FPS (FRANS PACAR SETAN)

FPS (FRANS PACAR SETAN)
Rencana Demian


__ADS_3

Setelah selesai kuliah Frans dan Naila, mengajak Edi ke perusahaan game untuk menemui Dika. Mereka berencana akan membahas bagaimana cara menyelamatkan pemain yang akan mereka temui di rumah sakit. Sesampainya di perusahaan game, mereka disambut oleh Ferdinan.


"kak kami menemukan pemain game yang dirawat karena tidak sadarkan diri" ucap Naila.


"lalu bagaimana?" tanya Ferdinan.


"kami ingin meminta bantuan kepada pak Dika bagaimana cara untuk membuat pemain tersebut sadar kembali" ucap Naila.


"tapi saat ini pak Dika belum datang"


"bisa minta tolong hubungi beliau" pinta Frans.


"saya tidak berani dan juga saya tidak pernah menghubungi selalu dia yang menghubungi saya terlebih dahulu" jawab Ferdinan.


"kalau begitu saya minta nomor ponsel beliau"


"maaf saya tidak bisa memberikan"


"menelpon tidak mau, saya minta nomornya tidak diberikan. Katanya kalian mau bantu, bantu apa namanya ini" ujar Frans marah "lebih baik aku lapor polisi agar mereka yang tangani" tambahnya sambil meninggalkan Ferdinan.


"Frans tunggu dulu, jangan pergi" pinta Naila


"kayaknya perusahaan ini ga peduli sama korban game ini, percuma kita datang" kata Frans tetap melangkah untuk pergi. Naila juga beranjak pergi melihat Frans dengan wajah kecewa. Melihat adiknya kecewa diapun berusaha menghubungi Dika. Setelah mendapat jawaban Ferdinan segera mengejar Frans dan Naila. Dia meminta untuk menunggu, karena Dika sedang dalam perjalanan.


Beberapa jam sebelumnya di rumah Jessica, Dika masih saja menemani kekasihnya yang sedang tidur terlelap. Dia terus berpikir apa yang menyebabkan sampai kasihnya sangat ketakutan. Kembali ia mengecek suhu tubuh Jessica, yang kini sudah mulai turun.


"nak Dika, baiknya istirahat dulu selagi Jessica tidur" ucap Ibu Jessica yang tiba-tiba masuk.


"tidak apa-apa tante, lagi pula saya dari tadi hanya sekedar duduk" jawab Dika. tak lama ponsel Dika berbunyi, setelah ia melihatnya ternyata Ferdinan menghubunginya.


"ada apa?" tanya Dika, Jessica terbangun setelah mendengar suara percakapan Dika dengan Ferdinan. "suruh mereka menunggu juga tolong jamu mereka dengan baik" ucapnya lagi.


"ada apa sih?" tanya Jessica ayang terbangun mendengar suara ponsel Dika.


"oh..tadi Ferdinan nelepon, katanya Frans dan Naila sudah menunggu di kantor" jawab Dika. Ia duduk di kasur tepat di samping Jessica, kemudian membelai rambutnya.


"boleh aku pergi ke kantor untuk menemui mereka" tanya Dika dengan lembut.


"tapi, nanti kalau udah selesai kamu ke sini lagi ya" pinta Jessica manja. "aku masih takut"


"iya, nanti mau aku bawain apa?"

__ADS_1


"aku mau dibawain hatimu" goda Jessica.


"lagi sakit masih aja kamu bisa ngegombal, ya sudah nanti secepatnya aku selesaikan urusan di kantor" kata Dika, kemudian akan meninggalkannya.


"pak direktur" panggil Jessica, kemudian Dika berhenti dan melihat kekasihnya "hati-hati ya sayang, muach" memberikan ciuman jauh.


"ya sekretaris cantik, sudah kamu istirahat dulu" ucap Dika lalu pergi. Dia memacu mobilnya dengan cepat. Sesampainya di kantor Ia langsung ditemui oleh Ferdinan.


"pak mereka sudah menunggu di ruang sebelah, sepertinya ada hal penting yang ingin mereka sampaikan" ucap Ferdinan . tak lama seorang karyawan bagian personalia menghampiri Dika dan Ferdinan.


"pak ada karyawan baru yang melamar, dia menguasai pemrograman" ucapnya.


" segera suruh dia menemui saya di ruangan itu" kata Dika sambil menunjuk ruangan tempat Naila dan temannya menunggu.


"siang pak" ucap Naila dan temannya bersamaan. Frans menjelaskan alasan kedatangan mereka.


"saya berharap tim bapak bisa melihatnya di rumah sakit agar dapat mencari jalan cara bisa menyelamatkan korban" pinta Frans.


"maaf pak mengganggu, ini karyawan baru itu" kata seorang karyawan bagian personalia yang tiba-tiba masuk ke ruang tersebut. Naila dan temannya sangat terkejut melihat Anita.


"nama saya Anita pak" ucapnya memperkenalkan diri.


"kenapa harus sama dia pak? Besok saya harus" kata Ferdinan kemudian dipotong oleh Dika.


"lebih cepat lebih baik, sekalian kamu juga harus beradaptasi dengan perempuan" ucap Dika "kalian berikan alamat rumah sakit kepada Ferdinan" kemudian dia pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"kakak kerja di sini sekarang?" tanya Naila, Anita hanya mengangguk.


"Nai kita pulang bareng ya" ajak Anita. Kemudian ia mengikuti Frans dan temannya.


Samiri menemui Demian untuk melapor, terlihat di sana ada Stacy dan Raiden. Masing-masing dari mereka melaporkan hasil kerja mereka.


"saya sudah mengumpulkan pasukan tingkat A dan S yang cukup banyak" ucap Raiden. "bahkan kemarin sudah saya kerahkan sebanyak 500 unit"


"tapi mereka semua musnah oleh para pemain itu" ucap Samiri mengejek.


"itu karena ada pemain baru yang menggunakan peretasan saat membuat karakternya" kilah Raiden.


"apa? Ada pemain yang meretas? Apakah ada pemain yang sangat marah dengannya?" tanya Demian.


"benar yang mulia, ada pemain yang mengaku sebagai pemain top global memarahi pemain baru itu" jawab Raiden "kenapa yang mulia mengetahuinya?"

__ADS_1


"pemain itulah yang seharusnya kita waspadai. Dia memang tidak suka pemain yang bermain curang" jawab Samiri "semua orang pemain dan NPC sangat mengenal dia"


"sekuat apa dia itu?" gumam Raiden. Ia ingin mengadakan duel dengan orang yang dimaksud. "siapa orang itu? Aku akan mengajak dia duel"


Demian tertawa terbahak-bahak. Dia sangat senang dengan ekspresi Raiden yang sangat marah. Kemudian Stacy diminta melapor.


"saya telah mengumpulkan banyak pemain yang tidak bisa luring" ucap Stacy "dan juga membuatnya menjadi berkelompok di beberapa lokasi yang mulia"


"tujuanmu apa?" tanya Raiden dan Samiri.


"kalau kita membuat mereka terpisah, saat sistem mereka berhasil melacak keberadaan mereka maka sistem mereka akan menjadi kacau. Karena saya menempatkan mereka di titik yang berbentuk pola, Jika titik itu terbaca" Stacy menjelaskan.


"Rencana yang cukup bagus, buat rencana ini agar menjadi lebih baik lagi" perintah Demian.


"satu lagi yang mulia, apakah anda bisa membuat item seperti ini" ucap Stacy sambil menunjukan gambar.


"saya ingin merencanakan sesuatu yang besar"


"aku akan meminta seseorang membuatnya untukmu, berikan gambar dan rincian fungsinya" ucap Demian.


"tuan, beberapa pemain berhasil menemukan pemain yang tidak sadarkan diri. Dari pantauan saya besok mereka akan mengunjunginya di rumah sakit bersama programmer" Samiri melaporkan hasil memata-matai pemain.


"ini harus dicegah" ucap Demian murka "Raiden besok kau lakukan saja duel dengan pemain itu dan bawa 50 pasukan untuk mencegah teman-temannya" perintah Demian


"satu lagi tuan di rumah sakit itu ada pemain lain sebanyak 10 orang" Samiri menjelaskan.


"laporan yang kau berikan cukup berguna, teruskan memantau mereka. Aku peringatkan sekali lagi, jangan melakukan tindakan atau kau akan kuberi pelajaran"


"baik yang mulia, saya terima perintah" ucap Samiri lalu segera meninggalkan pertemuan itu.


"kalian tunggu apa lagi, segera pergi dari sini" perintah Demian kemudian Stacy dan Raiden pergi menjalankan perintah. Mereka semua berpisah ke tempat mereka masing-masing.


Sementara Stacy menuju suatu tempat yang terdapat penjara seperti sangkar burung. Di dalamnya terdapat seorang karakter pemain wanita yang menatap sinis kepadanya.


"sebentar lagi kau dan aku akan menjadi satu" ucap Stacy.


"jangan harap kau bisa membuat aku menjadi satu denganmu" ucap wanita itu.


"kau seperti sangat percaya diri sekali, itu semakin membuatku sangat bergairah menunggu waktu itu" ucap Stacy "dimana saat itu kau dan aku akan membuat pemain yang lain takluk dengan pesona kita dan menuruti perintah kita"


Ucapan Stacy membuat wanita itu menangis histeris. Ia membayangkan kekacauan yang lebih besar lagi bila hal itu terjadi. Stacy meninggalkan wanita itu yang menangis.

__ADS_1


__ADS_2