
Di waktu yang sama, Frans dan Hazel dan juga pemain lain yang berada di area tersebut mulai menyerang pasukan musuh beserta bosnya. Serangan demi serangan dilancarkan oleh mereka, satu persatu musuh sudah bisa dikalahkan.
Edi dan Anita yang setelah selesai mengevaluasi korban, segera bergabung untuk membantu Frans dan yang lainnya. Anita segera mengeluarkan busur panah untuk melakukan serangan. Satu demi satu musuh dikalahkan oleh Anita dengan busur panahnya.
Edi juga tidak mau kalah, serangan demi serangan dilancarkan olehnya sambil memanfaatkan Serangan yang dilancarkan oleh Anita. Hingga membuat pasukan musuh satu persatu berhasil dikatakan. Begitu juga pemain lain yang melihat aksi Anita dan Edi, mereka semua semakin bersemangat untuk menyelesaikan pertarungan tersebut.
Berkas strategis yang dibuat oleh Frans, pasukan musuh berhasil dikalahkan dengan waktu yang cukup cepat. Setelah pasukan musuh berhasil dikalahkan, Frans dan Hazel fokus menyerang Bos musuh. Dengan menggunakan pedang api, hasil menyerang dengan sangat cepat. Hazel keluarkan skillnya "Fire Demon Terorr" dan mengarahkan ke bos musuh. Kemudian dengan cepat Hazel mengikuti partikel api tersebut agar dapat menyerang musuh saat skill tersebut mengenai Bos musuh.
Namun serangan tersebut berhasil dihindari oleh musuh tersebut, karena pergerakan yang dimiliki oleh musuh sangat cepat. Hazel semakin kesal melihat kecepatan yang dimiliki oleh musuh.
"sayang, musuh ini sangat cepat tapi kita harus cepat mengalahkan musuh ini. Kalau tidak pasukan musuh akan datang lagi" Teriak Hazel.
"Hazel, gunakan pedang kristal agar dapat memperlambat pergerakannya karena pedang tersebut" kata Frans sambil menyerahkan pedang kristal kepada Hazel.
Dengan penangkapan kristal, hasil mulai menyerang musuh tersebut. Setiap ayunan pedang yang diluncurkan oleh Hazel, menghasilkan butiran-butiran es yang dapat memperlambat gerakan musuh. setelah pergerakan musuh melambat, Frans memerintahkan pemain lainnya untuk melakukan serangan jarak jauh. Kemudian Frans mengganti kedua pistolnya dengan jenis pistol berjenis revolver.
Dengan kedua pistol tersebut, flash membidik musuh sambil meningkatkan poin sihirnya dan memusatkan diri kedua pistol tersebut. Di saat yang sama dia juga meminta kepada Anita dan Edi untuk mengulur waktu sementara dia bersiap melakukan serangan akhir.
Setelah merasa poin sihir dibutuhkan sudah cukup untuk digunakan dalam melakukan serangan akhir, Frans mengeluarkan skill The Cheetah kemudian disusul oleh skill Call from Hell. dengan kedua skill yang yang dikombinasikan oleh Frans, musuh tidak dapat mengelak. Ditambah lagi pergerakan musuh yang sudah melambat akibat serangan Hazel yang menggunakan pedang Kristal, dan musuh pun berhasil dikalahkan.
Tak lama setelah itu muncul pemberitahuan yang menyatakan bahwa misi selesai. Semua pemain yang berada di dalam BFA mendapatkan poin pengalaman sebesar Rp125.000 poin dan item acak.
__ADS_1
Setelah semua pemain mendapatkan hadiahnya, BFA menghilang. Di saat bersamaan, orang-orang yang sebelumnya menjadi korban kini kembali pulih setelah menghilangnya BFA. Frans, Anita dan Edi menghampiri orang-orang tersebut dan menanyakan keadaannya.
"kami kini sudah pulih, Terima kasih atas bantuan kalian" kata salah seorang dari mereka lalu berpamitan untuk pergi. Pemain lain juga berpamitan kepada Frans, Anita dan Edi.
"wah parah banget Musuh kali ini, udah gerakannya cepet, regen Hpnya cepet" kata Edi pada Frans. Frans selalu tersenyum dan lalu mencoba menghubungi Nayla dan Roy.
"gimana di sono apa udah selesai?" tanya Frans.
"di sini udah beres, kok lu malah nanya? Apa lu ikut melawan musuh?" tanya Roy kebingungan, karena seingat dia Frans berada di rumah sakit.
" iya, gua tadi ke deket stasiun bantuin Edi sama Kak Anita" jawab Frans.
"ya, lu balik lagi ke rumah sakit kan? Kita ketemu di sana aja. Gua mau denger cerita Lu, kok bisa ikut melawan musuh" kata Roy. Kemudian mereka semua Kembali menuju Rumah Sakit kecuali Anita yang kembali ke kantornya.
Roy kembali menanyakan mengapa ia bisa ikut bertarung mengalahkan musuh bersama Edi dan Anita. "lu Jelasin lah" pinta Roy.
"gua awalnya bingung kenapa gue bisa cepet sembuh. pas gua coba daring, gua lihat ada pemberitahuan kalau Naila diikutin sama Raiden. Terus dijelasin kalau gua, elu sama Nayla dapat skill Body Spirit yang bikin lu bisa sembuh dari sakit akibat Serangan dunia game" kata Frans menjelaskan.
Naila kembali ke ruang rawat tempat Frans dan Robet berada. Kemudian mereka saling berbincang hingga waktu jenguk habis. Naila, Edi dan Roy berpamitan untuk pulang.
Sementara itu di markas Demian, Samiri dan Stacy melapor. Demian sangat marah karena sekali lagi usaha kedua anak buahnya kembali gagal. Ditambah lagi Raiden yang berpihak kepada Naila dan teman-temannya.
__ADS_1
"kenapa kau biarkan Raiden mengikuti mereka?" tanya Demian kesal.
"bukankah dulu yang mulia sendiri yang memberikan izin kepada Raiden untuk mempelajari semua kemampuan dari Frans" jawab Samiri. "karena mempelajari semua kemampuan, diam jadi terpengaruh dengan sifat-sifat Frans" tambah Samiri.
Demian merasa kesal dengan putusannya yang sebelumnya mengizinkan Raiden. Kemudian ia menanyakan Stacy perihal dia memilih salah satu pemain yang bernama Rita menjadi partnernya.
"itu tidak perlu dibahas sekarang" tiba-tiba suara Widio terdengar oleh mereka. Seketika itu juga Demian dan para anak buahnya diam.
"kalian semua tidak bisa memperhitungkan kalau jumlah pemain saat ini sudah semakin banyak?" tanya Widio kepada Demian.
"Saya telah memperhitungkan tuan, oleh sebab itu saya mengutus untuk melakukan penyerangan di dua tempat secara bersamaan" jawab Demian.
" Aku tidak ingin tahu rencanakan lebih matang lagi daripada ini. aku juga akan segera membuatkan Jenderal baru untukmu" kata Widio dengan sangat marah.
Widio kemudian menginstruksikan Stacy untuk mengesahkan agar mendekati Robet. mendengar pernyataan tersebut Stacy menjadi bingung, mengapa harus mendekati Robet.
"kenapa harus anak itu yang mulia? Bukankah lebih baik mendekati Frans?" tanya Stacy.
"lakukan per saja perintahku, karena aku mengetahui wajah Rita mirip dengan mantan kekasih anak itu" jawab Widio dengan sangat keras.
"baik yang mulia" kata Stacy. kemudian Widio memerintahkan Samiri untuk membuat pertahanan di area tempat para pemain ditahan. Karena menurut perhitungannya beberapa saat lagi para pemain tersebut akan kembali ke dunia game untuk menyelamatkan para pemain yang masih ditahan oleh mereka.
__ADS_1
"bila perlu kau juga harus ikut dalam mempertahankan area tersebut. Demian dengan ini kau jangan pernah memerintahkan samiri di luar dari perintahku" kata Widio.
...Demian hanya dapat menuruti perintah dari Widio, mengingat ancaman yang diberikan kepadanya sangat berat yaitu, keberadaannya akan dihapus dari dunia game tersebut....