FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Misi Penyelamatan Pemain bagian tiga


__ADS_3

Sementara di kantor, Toni berusaha memindai lokasi tempat para pemain ditahan melalui komputernya. tak berapa lama setelah melakukan pemindaian terjadi kekacauan sistem yang membuat seluruh komputer yang terhubung dengan game tersebut mendadak tidak dapat berfungsi. Begitu juga dengan komputer Ferdinan yang berada di rumah sakit, sehingga mereka tidak dapat mendeteksi keberadaan Frans dan teman-temannya.


"gawat, kita tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka" ucap Ferdinan panik, sambil berusaha mencari penyebabnya.


"ada apa Fer? Kenapa kamu panik?" tanya Anita.


"mereka tiba-tiba tidak terdeteksi, lalu komputer ini juga tidak bisa digunakan" jawab Ferdinan.


"coba biar saya yang mengatasi" pinta Anita, lalu Ferdinan menyerang komputer tersebut. Anita mencoba memulai pulang komputer tersebut. setelah hidup kembali, Anita kemudian memasukkan sebuah flash disk ke komputer tersebut dan memulai aplikasi game FIGHT FOR GLORY.


Lalu ia memasukan code program untuk mencari penyebabnya. Setelah itu dia juga membuat kode pengamanan tersendiri untuk menghalau malware yang berusaha membobol sistem yang sedang berjalan.


"sepertinya ada orang dari kantor yang berusaha mendeteksi keberadaan korban yang di tahan" kata Anita.


"pantas saja" kata Ferdinan.


"pantas apanya? Apa kamu tidak memberi tahu yang di sampaikan Naila?" tanya Anita sedikit kesal.


"iya Nit, maaf ya jadi bikin kamu repot" kata Ferdinan malu "tapi aku akui kamu itu lebih hebat dari kami yang berada di kantor"


Mendengar pujian tersebut Anita sangat senang, lalu dengan semangat melakukan koneksi ulang kepada pemain agar bisa di pantau kembali.


"Sekarang katakan ke kantor jangan melakukan tindakan apapun selama kita di sini" pinta Anita. Kemudian Ferdinan menghubungi Toni dan meminta seperti apa yang diucapkan Anita.


Sementara Frans yang masih berusaha melawan musuh sambil menunggu kedatangan Hazel semakin terdesak. Naila dengan kotak perlengkapannya yang semakin sedikit isinya mengeluh.


"Frans item kesehatan gua tinggal seratusan lagi, bisa ga lu kasih persediaan yang ada sama elu?" tanya Naila. Tanpa menjawab, Frans mendekati Naila lagu membuka kotak perlengkapannya dan memberikan item pemulihan kesehatan dan sihir seluruhnya kepada Naila. Kemudian kembali bertarung melawan musuh. Disaat bersama Hazel tiba yang kemudian dihampiri Frans untuk meminjam pedang api.


Kunci sangkar tersebut berhasil dihancurkan oleh Frans dengan pedang api dengan mudah. "apa di sini ada yang bernama Hardi?" tanya Frans setelah berhasil membebaskan mereka.

__ADS_1


"saya, nama saya Hardi" kata seorang pemain. Kemudian Naila dan Edi memberikan item-item penyembuhan kepada para pemain yang baru saja berhasil mereka bebaskan.


"sekarang kalian semua ikuti kami menuju tempat yang aman" ajak Frans.


"yang lain bagaimana?" tanya seorang pemain.


"kita kembali dulu ke dunia nyata untuk mengatur strategi" jawab Frans keras kemudian berjalan menuju tempat semula mereka datang sambil terus melawan pasukan musuh.


Tak ada pilihan lain, para pemain tersebut mengikuti perintah Frans yang juga ikut bertarung melawan para musuh. Setelah sampai di tempat semula, Frans mencinta para pemain dengan job support untuk membuat perisai bersama-sama.


"kenapa harus membuat perisai? Kenapa tidak langsung luring saja?" tanya seorang pemain.


"silahkan kalau bisa. Apa kalian tidak tahu kalau sekarang tidak mudah keluar masuk dunia game?" kata Frans kesal.


"ikuti saja perintah Frans, bukannya dia dan temannya datang untuk menyelamatkan kita" kata Hardi membela. Mendengar ucapannya, para pemain dengan job support membuat perisai bersama sama. Frans terkejut dari tiga puluh orang yang berhasil diselamatkan lebih dari separuh merupakan support.


"apa dia orang yang selalu menjadi top global di game ini?" tanya seorang pemain kepada temannya. Sementara Frans dengan skillnya memperkuat perisai yang sebelumnya dibuat pemain lain.


"benar, dia orangnya. Kalau ga salah cewek yang di deket dia itu Hazel" kata pemain lainnya. "gua pernah denger kalau ada pemain yang di ikutin bos stage dari penjaga yang lagi ngomongin mereka"


Setelah selesai memperkuat perisai, Frans mengembalikan tongkat tersebut kepada Naila. Para pemain yang melihatnya segera menghampiri Frans dan teman-temannya.


"aku seneng banget ketemu sama legenda yang jadi omongan semua orang di game ini" kata seorang pemain yang memuji Frans "pasti kalian dari guild 'Kesempurnaan Teman' ya?"


"benar. Kok kamu bisa tahu?" jawab Roy. Edi dan Robet yang belum pernah mengetahui bahwa Frans, Naila dan Roy merupakan salah satu dari guild tersebut terkejut.


"gua baru tau kalau kalian orang yang paling berpengaruh di guild 'Kesempurnaan Teman'" puji Edi.


"pantes aja kalian kompak banget juga kuat" Robet ikut memuji. Semua orang yang berhasil di selamatkan berkumpul untuk berjabat tangan dengan Frans dan temannya. Naila merasa menjadi terkenal saat itu.

__ADS_1


"udah, udah, aku jadi malu" kata Naila. Lalu Frans menyarankan mereka yang belum memasukkan nomor ponselnya agar segera memasukkan. Merek semua menurut dengan perintah Frans. Setelah semua memasukkan nomor ponsel, Frans mengajak mereka semua untuk keluar dari dunia game.


"kita akan keluar dari dunia game. Tapi sebelumnya kalian jangan luring sebelum sampai dunia nyata" Frans memberi arahan kepada pemain "Rosalin, Hazel kalian keluar terlebih dahulu." mereka meruti ucapan Frans.


"sayang, celah yang kita gunakan untuk masuk tadi tertutup" teriak Hazel.


"bagaimana bisa?" tanya Frans. Dia segera berkomunikasi dengan Ferdinan untuk menyampaikan masalah tersebut. Disisi lain musuh dalam jumlah yang sangat banyak mulai mendekat.


"Ferdinan, bagaimana ini? Kami tidak bisa keluar dari sini" kata Frans melalui alat komunikasi. Ferdinan meminta waktu sebentar untuk mencari penyebabnya dan mengatasinya.


"tolong usahakan secepatnya karena musuh datang dalam jumlah yang banyak" kata Frans.


Lalu Ferdinan bersama Anita mulai menganalisa penyebab mereka tidak bisa keluar dari game. Kali ini tetap saja Anita yang berusaha untuk memecahkan masalah ini. Di dunia game, karena terlalu banyak musuh perisai semakin mudah pecah.


"semuanya dengar saya, kita bentuk lingkaran besar. Semua yang jobnya support di tengah dan jaga supaya poin kesehatan dan sihir jangan sampai kurang dari setengah" perintah Frans.


Semua pemain dengan job support berkumpul ditengah tak terkecuali Edi dan Naila. Sementara pemain lain menjadi penyerang.


"satu lagi, biar item ga cepet habis, setiap perisai pecah bikin lagi buat nahan musuh" tambah Frans. Semua mulai menyerang musuh menggunakan serangan jarak jauh. Frans menggunakan pistolnya, sementara pemain lain yang bisa melakukan serangan jarak jauh juga ikut menyerang.


Saat perisai pecah, para support kembali membuat perisai. Sehingga pasukan musuh hanya sedikit yang dapat masuk. Pasukan musuh yang berhasil masuk langsung diserang oleh para pemain yang tidak dapat melakukan serangan jarak jauh. Seperti pemain dengan job fighter dan swordman. Termasuk Hazel, Roy dan Rosalin.


Sementara pemain yang dapat melakukan serangan jarak jauh, terus menyerang musuh di luar perisai. Terkadang juga membantu melawan musuh yang berada dalam perisai.


Di rumah sakit, Ferdinan melihat Frans dan para pemain lainnya sedang dikepung musuh. Dia meminta agar Anita mempercepat analisanya. Hal itu membuat Anita sangat kesal.


"ini juga salahmu yang tidak memberi kabar ke kantor" teriak Anita kesal. "kalau sudah seperti ini kau meminta aku cepat-cepat. Kenapa tidak kau suruh yang di kantor untuk ikut membantu"


Mendengar ucapan Anita, Ferdinan segera menghubungi Toni untuk menyuruh mereka membantu Anita. Lalu dia juga menuju komputer yang lain untuk ikut membantu.

__ADS_1


__ADS_2