
Setelah sehari bekerja biasanya Ferdinan selalu tak pernah langsung pulang, dia punya kebiasaan menghabiskan waktu dengan teman-temannya hingga larut malam. Sehingga dia jarang bahkan tidak pernah berbicara dengan adiknya Naila. Namun semenjak mengetahui adiknya berjuang dalam permainan dia berubah, kali ini ia ingin membiasakan pulang lebih awal.
Sesampainya di rumah, saat ingin membuka pintu namun terkunci. Beranggapan adiknya di rumah, ia mengetuk pintu. Di dalam rumah Hazel yang sedang menjaga Frans tertidur, segera membuka pintu.
"kenapa kamu bisa ada di sini" Ferdinan terkejut melihat Hazel yang membuka pintu.
"Frans sedang sakit" ucap Hazel sedih, lalu mempersilakan Ferdinan masuk. Ferdinan sangat bingung dengan kejadian ini.
"kenapa dia bisa sakit"
"semua salah saya, sekarang dia sedang istirahat. Maaf saya tidak bisa banyak berbicara, takut Frans terbangun" kata Hazel dengan pelan. Ferdinan memperhatikan Frans ia melihat banyak memar di tubuhnya.
"kemana Naila?" tanya Ferdinan.
"tadi dia berkata hari ini ada mata kuliah" jawab Hazel. Ferdinan meninggalkan mereka di ruang tamu.
...----------------...
"kalian ikut ke rumah gua ga?" tanya Naila pada Roy dan Edi, di kampus saat hendak pulang.
"gua ga ikut, soalnya gua ada yang mau dikerjain" ucap Edi. Sedangkan Roy menyatakan dia akan ikut karena dia sangat khawatir dengan Frans.
"seharian ini abis dari rumah elu gua ga liat Robet di kampus, kemana dia ya?" tanya Naila setelah mereka masuk ke dalam mobil Naila.
"gua juga ga tau" jawab Roy singkat. Dalam perjalanan pulang Naila menghentikan mobilnya di sebuah restoran cepat saji.
"kenapa lu berenti di sini" tanya Roy.
"gua mau beli makan buat Frans sama kakak gua, lu juga belum makan kan" jawab Naila "sekalian buat Hazel sama kucing elu" tambahnya kemudian meninggalkan Roy. Setelah selesai membeli makan Naila melanjutkan perjalanan pulang.
...----------------...
Sementara di suatu tempat di kota Semarang seorang gadis sarjana dibidang teknologi pemrograman sedang membaca berita melalui ponsel. Setelah membaca berita tersebut dia segera menemui ayahnya.
"pak aku mau ke Jakarta secepatnya" ucap gadis itu.
__ADS_1
"kenapa kamu mau ke sana, apa kamu mau kerja di sana. Sedangkan bapakmu ini ngurus perusahaan" tanya ayahnya.
"aku mau ketemu Ferdinan, dia sedang terkena masalah di sana"
"masalah bagaimana?" tanya ayahnya kembali. Namun gadis itu pergi meninggalkan ayahnya karena kesal karena terus bertanya. Tak sadar iya meninggalkan ponselnya di meja tamu.
...----------------...
Sesampainya di rumah Naila sangat terkejut mengetahui pintu rumahnya terbuka, ia mengira telah terjadi pencurian.
"Roy cepet lu masuk duluan, lu liat apa ada maling" pinta Naila khawatir. Roy segera memasuki rumah, dia terdiam sesampainya di dalam karena melihat Frans yang masih tertidur.
"ssuut" Hazel memberi tanda agar jangan berisik, kemudian menghampiri Roy. "ada apa Roy" tanyanya dengan suara pelan.
"aku kira ada pencuri karena pintu terbuka" kata Roy lalu keluar memanggil Naila. Mereka segera masuk, melihat Frans masih terlelap membuat Naila khawatir.
"kenapa masih tidur?" tanya Naila sambil memegang badan Frans. "panas badannya tinggi sekali" ucapnya sambil bergegas mengail alat kompres dan obat penurun demam.
"sudah berapa lama dia tertidur?" tanya Roy.
"Frans bangun, ayo makan dulu" ucap Naila dengan suara terisak. Ia berusaha membangunkan agar segera meminum obat.
"sabar Nai sebentar lagi juga bangun" Roy berusaha menenangkan. Ferdinan keluar dari kamarnya setelah mendengar suara adiknya.
"loh kok kamu nangis Nai" tanya Ferdinan setelah melihat adiknya menangis. Naila hanya melihat kakaknya lalu kembali memandang Frans.
"berisik banget sih" ucap Frans terbangun.
"cepet makan, gua udah beliin makan" ucap Naila senang sambil menghapus air matanya. "ayo kakak juga."
Kemudian Naila mengajak Hazel untuk membantunya menyiapkan makan yang sudah di beli.
"bawa ke ruang tamu aja Zel" ucap Naila "biar Frans ga banyak gerak"
Mereka semua makan malam lagi setelah sebelumnya sarapan bersama. Setelah makan Ferdinan mengambil ponsel yang didapatkan dari kantor. Sambil bertanya milik siapa ponsel tersebut kepada Frans dan teman-temannya. Naila terkejut mengetahui ponselnya berada pada kakaknya.
__ADS_1
"itu hp aku kak, kakak dapet di mana?" tanya Naila.
"kakak dikasih sama resepsionis tadi pagi, katanya dapet di ruangan kakak" jawab Ferdinan. "Frans kenapa kamu sampai bisa luka parah seperti itu, apa kamu kecelakaan?"
Frans menjelaskan kejadiannya. Setelah selesai menjelaskan ia hendak berpamitan pulang, namun Roy dan Naila ingin mengantarkannya.
...----------------...
Pagi-pagi sekali di sebuah rumah di kota Semarang, terdengar teriakan seorang paruh baya, "Anita bangun, bapak setuju kamu pergi ke Jakarta" kata pria itu. "bila perlu hari ini juga boleh"
Mendengar ucapan ayahnya, Anita segera menemui ayahnya dengan sangat senang. Lalu ia menanyakan alasannya ayahnya memberi izin.
"pasti gara-gara Ferdinan makanya kamu ke Jakarta kan" tebak ayahnya sambil menunjukkan artikel di ponsel Anita yang tertinggal semalam.
"bener pak karena aku merasa dia lagi kesusahan" jawab Anita.
"kalau memang tujuan kamu ke Jakarta untuk membantu Ferdinan ayah setuju, tapi kalau untuk yang lain tidak" tegas ayahnya. "lagi pula sudah seharusnya kita bantu mereka"
"benar aku boleh aku berangkat hari ini" tanya Anita meyakinkan ucapkan ayahnya.
"boleh saja, tapi ada baiknya beberapa hari lagi. Bapak mau kamu ke sana membawa beberapa bingkisan untuk mereka"
"ya deh aku nurut aja, lagian aku juga malu sih kalau tangan kosong" kata Anita menurut.
...----------------...
Beberapa hari berlalu tanpa adanya serangan dari dunia game, Frans dan teman-temannya merasa sedikit tenang. Mereka semua menjalani aktivitas tanpa bermain game yang melelahkan. Kuliah, bersenda gurau dan bertemu dengan teman lainnya. Aktivitas yang tidak mereka lakukan selama satu bulan terakhir.
Mereka semua seakan melupakan semua kejadian sebelumnya. Namun tidak untuk perusahaan pengembang game tersebut. Mereka terus berusaha untuk mencari cara agar game mereka segera pulih. Sorotan media dan tuntutan dari keluarga pemain yang belum sadarkan diri membuat mereka harus bekerja keras.
Di lain sisi, Anita mempelajari permasalahan yang menimpa perusahaan Ferdinan bekerja. Dia terus mencari informasi mengenai produk hingga persoalannya. Bahwa mencari tahu mengenai game FIGHT FOR GLORY yang menjadi permasalahan utama. Mulai dari cara pendaftar, cara bermain sampai semua seluk beluk game tersebut.
Anita kemudian mencari perangkat untuk bermain game tersebut di toko on line, media sosial hingga toko penjual perangkat game di sekitar rumahnya. Setelah mendapatkan perangkat itu, dia mencoba melakukan cheat dan peretasan untuk meningkatkan karakter yang dia buat walaupun tanpa harus bermain.
Melalui cheat dan peretasan dia membuat karakternya sangat kuat dan melengkapi seluruh item-item dan persenjataan. Bahkan ia membuat senjatanya sendiri dari pengetahuan yang dia dapat selama kuliah dan data aplikasi game tersebut.
__ADS_1
"sudah beres nanti di Jakarta tinggal pakai" batinnya.