
Frans semakin terdesak melawan pasukan musuh yang semakin banyak dan item yang dimiliki sudah habis. Dengan poin sihir yang tersisa dia berusaha mengalah musuh untuk segera keluar dari dunia game. Dia mengeluarkan skillnya dengan anak panah tersebut dengan poin sihir yang bisa di gunakan sekali lagi. Setelah sebagian musuh kalah dengan skillnya, Frans hendak memasuki lubang yang semakin mengecil. Saat avatarnya sebagian masuk ke dalam lubang tersebut, sebuah rantai menariknya kembali, dan beberapa musuh telah bersiap menyerangnya.
"sial, HP gua tinggal sepuluh persen, apa gua bisa selamat" batin Frans sambil berusaha melawan pasukan musuh di hadapannya. Pasukan musuh terus-menerus menyerang Frans yang seorang diri, sehingga dia tidak dapat menghindari serangan.
"Rosalin, cepat keluarkan skilmu" teriak Roy saat melihat Frans terdesak. "Cakar Kucing Ilusi" teriak Rosalin sambil mengeluarkan skillnya. Dengan cepat pasukan musuh yang mengelilingi Frans berjatuhan. Sesaat kemudian Roy segera mengangkat avatar Frans dan membawanya memasuki lubang.
"lindungi kami dan kamu segera masuk setelah kami masuk" ucap Roy, sambil membawa avatar Frans. Rosalin segera melindungi Roy yang berusaha menuju lubang untuk keluar dari dunia game bersama avatar Frans yang sudah lemah. Setelah Roy masuk, Rosalin mengeluarkan skillnya untuk membuat musuh menjauh kemudian masuk dalam lubang. Sehingga semua pemain dapet keluar.
Di rumah sakit,semua pemain sudah berkumpul. Roy yang baru sampai bersama Frans segera memintanya untuk segera luring. Frans melepas VR-nya dan hendak duduk namun dia seketika pingsan. Para pemain yang melihat menjadi sedih, terutama Naila dan Hazel.
"coba lu dari awal ga denger omongan dia" kata Naila kepada pemain yang membuat emosi Frans.
"kalau saja Frans tidak melarangku, sudah dari tadi aku buat kau tidak berdaya" kata Hazel menambahkan. Tak hanya Hazel dan Naila, semua pemain yang berhasil di selamatkan juga ikut memarahi pemain tersebut.
Tak lama dokter datang setelah sebelumnya dipanggil oleh Ferdinan, dan segera memeriksa kondisi Frans. "dia hanya kekurangan tenaga, hanya perlu dirawat beberapa hari" kata dokter tersebut, kemudian menyuruh perawat untuk memasangkan infus kepada Frans.
__ADS_1
"sudah kalian semua segera luring, tapi ingat untuk saat ini usahakan kalian daring setiap hari walau hanya tiga menit agar tidak terjadi hal seperti kemarin" ucap Ferdinan. Para pemain segera luring.
Naila dan temannya segera berkumpul mendekati Frans setelah mereka luring. Nail dan Hazel duduk tepat dekat Frans. Mereka berdua sangat bersedih melihat Frans yang sedang dalam perawatan.
Linda yang sedang berada di ruangan rawat adiknya, gembira setelah melihatnya kembali sadar. "kakak" ucap Hardi, lalu di peluk oleh Linda.
"akhirnya kamu selamat, kakak sangat senang" kata Linda sambil menangis bahagia.
"kak, tolong antar aku melihat Frans" kata Hardi.
"aku kangen banget sama kakak, tapi sekarang Frans lagi dirawat" kata Hardi kemudian ia menjelaskan kejadian sebelumnya kepada Linda.
"kamu tunggu sebentar, kakak mau minjem kursi roda" kata Linda, segera keluar untuk meminjam kursi roda. Tak lama beberapa pemain yang sebelumnya dirawat di rumah sakit tersebut datang ke ruang rawat Frans.
Mereka semua bersedih melihat kondisi Frans yang sedang dirawat. Setelah menjenguk Frans satu persatu, mereka saling berkenalan satu sama lain. Ferdinan dan Anita juga dikenalkan oleh Roy. Di saat bersama Dika datang.
__ADS_1
"saya dengar dari dokter Frans sedang dirawat. Apa penyebabnya" tanya Dika. Kemudian mereka semua menceritakan kejadiannya. Dika segera melihat kondisi Frans setelah mendengar penjelasan.
Demian sangat marah setelah mengetahui beberapa pemain berhasil di selamatkan oleh Frans dan teman-temannya. Stacy menjadi sasaran amarah Demian, karena dia bertugas menjaga para pemain. Sementara Samiri juga di tegur karena tidak dapat memberikan informasi dengan akurat.
"Stacy! Bukannya kau katakan telah membuat strategi agar sistem mereka akan kacau saat mendeteksi keberadaan para pemain?" tanya Demian.
"benar tuan, itu sempat terjadi. Sistem mereka sempat kacau. Tapi ada pemain dan juga programer yang berhasil membuat kode untuk memperbaikinya" jawab Stacy. Demian sangat murka mendengar ucapan Stacy.
"Samiri, segera kau selidiki berapa banyak pemain yang kabur!" perintah Demian. Kemudian terdengar suara yang sangat keras di ruangan tersebut.
"kerja kalian hanya seperti ini rupanya, sepertinya aku perlu mengganti dan menghapus kalian"
"maafkan kami tuan Widio, beri kami kesempatan" kata Demian menjawab suara tersebut yang bernama Widio.
"aku tidak ingin mendengar ada pemain yang berhasil kabur lagi atau kau akan kuhapus. Untuk membatu kalian, aku kirim kalian seseorang dalam beberapa hari" kata Widio lalu ruangan tersebut hening kembali.
__ADS_1
"tunggu saja, perusahaan keluarga Perdana akan kuhancurkan" kata Widio di depan komputernya.