FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Cinta Ferdinan dan Anita


__ADS_3

Ferdinan terdiam melihat Anita pergi meninggalkannya. Ia memikirkan apa ucapan Anita yang mengatakan dia tidak peka, "apa maksudnya omongan Anita" batin Ferdinan.


"heii, kamu kok ngelamun? Hayo kamu mikir apa?" tiba-tiba Anita datang mengejutkan Ferdinan. Anita kemudian menyuguhkan kopi yang dia bawa dari dapur. "minum dulu kopinya, Fer"


"NIt, aku sudah mengagumi kamu sejak dulu" Ferdinan mencoba mengungkapkan perasaannya kepada Anita.


"masak sih? Sejak kapan?" tanya Anita. Dalam hatinya sangat senang.


"sejak aku masih SMP" jawab Ferdinan sedikit malu.


Anita teringat saat Ferdinan masih SMP, mereka sering bermain bersama-sama.


"jadi waktu kalian masih sering ke Semarang?" terkait Anita. "aku juga menyukai sejak dulu"


"apa, sejak ka..."


"sejak aku SMA" kata Anita malu. Ferdinan sedikit kaget mendengar pernyataan Anita. Kemudian dengan perlahan Ferdinan memegang tangan Arinta, dengan suara sedikit gemetar mulai mengungkapkan isi hatinya.


"Nita" panggil Ferdinan, Anita terkejut mengingat panggilan itu adalah panggilan dari Ferdinan kepadanya sejak masih kecil.


"dulu Aku ingin sekali mengatakan ini sama kamu, tapi waktu itu aku belum mempunyai cukup keberanian"


Jantung Anita seketika berdetak mendengar ucapan dari pria yang ia kagumi sejak lama. "sekarang?" tanya Anita sambil mengatur nafasnya.


"aku sangat menyukaimu sejak lama, untuk saat ini maukah kamu jadi pacar aku?" tanya Ferdinan.


"aku ma..." Anita hendak menjawab namun terputus oleh suara ponsel Ferdinan. Ferdinan membuka ponselnya, sebuah pesan masuk dari Dika yang memerintahkan mereka berdua segera ke kantor. dengan raut muka yang kesal, ia memasukkan kembali ponselnya dan mengajak Anita pergi ke kantor.


"Fer" panggil Anita dengan lembut. Ferdinand menghentikan langkahnya dan menatap wajah Anita. "aku mau jadi pacar kamu."


Ekspresi Ferdinan yang sebelumnya terlihat kesal, seketika berubah memancarkan ekspresi kebahagiaan. Dia kemudian menarik tangan Anita dan ingin memeluknya.

__ADS_1


"Fer, kita ke kantor dulu nanti Pak Dika telepon lag,i kamu cemberut kayak tadi" kata Anita dengan lembut. Ferdinan menuruti ucapan Anita.


Siang itu Frans bersama Edi dan teman-temannya berkumpul di cafe tempat Linda bekerja. Semenjak Edi dan Linda bertemu kembali, Frans dan teman-temannya semakin sering berkunjung ke cafe tersebut. Hal ini disebabkan Edi yang selalu saja berkunjung ke cafe tersebut agar dapat melihat kekasihnya.


Kali mereka Semua terlihat saling berpasangan, mulai dari Frans dengan Hazel, Roy dengan Rosalin, Naila dengan pengawal pribadinya Raiden dan Edi dengan kekasih lamanya Linda. Sementara Robet terdiam seorang diri tanpa pasangan. "apes banget gua ini, gua sendiri yang nggak ada pasangan" kata Robet dalam hati.


Robet semakin merana ketika melihat temannya bersenda gurau dengan pasangannya masing-masing. Karena kesal melihat tingkah temannya tersebut, Ia membuka Percakapan mengenai ujian yang akan terhambat dengan misi menyelamatkan pemain yang masih berada di dalam dunia game.


"woi, kalian apa nggak bingung sama kondisi kita sekarang ini? kita mau ujian tapi Pak Dika minta kita nyelamatin pemain yang lain" Robet mulai membuka percakapan. "Apa kalian yakin kita bakal lulus ujian kali ini?"


Mendengar perkataan Robet, Frans dan yang lainnya terdiam. Mereka masing-masing memikirkan cara mengatasi masalah tersebut. Hazel mendekati Raiden dan Rosalin untuk mendiskusikan bagaimana membantu partnernya.


"Frans apa rencana elu buat nyelesain masalah ini?" tanya Edi.


"gua mau minta bantuan sama Pak Dika supaya ngomong ke kampus kita, biar pihak kampus ngasih kesempatan kita buat ujian susulan" jawab Frans.


"ujian susulan? Maksud elu gimana?" tanya Edi.


"terus Kalau Pak Dika nggak mau bantu gimana?" tanya Naila.


"ya kita ujian dulu aja baru nyelamatin pemain yang lain" jawab Frans enteng, dan disetujui oleh teman-temannya.


Ferdinan terus memandangi wajah Anita sambil mengendarai mobilnya dalam perjalanan menuju kantor. Sedangkan Anita hanya tersipu malu setiap kali dipandangi oleh kekasihnya. Sesekali Anita memberikan senyuman kepada Ferdinan.


Setelah memarkirkan mobilnya di area parkir kantor, Ferdinan dan Anita berjalan sambil bergandengan tangan memasuki kantor. Mereka terlihat sangat romantis yang membuat pihak keamanan yang bertugas saat itu tidak bisa memalingkan matanya dari mereka.


"wah Pak Ferdinan jadian sama anak baru itu" kata seorang keamanan kepada temannya.


"akhirnya udah nggak jomblo lagi pak Ferdinan" jawab keamanan yang lainnya sambil tertawa kecil yang kemudian diikuti oleh keamanan lainnya yang melihat kemesraan mereka.


Jessica dari jauh melihat kedatangan Ferdinan dan Anita yang begitu mesra, membuat niat jahilnya keluar. Jessica masuk ke dalam ruangan rapat di mana dalam ruangan tersebut ada Tino, Toni dan kekasihnya Dika.

__ADS_1


"Ferdinan sama Anita sudah jadian. Kita kasih kejutan sama mereka" kata Jessica yang kemudian menyarankan untuk mengucapkan selamat kepada mereka.


"selamat datang pasangan pengembang game fight for glory" kata Jessica dan semua yang hadir dalam ruang rapat tersebut saat Anita dan Ferdinan memasuki ruang rapat. Anita merasa sangat malu dengan sambutan tersebut.


"kapan Kalian jadian" tanya Jessica. Dengan malu-malu Anita menjawab mereka berpacaran sesaat sebelum dihubungi oleh Dika untuk datang ke kantor. Semua yang mendengar terkejut termasuk Tino yang menjadi rekan Ferdinan sejak lama.


"pacaran kok sama teman sekantor" ejek Tino.


"dia itu cinta lama Gua tahu" kata Ferdinan.


"jadi CLBK" ejek semua orang yang ada dalam ruangan tersebut kecuali Dika. Ruangan tersebut menjadi riuh membahas hubungan Anita dan Ferdinan.


"kalian semua saya panggil bukan untuk membahas hubungan Ferdinan dan Anita. Cepat siapkan materi, Ferdinan" kata Dika dengan sedikit marah. Semua menjadi dia mendengar amarah Dika dan segera menyiapkan materi yang akan dibahas.


Di Cafe tempat Linda. Frans mulai membahas strategi untuk misi selanjutnya. Frans memiliki dua rencana, rencana pertama mereka akan bersama-sama untuk menyelamatkan pemain yang berada di tiga sangkar.


"kita bareng-bareng nggak mungkin pemain di tiga sangkar biar bisa nambah kekuatan kita" kata Frans.


"apa pemain yang sekarang udah selamat juga ikut?" tanya Robet.


"ya Ya pastilah, kalau nggak gitu mana bisa alamat tim pemain di tiga sangkar dalam waktu cepat" jawab Frans.


Kemudian Frans mengatakan rencana keduanya yaitu membentuk tiga tim setelah menyelamatkan pemain yang berada di tiga sangkar tersebut.


"tim pertama Naiia sama Edi terus Tim kedua Robet sama Roy" kata Frans.


"terus tim ketiga siapa?" tanya Naila.


"gua sama pemain yang sekarang udah selamat" jawab Fans. Dia juga memerintahkan agar pemain yang telah diselamatkan dibagi oleh mereka berdua untuk membantu menyelamatkan pemain lain.


Mendengar rencana yang dibuat oleh Frans, Naila dan yang lainnya setuju dengan rencana tersebut.

__ADS_1


__ADS_2