
Di dunia game Frans dan para pemain lainnya terus berusaha untuk mengulur waktu sampai masalah teratasi. Jumlah pasukan musuh yang terus menerus berdatangan membuat mereka sangat kewalahan. Persediaan item-item mereka semakin sedikit. Naila ingin meminta kepada Frans dan Roy namun item mereka juga sudah tidak ada.
Melihat kondisi yang semakin tidak memungkinkan membuat Frans merusaha mengganti senjatanya dan menggunakan mode Sword Master dengan menggunakan pedang Kristal api. Lalu ia mengambil posisi paling depan untuk menyerang. Dengan pedang Ganda tersebut efek seranga Frans semakin besar yang membuat pasukan musuh sedikit lebih mudah dikalahkan.
Sebagian pemain yang dengan job figter mengikut pergerakan Frans untuk membantunya. Namun hal itu membuat Frans marah karena merek meninggalkan posisi awal mereka yang menyebabkan pemain lain menjadi lebih sulit menghadapi musuh.
"kembali ke posisi kalian, jangan merusak formasi. Yang jobnya mage sama gunman jadi kewalahan" ucap Frans dengan berteriak.
"tapi kami mau bantu kamu" kilah salah seorang pemain.
"aku ga perlu kamu bantu, kembali ke posisi" teriak Frans kesal sambil terus melawan musuh. "ini bukan cuma main game lagi tapi pertarungan bertahan hidup"
Mendengar Frans sedang marah membuat Roy dan Robet ikut marah. "turuti ucapan Frans, dia ngomong yang bener" kata Robet.
"kami selama ini selelalu selamat karena perintah dari dia" tambah Roy. Mendengar ucapan Roy dan Robet yang membela Frans membuat seorang pemain kesal.
"jangan belagu, baru jadi top global di game aja belagu" ucap pemain tersebut yang menyulut emosi Hazel yang juga mendengar. Merasa pancaran tenaga Hazel yang tiba-tiba meningkat, Frans segera menghampiri untuk menenangkan.
"jangan ngomong sembarangan tentang Frans" teriak Naila, Edi, Roy dan Robet yang juga merasakan pancaran tenaga Hazel yang meningkat.
"sayang, biar aku saja yang memberi dia pelajaran" kata Frans menenangkan Hazel.
"memang siapa dia, presiden apa dewa?" pemain tersebut semakin membuat Hazel marah namun dia berusaha menuruti ucapan Frans dan melampiaskan kepada pasukan musuh.
Frans yang juga sangat emosi mendengar ucapannya tersebut segera menghampiri. Dengan kecepatan tinggi dia sudah berada di hadapan pemain tersebut. "kalau gua ga tahan pacar gua lu udah mati" ucap Frans kesal "gimana caranya supaya lu denger omongan gua atau lu mau mati di sini?"
"sombong banget lu, gua cuma mau bantu malah lu tolak" kata pemain tersebut.
"dasar lu ga bisa diomongin baik-baik" kata Frans sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. Seketika pancaran energinya meningkat berkali-kali lipat. Yang membuat suhu tubuhnya di dunia nyata meningkatkan. "gua ga mau marah tapi lu terus mancing emosi gua"
Frans melepas pedangnya dan memukul pemain tersebut hingga terpental sangat jauh. Semua pemain merasakan pancaran energi Frans yang sangat kuat, menjadi terkejut. Sementara di rumah sakit Ferdinan memanggil perawatan untuk memeriksa keadaan Frans karena suhu tubuhnya meningkat. Dia juga menanyakan keadaan Frans di dunia game melalui Naila.
__ADS_1
"Frans emosinya di pancing pemain lain kak" kata Naila.
"usahakan supaya emosinya reda, karena badannya panas banget terus detak jantungnya kenceng banget" pinta Ferdinan. Perawat berusaha untuk menurunkan suhu tubuh Frans dengan memberikan obat melalui suntik.
Frans masih saja memberikan pelajaran kepada pemain itu. "lu kalau di tolong jangan susah di omong" kata Frans sambil terus meninju pemain tersebut.
"sekarang gua sita semua senjata sama armor yang elu punya sampai bisa keluar dari sini" kata Frans lagi, sambil menyeret avatar pemain tersebut ke tengah pemain suport.
"dia sudah ga adapun, gua minta jaga dia jangan sampe keluar dari sini sampai ada perintah dari gua" ucap Frans lalu pergi melawan musuh dengan emosi yang belum reda. Ia kembali menggunakan pedang ganda untuk mengalahkan musuh. Dengan mudah pasukan musuh yang musuh dia dikalahkan.
Melihat emosi Frans yang belum reda, Naila meminta Hazel untuk membujuk Frans. Namun usaha Hazel juga tidak berhasil karena Frans malah memarahi.
"kamu kalau tidak bisa diam lebih baik tidur sana" bentak Frans yang membuat Hazel murung dan kembali mendekati Naila. Di dekat Naila Hazel hanya diam dan tidak melakukan apa-apa.
"gara-gara satu orang malah jadi kacau seperti ini" batin Naila. Frans terus bertarung mengalahkan pasukan musuh dengan emosi. Sementara item yang mereka miliki sudah habis membuat perisai yang hancur tidak dapat di buat kembali. Frans yang menyadari perisai tidak dapat dibuat kembali, memaksanya bertarung lebih cepat untuk memperlambat pasukan musuh.
Sementara Naila berusaha menghubungi kakaknya untuk meminta item. "kakak akan kirim item-item tersebut, tapi kalian bertahan selama pengiriman" kata Ferdinan.
"berapa lama kak?" tanya Naila panik.
Frans yang masih bisa bertarung, kini poin kesehatannya berkurang akibat terkena serangan dari pasukan musuh. Di rumah sakit Anita berhasil menemukan cara agar celah terbuka kembali dan segera meminta Ferdinan untuk menghubungi mereka. Saat bersama dia melihat Frans dan pemain lain terdesak. Dia meminta alat komunikasi yang sedang di gunakan Ferdinan.
"Naila mana Hazel" tanya Anita.
"dia sedang murung"
"katakan padanya untuk menyerahkan busur panah kepada Frans" kata Anita. Naila segera menyampaikan pesan dari Anita.
"oh iya, tadi Anita menitip busur" kata Hazel teringat dengan kejadian tadi. Kemudian dia berlari menuju Frans dan mengeluarkan busur panah.
"sayang kata Anita gunakan ini" kata Hazel memberikan busur panah tersebut. Setelah menerima busur panah, tiba-tiba terdengar suara Anita yang memanggil. Dia menjelaskan cara agar bisa membuka celah yang tertutup. Tak lupa Anita juga menjelaskan keunggulan busur tersebut.
__ADS_1
Setelah mendapat arahan dari Anita, Frans menggunakan panah tersebut untuk mengalahkan musuh. Dengan poin sihir yang tersisa sedikit dia berusaha menggunakan panah tersebut semaksimal mungkin. "sial gua mau pake skill buat panah ini, tapi MP gua kurang lima poin" gerutu Frans dalam hati. Dia hanya bisa menggunakan panah tanpa skillnya.
Setelah bersusah payah melawan musuh tanpa poin sihir, tiba-tiba mereka semua melihat poin sihir terisi penuh kembali dalam waktu bersamaan Naila berteriak "poin sihir kalian sudah kami isi. Itemnya baru sampai"
Setelah poin sihir terisi kembali, para pemain dengan job support segera membuat perisai dan yang yang lainnya segera mengalah musuh. Frans dengan panahnya segera menggunakan skill terbaru dari panah itu. "duarrr" terdengar suara ledakan yang sangat keras disertai beberapa musuh di sekitar target kalah dalam waktu bersamaan.
Semua pemain yang melihat Frans semakin kagum, termasuk pemain yang tadi membuat emosi Frans. Dia merasa berasal setelah melihat Frans yang begitu kuat, dan ingin ikut bertarung kembali.
"kamu mau kemana?" tanya Naila kepada pemain tersebut setelah melihatnya ingin meninggalkan tempatnya.
"aku ingin bertarung lagi" jawabanya.
"lebih baik kamu diam saja, Frans masih sangat emosi. Aku mendapat kabar tubuhnya dalam kondisi tidak baik" kata Naila dengan keras. Pemain itu hanya menuruti.
Setelah mengalahkan musuh yang cukup banyak, sehingga para pemain dapat kesempatan untuk beristirahat walau sebentar. Frans kembali menggunakan skillnya dan mengarah ke sebuah batu yang menurutnya bisa menjadi celah untuk kembali ke dunia nyata. Sebuah lubang besar dengan cahaya yang sangat terang muncul setelah Frans melepaskan skillnya.
"ayo kita semua keluar dari sini. Hazel, Rosalin kalian terlebih dahulu" perintah Frans. Mereka semu segera berlari ke arah lubang itu, namun pasukan musuh tetap saja berusaha menyerang mereka yang mengakibatkan perisai hancur.
Frans, Naila, Edi, Roy dan Robet berusaha menghalau musuh di depan lubang yang menjadi celah untuk kembali ke dunia nyata. Mereka terus bertarung agar para pemain dapat segera keluar.
"ayo kalian segera keluar, celahnya susah mulai tertutup" teriak Frans kepada teman-temannya, setelah melihat lobang tersebut mulai mengecil. Edi, Roy, dan Robet tepat berada lubang tersebut masih berusaha melawan pasukan musuh. Setelah pasukan itu kalah mereka segera mengajak Naila untuk keluar. Disaat avatar Naila hampir seluruhnya memasuki lubang tersebut pasukan musuh menariknya. Melihat itu Frans segera melawan musuh-musuh yang menarik Naila.
Dengan kesal dia melawan pasukan tersebut. Emosinya yang belum reda membuat tubuhnya di rumah sakit kembali bereaksi. Anita mendengar suara nafas Frans yang tidak stabil membuatnya panik dan menghampiri. Kemudian dia memegan kening Frans untuk mengetahui suhu tubuhnya.
"Fer, nafas Frans ga teratur trus badannya panas banget" teriak Anita. Ferdinan segera pergi memanggil perawat. Setelah di kontrol, perawat mengatakan detak jantung Frans juga sangat cepat.
Anita dan Ferdinan segera melihat layar komputer untuk melihat keadaan Frans di dalam game. Mereka melihat Frans bertarung sendiri melawan musuh. "kenapa poin tempurnya tinggi sekali" tanya Ferdinan.
"dia lagi emosi banget, aku pernah merasakan daya tempurnya yang besar sekali waktu rumah sakit di serang pasukan musuh beberapa hari lalu" jawab Anita. Roy dan Robet yang telah keluar dari dunia game segera luring.
"Frans masih belum keluar?" tanya Roy dan Robet bersamaan kepada Anita dan Ferdinan. Anita kemudian menyuruh mereka melihat layar komputer. "poin kesehatannya tinggal sepuluh persen" teriak mereka.
__ADS_1
Kemudian Roy mengajak Rosalin kembali ke dunia game untuk membantu Frans. Di dalam game, Frans mendorong Naila ke dalam lubang yang semakin kecil. Setelah seluruh avatar Naila memasuki lubang tersebut, Frans kembali melawan pasukan musuh.
"gua keluar dari sini kalau musuh udah berkurang dikit lagi" batin Frans. Namun pasukan musuh terus bertambah yang membuatnya semakin terdesak.