
Setelah menggunakan alat baru untuk bermain game FIGHT FOR GLORY mereka merasakan efek dari seluruh gerakan, dimana hal tersebut belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Dapat merasakan sensasi memukul, menggunakan pedang, tombak dan tombak sihir. Juga dapat merasakan sakit akibat terkena pukulan dan serangan lain walaupun efeknya maksimal seperti di cubit. Namun semuanya membuat mereka semakin waspada.
Bagi Frans saat ini sangat kesulitan untuk menggunakan senjata pistolnya karena dia dapat merasakan getaran/hentakan saat menembak. Ini membuatnya hanya menggunakan pedang dan skill berpedangnya.
"gila nih game, gua ga bisa fokus kalau make pistol" gerutu Frans, yang terus menggunakan pedang.
Walaupun Frans sedikit kewalahan karena tidak bisa menggunakan pistol, namun ia dapat mengalahkan semua musuh yang menghampirinya. Mereka semua terus bertarung melawan pasukan musuh.
Di sisi lain terlihat Ferdinan dan Dika telah sampai di depan gedung perusahaannya. Mereka melihat BFA di depan mereka, Dika sangat terkejut melihatnya.
"apa itu pak?" tanya Ferdinan.
"itu semacam wilayah yang dikeluarkan oleh karakter musuh untuk memasuki dunia kita" jawab Dika sambil berjalan mendekati BFA.
"kenapa semua terlihat kacau dan banyak sekali pasukan yang harus mereka hadapi? " tanya Ferdinan, sambil terus berjalan dan hendak memasuki BFA
"jangan masuk, kamu bisa mengundang lebih banyak musuh jika masuk" kata Dika. Dari dekat mereka bisa melihat perjuangan Frans dan teman-temannya. Dika sangat terharu dan bangga melihat adiknya Naila berjuang melawan musuh. Dia tak pernah menyangka kalau semua ini akan terjadi.
"maafkan kakak yang selama ini tidak pernah perhatian sama kamu" kata Ferdinan dalam hati. Saat sedang menyaksikan pertarungan Frans dan teman-temannya, mereka melihat Frans terpental mendekati mereka. Frans terkejut melihat kedua orang itu di sana.
"apa yang kalian saksikan? Kalian senang melihat kami bertarung" kata Frans marah, sambil berjalan keluar dari BFA.
"apa kalian kurang puas dengan Player lain yang tidak bisa sadar, bahkan tak lama lagi bisa kehilangan nyawa? Apa kalian juga ingin melihat kami lenyap dari permainan ini?" tanya Frans sangat kesal, terus menghampiri Ferdinan dan Dika.
"kami hanya"
"hanya apa?" kata Frans menyela ucapan Dika. "bukannya kalian tadi mengatakan ingin membantu kami? Tetapi kalian malah menonton kami menghadapi musuh, cepat pergi dari sini atau kalian ku seret kedalam dan ku jadikan umpan musuh" ancam Frans. Dika dan Ferdinan segera meninggalkan tempat itu.
Mereka berdua masuk kembali ke gedung dan menuju ruang mereka. "kenapa yang bernama Frans bisa marah seperti itu?" tanya Ferdinan dengan pelan.
"wajar dia marah, karena dia sedang bertarung melawan musuh tetapi kita malah menonton mereka" jawab Dika. "apa kamu sudah membuat item-item itu?" tanya Dika.
"sudah ada sebagian pak" jawab Ferdinan.
__ADS_1
"sekarang kamu dan timmu segera buat sesuatu agar dapat berkomunikasi dengan mereka saat melawan musuh. Agar kita bisa mengetahui apa yang mereka perlukan" perintah Dika.
"baik pak, saya usahakan secepat mungkin membuatnya"
"jangan lupa segera kirim item-item tersebut kepada mereka sekarang" tambah Dika.
Ferdinan mengiyakan dan segera ke ruangannya kemudian menyampaikan perintah dari Dika kepada seluruh anggota timnya.
Frans terlihat sudah kembali kedalam pertarungan, dan bergabung bersama teman-temannya. Setelah beberapa lama bertarung, akhirnya mereka dapat mengalahkan pasukan musuh. Namun tiba-tiba muncul pemberitahuan misi baru "kalahkan bos stage". Lalu muncul Samiri.
"apa? Kok lawan Samiri" teriak Hazel. Semua teman Frans terkejut.
"Hazel kau memang penghianat" ucap Samiri.
"Aku tidak pernah mengkhianati siapapun dan aku tak pernah mengenalmu" ucap Hazel kesal. Sementara Hazel dan Samiri berbicara, Frans menscan Samiri.
"kenapa kau mengikuti Player?" tanya Samiri.
"itu sudah menjadi pilihanku" jawab Hazel
"Aku Samiri kepercayaan tuan Demian" jawab Samiri.
Setelah mendapatkan hasil analisa, Frans kemudian memberi aba-aba kepada temannya untuk menyerang. Mereka serentak melakukan serangan kepada Samiri.
"bentuk formasi, udah ayo kita bikin HP nya tersisa 25% dalam waktu tiga menit" kata Frans. Formasi dibentuk, serangan semakin terencana. Hazel, Roy dan Edi melakukan serangan jarak dekat secara bersamaan. Kemudian Frans menyusul dengan kedua pedangnya.
Samiri sangat terkejut melihat Frans dapat menggunakan dua pedang secara bersama. Diapun berusaha untuk melakukan pertarungan jarak jauh. Namun hal itu tidak mudah dilakukan karena Frans dan temannya terus melakukan serangan. Hal membuat Samiri sangat marah, iapun memanggil pasukan. Dalam beberapa detik muncul ratusan pasukan musuh.
Dari datangnya pasukan tersebut membuat mereka sedikit terdesak. "perasaan ini belum tiga menit" kata Frans dalam hati.
"perhitungan kita kok bisa salah?" tanya Edi.
"gua juga ga tau, mungkin dia beda sama bos stage yang lain" jawab Frans.
__ADS_1
"Samiri bukan sekedar bos stage tapi dia juga kepercayaan raja siluman" kata Hazel. Mereka merasa pertarungan kali ini sangat berbeda, pasukan musuh sangat banyak.
'Naila, Robet tolong kalian HEAL kami, HP kami sisa setengah" pinta Edi. Naila dan Robet segera memberi healing kepada temannya. Frans melihat pertarungan Edi seperti kekurangan, lalu dia memindai nya sambil terus bertarung.
"Edi kenapa lu ga pakai item perlengkapan?" tanya Frans setelah mendapatkan hasilnya.
"gua baru main dua bulan ini, dan juga gua ga cukup uangnya buat beli" jawab Edi.
"nih pake punya gua dulu, biar efek serangan elu makin kuat" Frans memberikan item gelang sebanyak dua buah kepada Edi.
"lah, kalau lu kasih gua lu gimana?"
"ni gua juga pake, yang gua kasih satu tingkat di bawah yang gua pake" jawab Frans.
"makasih ya" ucap Edi, dan melanjutkan pertarungan setelah mengenakan item tersebut. Setelah menggunakan item pemberian Frans, pertarungan Edi semakin meningkat. Dia dengan mudah melawan pasukan musuh. Pasukan musuh akhirnya bisa di kalah, mereka semua kembali menyerang Samiri.
"Hazel kali ini kita duet buat melawan Samiri" ajak Frans.
"itu yang aku tunggu sejak lama sayang" jawab Hazel. Mereka berdua memberi serangan kepada Samiri secara bersama. Samiri dan teman-temannya terkejut melihat serangan Frans dan Hazel sangat kuat setelah mereka bergabung.
"wah kalian kuat banget kalau bergabung, kaya BIBI LUNG SAMA YOKO*⁴" kata Naila. Pertarungan mulai di dominasi oleh Frans dan Hazel.
"sepertinya daya serang kita semakin tinggi Zel, kamu tau apa penyebabnya?" tanya Frans
"itu karena aku menghubungkan kekuatan dan perasaanku denganmu" jawab Hazel. "ini harusnya bisa lebih kuat lagi kalau kamu bisa melakukan hal yang serupa"
"akan ku usahakan Zel"
"jangan kau lakukan sekarang, bila gagal kita akan kehilangan banyak energi" kata Hazel. Frans hanya menuruti permintaan Hazel. Samiri semakin terdesak akibat serangan Frans dan Hazel, ditambah lagi bantuan serangan jarak jauh dari temannya.
"Aku bisa kalah kalau terus begini, aku harus memanggil dia" kata Samiri dalam hati, sambil mengeluarkan ponsel kemudian dia mengarahkan layar ponselnya ke depan lalu berkata "Rosalin bangkitlah".
Kemudian muncul seorang wanita dengan wajah cantik namun bertelinga seperti kucing.
__ADS_1
"Rosalin, kalahkan mereka semua" perintah Samiri lalu ia meninggal lokasi pertarungan. Rosalin kemudian menyerang Frans dan teman-temannya.
Serangan Rosalin begitu cepat dan kuat, mereka tak dapat mengimbanginya. Frans dan Hazel kembali melakukan serangan bersama , namun Rosalin dapat menghindari bahkan memberi serangan balik sangat keras yang membuat mereka berdua terpental jauh. Rosalin kemudian mendekati Hazel dan akan melakukan serangan