdana bekerja sendiri, namun hal itu tidak membuatnya patah semangat. Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk membuat game online.
Berkat game online, perusahaan perdana mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal itu membuat iri Widio dan berniat membuat perusahaan Perdana merugi dengan cara apapun. Hal itu berlangsung hingga saat ini di mana perusahaan tersebut kini dipimpin oleh Dika Perdana.
Melihat harga saham PT Semesta Game Indonesia yang anjlok akibat terjadinya permasalahan yang sekarang dihadapi, Widio berniat membeli perusahaan tersebut.
"bagaimana bila semua saham perusahaanmu yang sedang anjlok kubeli" ucap Widio dengan nada yang merendahkanan.
"aku tidak akan menjual saham perusahaan kepada siapapun" kata Perdana dengan keras.
Widio sangat kesal dengan ucapan Perdana, kemudian dia mengungkit 'penghianatan' yang perdana lakukan. Kesal karena mengungkit masalah pengunduran dirinya, Perdana membeberkan kesalahan Widio yang telah merubah kepemilikan saham atas namanya.
"semua itu karena kau telah merubah kepemilikan sahamku menjadi 10%" ucap Perdana. "kau kau kemari hanya untuk membuat keributan lebih baik kau pergi dari sini"
Widio kesal dengan ucapan Perdana yang telah mengusirnya. "tunggu, aku akan balas perbuatanmu ini. Tak lama lagi perusahaan yang kau miliki akan menjadi milikku" ancam Widio, lalu ia pergi meninggalkan rumah itu.
Perdana kwartir dengan ancaman dari Widio dan mengingat kembali permasalahan yang sekarang dialami perusahaannya dengan masalah masa lalu mereka.
__ADS_1