FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Stacy dan Raiden


__ADS_3

Saat ini di gedung PT Semesta Game Indonesia, Ferdinan dan Toni sedang sibuk menyelidiki pergerakan virus Blühen. Dimana sebelumnya Toni terkejut melihat data yang telah disusun oleh Ferdinan dengan sangat terperinci. Dia merasa salut terhadap tim Ferdinan yang mengembangkan game tetapi dapat memetakan semua permasalahan secara akurat.


"kalian ini sungguh tim yang sangat solid, kami sebagai tim keamanan cyber sangat sulit menyusun data kesalahan akibat virus sedetail itu" ucap Toni. Ferdinan hanya tersenyum, namun terus mengerjakan tugasnya.


"coba kalian cek pergerakan virus Blühen" perintah Dika yang tiba-tiba masuk. "sekalian selidiki VR pemain tersisa"


"apa hubungannya VR mereka?" tanya Toni bingung.


"VR yang mereka gunakan saat ini unik, hanya berupa kaca mata" jawab Ferdinan. Toni semakin bingung mendengarnya. "karena itu kita selidiki, ditambah lagi dua diantaranya berpartner dengan karakter dari game" tambah Ferdinan.


Walaupun semakin bingung, Toni tetap menjalankan apa yang diperintahkan oleh Dika. Karena dia merasa penasaran apa yang sebenarnya terjadi selama ini.


...----------------...


Di markas Demian, Samiri berjalan lemah akibat kekalahannya melawan Hazel. Dia merasa bingung dengan kekuatan Hazel yang sangat besar.


"awas kau Hazel suatu saat akan kubalas" ucapnya dengan kesal. Melihat Samiri berjalan dengan tertatih Demian sangat marah.


"kau pasti telah melakukan pertarungan dengan para bocah itu kan?" tanya Demian murka.


"be..be..nar Pa..du..ka" jawab Samiri.


"kau tak usah berbicara terpatah-patah, jawab yang benar. Apa yang ingin kau lakukan sebenarnya?"


"aku ingin mengajak Rosalin bergabung kembali dengan kita" jawab Samiri.


"data macam apa kau ini, bukannya sudah kukatakan sebelumnya mereka memiliki kode unik yang tidak bisa kita pahami" Demian berkata dengan sangat keras "kau kuperintahkan hanya untuk memantau dan juga mengumpulkan anak buah. Kau sudah memiliki sifat seperti manusia yang suka membangkang, bila seperti ini terus kau akan kulenyapkan"


Samiri terkejut dengan ucapan Demian. Namun dia tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa patuh terhadap Demian.

__ADS_1


Di rumah Naila, mereka sedang beristirahat setelah melakukan pertarungan sebelumnya. Rasa sakit yang mereka rasakan perlahan mulai reda. Baru kali ini mereka merasakan sakit akibat bermain game. Mereka juga bingung dengan keadaan rumah yang sebelumnya saat pertarungan sebagian besar barang di ruang tamu hancur kini kembali seperti semula.


"aneh banget ya, barang di ruangan ini tadinya ancur sekarang dah balik kayak sebelumnya" ujar Edi.


"gua mah seneng malah kalau barang yang ancur bisa balik lagi, jadi ga repot buat beresin sama mikirin beli gantinya" ucap Naila sambil tersenyum.


Mereka semua berbicara dan bersenda gurau mencoba menenangkan pikiran setelah sebelumnya bertarung. Mereka juga segera teringat bila hari ini ada mata kuliah.


"woi gua ada mata kuliah, apa lu semua ga kuliah hari ini?" tanya Robet. Sebagian dari mereka hanya bersandar santai di kursi sambil mengatakan mereka kuliah siang sedang Frans malah asik bermain dengan Rosalin yang berubah menjadi kucing di temani Hazel dan Roy.


" ya udah gua duluan ya" ujar Robet melangkah pergi, temannya hanya menguap hati-hati. Roy kemudian rebahan di kursi ruang tamu Naila.


"nih bantal, istirahat aja dulu di sini" ujar Naila sambil memberi bantal yang diambil dari kamar kakaknya.


"nanti bangunin gua jam dua ya, gua ada mata kuliah" ucap Roy, di jawab anggukan oleh Naila. Lalu menuju kamarnya.


...----------------...


"terus kaca mata dan sarung tangan itu juga dikirim dari game ini. Sepertinya itu awalnya item langkah yang ada di game" Toni menjelaskan. Ferdinan teringat kalau beberapa bulan lalu perusahaan pernah menyelenggarakan acar yang berhadiah item perlengkapan yang terbatas hanya 6 unit.


"ya waktu itu saat acara diadakan, item itu hilang. Setelah kami cari di berbagai file tidak ditemukan, saya kira itu karena kesalahan kami oleh karena itu kami ganti dengan item lain" ungkap Ferdinan.


"bukankah item yang hilang itu ada enam unit, sedangkan yang kita tahu saat ini hanya lima orang yang menggunakan" ungkap Toni bingung. Lalu datang Tino.


"saya ingat waktu mencari data para pemain tersisa, sempat saya melihat benda seperti item yang hilang itu. Karena saat itu merasa itu sekedar gambar saya abaikan. Dan juga tujuan utama waktu itu mencari data pemain" ungkap Tino.


Merekapun saling pandang dan kemudian kembali melakukan tugasnya. Sementara itu Ferdinan hendak menelepon adiknya. Saat akan mengambil ponselnya di kantong dia terkejut saat yang dia pegang bukan ponselnya.


"bukannya ini hp yang dikasi sama resepsionis tadi pagi, hp siapa ini ya" batinnya bingung. "dah lah ntar di rumah tanya sama Naila barang kalian dia tau siapa yang punya"

__ADS_1


"Fer ke sini sebentar, coba lihat ini" ucap Toni dengan sedikit keras, segera Ferdinan menghampiri. "lihat, data ini menunjukkan bahwa diantara lima orang itu ada tiga yang memiliki kode aneh"


"coba selidiki lagi siapa saja ketiga orang itu" pinta Ferdinan.


"tapi nanti saja, saya mau makan siang dulu" kata Toni sambil memukul pelan perutnya.


"ahaha iya juga lagian sekarang sudah siang. Ayo lah kita makan dulu" ajak Ferdinan sambil berjalan meninggalkan ruang kerjanya.


...----------------...


"segera kau temui Stacy dan Raiden. Lokasinya akan kuberikan padamu" perintah Demian.


Samiri segera bergegas mencari lokasi mereka yang telah diberikan Demian. Tak perlu lama akhirnya mereka ditemukan. Samiri segera mengutarakan maksudnya dan menyampaikan pesan dari Demian.


"kalau begitu kita segera bergegas" ujar Raiden. Stacy pergi menghadap Demian, sedang Raiden dan Samiri pergi mencari pasukan untuk Demian.


...----------------...


"waduh semua pada tidur" batin Naila melihat temannya tidur semua. Roy tidur dengan Rosalin yang berwujud kucing di kepalanya. Edi tidur dengan posisi bersandar di sofa. Sedang Frans tidur tepat di samping Edi dengan posisi yang sama.


"Roy bangun dah jam dua" teriak Naila. Tiba-tiba Hazel muncul di belakang Naila sambil memberi isyarat agar tidak membangunkan Frans.


"kenapa jangan dibangunin" tanya Naila.


"katanya hari ini dia ga kuliah dulu, karena badannya sakit semua akibat kejadian tadi" jawab Hazel dengan menunduk sambil memberikan surat "dia juga minta tolong agar menyampaikan surat ini kepada dosennya"


Naila tersenyum "setan cantik, ga usah murung gitu nari juga Frans baikan lagi. Sudah biar dia tidur di sini" ucapnya dengan lembut. Kemudian membangunkan Edi.


Edi, Roy dan Naila berangkat ke kampus untuk kuliah. Sempat Edi bertanya kenapa Frans di biarkan dirumahnya sendiri.

__ADS_1


"apa lu udah lupa, kan pernah gua bilang Naila, gua sama Frans temen dari SMP. Jangankan di rumah Naila, di rumah gua aja dulu dia sering nginep" jawab Roy "lagian di sekarang sakit, ga masalah"


"gua juga ga tega bangunin dia, Hazel aja yang bukan manusia perhatian sama dia masa kita gak" tambah Naila. Edi paham dengan keadaan Frans dan kedua temannya.


__ADS_2