
Hazel dan Frans melakukan serangan bersama-sama, Rosalin juga tidak mau kalah dengan mereka. Dengan skill Guns Sword Dance, Frans terlihat sangat kuat namun Rosalin masih saja dapat menandinginya. Melihat perlawanan dari Rosalin, Hazel mengeluarkan Fire Demon Terorr untuk memberi serangan tambahan agar Rosalin terkecoh. Namun serangan dari Hazel masih saja bisa dihindari oleh Rosalin. Merasa lawannya lawannya masih cukup kuat Frans mengajak Hazel untuk melakukan serangan bersama.
"Zel gunakan pedang yang aku berikan untuk menyerang secara bersama denganku" ajak Frans.
"Bagaimana caranya?" tanya Hazel. Frans mendekati Hazel sambil menembaki Rosalin agar tidak mendekati mereka.
"Kita melaku serangan bersama-sama menggunakan pedang" jelas Frans. "Coba kamu ikuti cara aku menyerang, nanti juga kamu bisa" kemudian Frans mulai menyerang siluman kucing itu yang diikuti oleh Hazel. Kali ini mereka sedikit mendominasi serangan. Tanpa mereka sadari setiap kali pedang mereka bersilangan walau tidak beradu, keluar percikan api yang mengincar lawannya. Karena hal itulah Rosalin sedikit kewalahan.
Merasa akan terpojok, Rosalin mengeluarkan skillnya "Cakar Kucing Ilusi" yang mereka berdua merasa tercakar-cakar di sekujur tubuh. Kemudian dengan cepat Rosalin memberikan serangan berupa pukulan dan tendangan kepada mereka berdua dengan sangat cepat. Sehingga Hazel dan Frans tidak dapat menghindar.
Dari sisi lain teman-teman Frans melihatnya terpojok, mereka segera membantu dengan mengeluarkan serangan jarak jauh, sehingga mengenai Rosalin. Seketika itu juga Rosalin untuk mengalihkan perhatian dan itu berhasil. Melihat ada kesempatan Frans dan Hazel kembali menyerang. Kali ini mereka tidak ingin berlama-lama lagi.
"Zel berikan pedangmu, biar aku selesaikan dengan cepat" pinta Frans. Kini Frans benar-benar menggunakan pedang Kristal Api. Terlihat pancaran energi yang cukup kuat dari pedang itu yang siap untuk di lepas. Serangan pun kembali dikerahkan Frans. Rosalin kembali terpojok oleh serangan itu, melihat ada kesempatan Hazel ikut membantu.
Walau Rosalin terkena cukup banyak serangan, namun hal itu tidak membuatnya kelelahan karena ia memiliki skill dasar regenerasi HP yang cukup cepat.
"gila nih udah di serang kayak malah belum juga kalah" keluh Frans.
"kalau cara kalian melawan Rosalin seperti itu, kalian cukup lama kamu menyelesaikannya. Lakukan serangan secara bersamaan" ujar Ferdinan yang terdengar dari alat komunikasi di VR mereka.
Merekapun kembali melakukan serangan secara bersama-sama setelah mendengar ucapan tadi. Kali ini serangan mereka membuahkan hasil. HP lawan berkurang dengan cepat, yang membuat lawan mereka tidak bisa bertahan.
__ADS_1
"kita harus terus-menerus nyerang tuh siluman supaya dia ga bisa ada kesempatan regenerasi HP" ujar Frans.
"oke" jawab teman-temannya yang kemudian terus melakukan serangan kembali. Tak butuh waktu yang lama, setelah mereka melakukan serangan secara bersamaan Rosalin terlihat kelelahan dan tak dapat menghindar dari serangan mereka.
"cepetan kalahin waktu kita 35 detik lagi, kalau belum kalah nanti pasukan musuh dateng siluman itu bisa regenerasi HP lagi" ujar Naila.
Mendengar ucapan Naila, mereka bergegas untuk segera mengalahkan lawannya. Hanya butuh waktu 28 detik mereka membuat HP Rosalin tersisa 1%. Namun hal yang aneh terjadi, tiba-tiba Rosalin menghilang.
"kemana siluman itu?" mereka semuanya terkejut. Tak lama muncul seekor kucing di tengah-tengah mereka.
"lah kok ada kucing di sini, kucing dari mana?" tanya Roy. Kucing itupun mendekati dan berputar-putar di kakinya. Roy melihatnya pun merasa senang dan mengelus kepala kucing itu.
Hazel menyadari kalau kucing itu adalah musuh mereka yang berubah ke bentuk asalnya.
Kemudian muncul cahaya di sekitar kucing itu dan diikuti sinar dari mata VR Roy. Sepertinya terjadi suatu ikatan diantara mereka. Tak lama Roy terlihat tersenyum yang di iringi dengan kucing itu yang berubah kembali menjadi Rosalin yang juga tersenyum terhadap Roy.
"Roy ada apa? Kok lu malah senyum-senyum nggak jelas gitu, tambah lagi tuh siluman cengengesan ke arah elu?" tanya Frans.
" hehehe itu siluman sekarang sama kayak elu ke Hazel, bedanya Rosalin siluman kucing yang bisa jadi kucing" kata Roy sambil tersenyum bahagia.
"apa dia juga punya skill yang sama sama Hazel" tanya Frans. Sebelum sempat menjawab muncul pemberitahuan yang menyatakan misi sukses.
__ADS_1
"apa?" mereka semua terkejut kecuali Roy. "kok bisa kan musuh masih ada" kata mereka sambil menunjuk Rosalin.
"kalian sebelum nuduh coba kalian cek dulu" kata Roy membela Rosalin yang ditimpali dengan anggukan oleh Rosalin. Mendengar ucapan itu, mereka segera memindahkannya. Setelah melihat hasilnya mereka semua tertawa sambil teriak "KUCING CANTIK ROY"
"apa yang cantik? Siluman kucing kon cantik? Hahaha masih cantik Hazel lah" ucap Frans sambil tertawa. Tiba-tiba pundak Frans muncul kucing yang kemudian mencakar pipinya, setelah itu melompat menjauhinya.
"aduh" teriak Frans "kok bisa kucing lu nyakar gua Roy? Sedangkan Hazel ga bisa nyerang kita semua" tanya Frans heran.
"itu adalah salah satu skill unik yang aku miliki setelah bersama Roy, namanya BALAS BULI" jawab Rosalin.
"maksudmu apa?" tanya Hazel heran, karena dia tidak memiliki skill itu.
"jadi skill tersebut dapat memberikan aku serangan ringan ketika aku di bully. Saat aku di bully dalam bentuk kucing aku hanya dapat mencakar satu kali dan saat dalam wujud manusia aku membalas dengan satu tamparan" terang Rosalin. Mereka semua terkejut mendengarnya.
"kalian masih mau di luar sampai kapan, saya lihat perisai sudah hilang?" terdengar suara Ferdinan "kalian tidak haus dan lapar?"
Merekapun melangkah dengan cepat menuju gedung kantor Ferdinan, setelah mendengar kalimat terakhir. "cepetan woi gua dah laper banget, apa kalian ga laper?" kata Robet dengan semangat.
Dari kejauhan Jessica melihat rombongan Naila datang. Dengan sigap ia menyambut mereka.
"selamat datang kembali. Silahkan ikuti saya, pak Dika dan pak Ferdinan sudah menanti kalian" kata Jessica dengan ramah dan sopan.
__ADS_1
"tumben kak Jessica sopan banget kali ini tadi pertama kali kita datang ga seramah ini." tanya Frans dengan suara pelan sambil mengikuti Jessica. Setelah mengikuti Jessica, mereka sampai di ruangan yang penuh dengan hidangan. Dika menyambut mereka dengan hangat. "silahkan masuk, maaf hidangan ini seadanya" ucap Dika dengan sopan.
Merekapun segera mengambil posisi untuk menikmati hidangan yang telah di siapkan. Kemudian Dika meninggalkan Frans dan teman-temannya yang diikuti oleh Ferdinand.